Cinta Acha

Cinta Acha
Gelisah


__ADS_3

Acha sedang duduk di ruang keluarga bersama Ana, Reza, Vino dan Aliano. Acha sudah menceritakan masalah tadi ke mereka. Respon mereka B aja. Tapi, mereka membetulkan apa yang dikatakan Danial. Acha harus bisa memulai kehidupannya dari awal bersama Riyan. Tetapi, saat Acha ingin memulai dari awal, semua berubah. Riyan udah pergi karena sekarang Riyan belum sampai rumah dan belum memberi kabar ke Acha.


Acha gelisah karena Ia udah mulai mencintai sosok Riyan yang selalu baik dan penuh kasih sayang kepada Acha.


Vino menyuruh Acha duduk dan memberi pengertian agar Acha bisa tenang. Tapi, tetap saja Acha kepikiran Riyan. Riyan Riyan dan Riyan yang sekarang ini memenuhi pikiran dan perasaan Acha.


Acha gak mau sampai Riyan pergi meninggalkannya. Acha rasa ini sangat menyakitkan. Apakah ini yang Riyan rasakan, dulu?


Apa ini balasan yang harus Acha terima? tapi, ini semua juga bukan kemauan Acha. Ini semua karena mereka yang udah jebak Acha. Kalau aja Acha bisa menerima rencana mereka pasti gak akan jadi begini. Eh, siapa sih yang mau di jebak dalam rencana gila itu. Gak ada kan?.


"Udah, Dek. Pasti Riyan pulang, kok" Aliano mencoba membujur Acha agar gak gelisah dan mikirin Riyan. Karena jujur aja Aliano gak yakin kalau Riyan pulang malam ini.


"Kak, ini udah jam 9 tapi mas Riyan belum pulang. Kak Al gak udah nenangin Acha deh, kak. Acha tau kok, sekarang ini mas Riyan marah banget ke Acha"


"Dek,


"Acha naik Mom, Dad, Bang, kak"


Acha pergi ke kamarnya untuk istirahat. Jujur saja, saat ini kepala Acha pusing dan badan Acha panas. Acha gak mau ngasih tau ke keluarganya karena gak mau keluarganya panik.


Ini semua karena Acha memikirkan Riyan yang tak kunjung pulang. Dan mengabarin'pun enggak.


Trink


Acha mengambil hp'nya yang ada di nakas. Ia membuka layar hp dan terpampang nama Danial.

__ADS_1


Danial


Riyan udah pulang, Cha?


^^^Belum Dan, Dan gue sakit.^^^


Kok belum, sih?


Lo kenapa, Cha. Gue kesana sekarang ya.


^^^maksud'nya Dan?^^^


^^^Gak usah Dan,^^^


^^^Pasti mereka panik deh^^^


Enggak, Cha.


Lo istirahat aja. Gue gak mau lo tambah sakit.


^^^Oke, gue istirahat Dan^^^


Acha bener bener istirahat. Karena setelah meletakkan hp ke nakas. Acha langsung tidur.


🌊🌊🌊

__ADS_1


Ana dan Reza mencoba menghubungi orangtua Acha dan orangtua Riyan. Ana dan Reza memberitahu ke mereka masalah Riyan yang pergi dari rumah. Reza dan Ana gak mau sampai Acha stres dan pengaruh pada janin Acha.


Sedangkan, Vino dan Aliano sudah pergi untuk mencari Riyan. Walaupun mereka gak tau kemana Riyan tapi, mereka akan mencoba ke tempat tempat ramai sampai ke tempat sepi. Ini semua demi Acha.


🌊🌊🌊


Riyan sedang duduk di kursi'nya. Ya, sekarang ini Riyan sedang ada di cafe, lebih tepatnya di ruangannya. Setelah tadi pembicaraannya dengan Danial, Riyan langsung pergi ke cafe untuk menengkan diri. Di cafe hanya ada Riyan karena ini udah malam dan cafe sudah tutup.


Trink


Tiba tiba ada notifikasi dari hp Riyan. Riyan mengabaikan hp nya karena Riyan pikir pesan itu dari Acha. Ternyata persan itu dari Danial.


Danial


Kak, Istri lo sakit.


Hah. Riyan khawatir sama keadaan Acha. Sebenarnya ini rencana Danial. Perlu bukti tentang pembicaraan Danial, tadi. Tapi, enggak. Acha gak boleh banyak pikiran. Akhirnya Riyan memutuskan untuk pulang ke rumah Vino. Demi Acha dan juga calon anak'nya.


🌊🌊🌊




πŸ’Selasa, 15 Desember 2020πŸ’

__ADS_1


__ADS_2