Cinta Acha

Cinta Acha
Manja Pertama


__ADS_3

Pagi harinya, Acha bangun terlebih dahulu karena Acha merasa lapar. Acha duduk bersandar di kepala ranjang karena mengingat sekarang ini Acha gak di rumah. Acha harus cari makan dimana. Acha melihat jam yang ada di layar hp'nya. 06:00, masih jam 6. Di tempat ini ada atau enggak makanan, Acha gak tau. Acha ingin turun tapi, gak bisa.


Acha melepas perlahan tangan Riyan yang memeluk pinggang Acha. Perlahan tapi bisa membuat Riyan bangun, eh bukan bangun tapi Riyan mengelus punggung Acha.


"Mas"


"Ehm, kenapa" oh Riyan udah bangun tapi gak mau buka mata, pikir Acha.


"Mau makan"


"Makan'lah"


Acha jadi ragu deh. Ini Riyan udah bangun atau belum sih.


"Mas" tangan telunjuk Acha sudah berada di jidad Riyan. Membuat gambaran gambaran asal sampai ke pipi Riyan. Acha memencet pelan pipi Riyan sampai membuat Riyan membuka mata, karena merasa risih.


"Kenapa, hem" Riyan melepas pelukan dari Acha lalu mengelus pipi Acha.


"Laper"


"Masih pagi. Yaudah yuk cari makan, sekalian jalan jalan pagi"


🌊🌊🌊

__ADS_1


Riyan bergandengan tangan menyusuri tempat wisata tersebut. Pagi hari yang indah.



Mereka makan di tempat kemarin mereka makan malam.


"Makan apa"


"Apa aja deh mas. asal cepet"


"Baik sayang. tunggu, mas pesen dulu ya"


Riyan pergi untuk memesan makanan di kasir, sekalian membayar pesanan mereka.


Acha duduk sendiri di tempat yang sama kayak kemarin. Acha melihat ke arah Riyan dengan senyuman. Senyum yang menandakan kalau Acha beruntung bisa di cintai Riyan.


Gak lama Riyan datang sendiri. Lalu, duduk di samping Acha. Acha tersenyum menyambut Riyan. Acha menepuk tempat sebelahnya, agar Riyan duduk disana.


Setelah Riyan duduk, kedua tangan Acha bergelayut di lengan Riyan. Sungguh, saat ini Riyan bahagia sekaligus heran. Bahagia karena sikap Acha yang makin hari makin baik kepadanya tapi, ada kalanya Acha yang baik buat Ia. Heran, heran dengan sikap Acha yang tiba tiba manja kepadanya.


Riyan memandang Acha heran. "Mas, kenapa?" gak sengaja Acha melihat Riyan yang sedang memandang Acha.


"Kamu aneh"

__ADS_1


"Apaasih, mas" Acha melepas kedua tangan di lengan Riyan. Lalu, menggeser duduknya menjauhi Riyan.


"Yank, gak gitu maksud mas" Riyan menggeser duduknya mendekati Acha.


"Yank" Riyan memegang tangan Acha


"Mas cuma heran sama sikap kamu, mas gak tau kenapa tiba tiba kamu berubah jadi manja gini"


"Mas, gak suka liat aku manja sama kamu" Acha mulai berani menatap Riyan.


"Suka, suka banget malah. tapi, mas gak bisa sama sikap manja kamu"


"Jadi, biasain" dua kata yang mampu membuat Riyan deg degan. Biasain? jadi, Acha akan bersikap manja ke Riyan setiap hari, setiap saat, setiap setiap,,,,


"Hah"


"Biasain mas. aku mau kita kayak pasangan yang lainnya. emang gak boleh?"


"Boleh, tentu boleh. mas malah seneng kalau kamu manja sama mas. Mas bahagia karena akhirnya kamu bisa nerima mas sepenuhnya"


Deg


Sekarang Acha diam. Membenarkan apa yang Riyan ucapkan. Tapi, sekarang Acha gak gitu kok. Acha sekarang udah cinta sama Riyan, mungkin.

__ADS_1


"Mas


Pelayan datang membawa pesanan Riyan. Acha gak jadi bicara ke Riyan. Biarlah nanti aja. Atau langsung aja kalau udah sampai di kamar.


__ADS_2