
Riyan sedang berada di cafe sendirian. Maksudnya Acha gak ikut. Riyan hanya memantau cafe nya. Karena udah satu minggu ini Riyan gak ke cafe walau hanya sekedar menengok cafenya.
Riyan masih berada di ruang pribadinya. Sekitar sepuluh menit Riyan keluar untuk memantau para pegawainya.
Udah setengah jam Riyan memantau para pekerjanya. Riyan memutuskan untuk pulang ke rumah. Tadi, Riyan udah janji ke Acha untuk pulang setelah urusannya selesai.
Tapi, saat Riyan ingin membuka pintu cafenya ada seseorang dari belakang yang memegang pundak Riyan. Riyan membalikkan tubuhnya menghadap seseorang yang memegang pundaknya.
Tiara
Riyan melihat Tiara yang senyum misterius ke arah Riyan. Riyan menghempaskan tangan Tiara yang memegang pundaknya dengan kasar. Setelah mengingat kalau Tiara yang udah membuat Acha masuk rumah sakit beberapa minggu yang lalu.
Riyan berbalik bada untuk pergi dari cafe. Riyan gak mau meladeni Tiara. Tapi, belum juga Riyan membuka pintu, tangan Tiara memegang lagi pundak Riyan dan mengucap "Acha mana, kak" Riyan bingung kenapa Tiara menanyakan Acha. Apa ada alasan lain. Menanyakan Acha itu, mungkin cuma basa basi.
"Gak usah basa basi. Apa mau lo" nada bicara Riyan gak dingin dan gak kesel. Cuma, nada bicara Riyan itu datar, gak ada ekspresi.
"Oh, lo tau kak. oke gue gak akan basa basi. Gue kesini cuma ingin yang terbaik buat lo"
Apaan. Riyan gak makna dari ucapan Tiara. Terbaik buat Riyan. maksudnya yang terbaik apaan.
"Well. Jadi gini kak" Tiara mengambil hp nya yang ada di tas. Lalu, mengotak-atik hpnya dan melihatkan ke Riyan.
"Ini yang gue maksud. Gue tau perasaan lo mesti sakit kan. Tapi, kalau gue gak ngasih tau ke, lo. Mungkin Lo akan terus sakit. Gue gak mau MANTAN gue tersayang sakit hati lagi untuk yang kesekian kalinya" Tiara memperlihatkan foto Acha bersama seorang laki laki. Riyan kenal orang itu. Mereka sahabatan dan Riyan tau kalau orang itu cinta pertamanya Acha.
Foto Danial yang memeluk Acha dari belakang. Tangan kiri Acha berada di leher Danial dan muka Acha tepat di muka Danial. Jangan lupakan Danial yang menatap Acha penuh cinta.
Riyan gak bisa dibohongi. Itu memang foto Acha dan Danial tapi, itu bukan sekarang. Maksudnya foto itu udah lama. Mungkin Sebelum Acha dan Riyan menikah.
"Lo gak usah bohongin gue. Gue tau itu foto udah lama dan gak mungkin Acha berkhianat ke gue"
Tiara terkejut donk. Rencananya gagal tapi, bukan Tiara kalau gak bisa meyakinkan Riyan. Tiara kembali mengotak-atik hpnya. Ada beberapa foto Acha bersama Danial selain ini. Ada dua kalau gak salah. Nah ketemu.
"Kak, lo kata Acha gak mungkin berkhianat. Lo gak ingat Acha pernah berkhianat ke Kak Iqbal, sahabat kak Riyan sendiri. itu yang pertama kak. Yang kedua, emang kak Riyan udah yakin seratus persen kalau hati dan pikiran Acha itu untuk kakak. Kakak yakin Acha gak mikirin kak Iqbal atau Danial
__ADS_1
Acha gak mungkin bisa berubah. Secepat ini. Gak mungkin kak.
Kakak tau Acha, Acha gak mungkin bisa move on dari Danial ke kak Riyan secepat itu.
Kak Iqbal aja yang udah bertahun-tahun sama Acha gak pernah tuh Acha mencintai kak Iqbal. Kak Iqbal'nya aja yang terlalu mencintai Acha.
Apalagi sama lo, kak. Kalian kenal belum ada satu tahun dan apa mungkin Acha akan mencintai lo, kak. Gue rasa lo cuma halusinasi deh kak. Gue yakin, seratus persen yakin kalau Acha itu belum cinta sama lo dan masih mencintai Danial. Gue aja gak yakin kalau Acha cinta sama kak Iqbal. Danial itu cinta pertamanya Acha, kak. Gak mungkin Acha bisa move on secepat itu.
Pikirkan itu kak"
Tiara terus mencoba meracuni pikiran Riyan untuk pisah dengan Acha.
"Enggak, gue yakin" dengan tegasnya Riyan mengucapkan kalimat itu.
"Oke. mungkin foto itu kakak gak percaya tapi, foto ini foto terbaru buat kakak"
Riyan mengepalkan kedua tangannya melihat foto Acha dan Danial yang nampak mesra. Walau di foto itu sepeti rebutan tapi, Riyan bisa melihat kebahagiaan diantara mereka.
Padahal tadi Tiara gak yakin dengan foto ini. Karena foto ini di ambil sebelum Acha berangkat ke Indonesia. Jadi, foto itu foto kenang kenangan Acha dan Danial sebelum berpisah.
Riyan langsung pergi ke dari hadapan Tiara. Dan Tiara langsung mengirim foto itu ke nomer Riyan. Tiara tau, Riyan sedang marah besar ke Acha. Tiara yakin Riyan butuh bukti kalau Acha menyangkal.
πππ
Riyan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Riyan tau itu bukan foto editan atau foto lama. Riyan sangat emosi melihat foto itu. Foto itu jelas jelas menunjukkan kalau Acha bahagia dengan Danial.
Di dalam pikiran Riyan sekarang ini.
Apa Acha belum bisa mencintainya?
Apa Acha tinggal bersama Riyan itu karena bayi yang Acha kandung?
Apa bener kalau Acha itu belum bisa move on dari Danial?
__ADS_1
Apa Ia bisa melepaskan Acha buat Danial?
Di pikiran terakhir, Riyan menggelengkan kepala. Enggak, Riyan gak mau jauh dari Acha. Riyan yakin Acha udah mulai mencintainya.
Tapi, kalau Acha mencintainya kenapa Acha bahagia saat bersama Danial? Jelas jelas itu bukan foto lama dan jelas itu foto baru.
Mobil Riyan udah berada di bagasi mobil di rumahnya. Riyan gak mau turun. Riyan mengatur emosinya agar sedikit reda. Walau gak mungkin secepat itu setelah melihat kenyataan yang pahit.
Mata Riyan masih merah. Entah karena menangis atau karena emosi. Yang jelas mata Riyan menunjukkan kesedihan.
Setengah jam kemudian, Riyan keluar dari mobil dan masuk ke rumah. Riyan melihat Acha yang sedang tiduran di sofa.
Entah kebetulan atau enggak. Baju yang Acha pakai itu sama seperti baju yang Acha pakai di foto itu. Melihat Acha yang memakai pakaian yang sama kayak di foto, Riyan jadi yakin kalau itu foto baru dan mungkin baru tadi sebelum Riyan sampai.
Emosi Riyan kembali membara melihat Acha memakai pakaian itu. Mata Riyan menyorot tajam ke arah Acha. Muka Riyan memerah menahan amarah. Kedua tangan Riyan mengepal sangat kuat.
Perkataan Tiara tadi terus berputar di otaknya.
Lo gak ingat Acha pernah berkhianat ke Kak Iqbal, sahabat kak Riyan sendiri. itu yang pertama kak. Yang kedua, emang kak Riyan udah yakin seratus persen kalau hati dan pikiran Acha itu untuk kakak. Kakak yakin Acha gak mikirin kak Iqbal atau Danial
Acha gak mungkin bisa berubah. Secepat ini. Gak mungkin kak.
Kakak tau Acha, Acha gak mungkin bisa move on dari Danial ke kak Riyan secepat itu.
Kak Iqbal aja yang udah bertahun-tahun sama Acha gak pernah tuh Acha mencintai kak Iqbal. Kak Iqbal'nya aja yang terlalu mencintai Acha.
Apalagi sama lo, kak. Kalian kenal belum ada satu tahun dan apa mungkin Acha akan mencintai lo, kak. Gue rasa lo cuma halusinasi deh kak. Gue yakin, seratus persen yakin kalau Acha itu belum cinta sama lo dan masih mencintai Danial. Gue aja gak yakin kalau Acha cinta sama kak Iqbal. Danial itu cinta pertamanya Acha, kak. Gak mungkin Acha bisa move on secepat itu.
Pikirkan itu kak
Riyan berjalan kearah Acha. Acha yang tau kalau Riyan di sampingnya lalu berdiri dari tidurannya. Acha memandang Riyan dengan tatapan bertanya dan juga takut.
ππππππ
πMinggu, 14 Februari 2021π
__ADS_1