
Acha membuka pintu utama dengan cepat dan saat pintu itu terbuka seutuhnya Acha gak jadi keluar melainkan berdiri di tempat yang sama sebelum membuka pintu.
salah satu orang yang Acha liat itu berjalan dan memeluk Acha. Acha membalas pelukan orang itu dan menumpahkan semua perasaannya kepada orang itu dengan cara menangis di pundak orang itu.
“Kak Va, Bang Vino dan kak Lian pergi ninggalin kita, kak”. ucap Acha nangis di pelukan Eva. ya orang yang memeluk Acha iti adalah Eva. Eva adalah sahabat sekaligus calon kakak ipar Aliano. Adik Eva itu adalah kekasih Aliano. Yang bernama Nadia. Ingat Nadia?
“Iya Cha, Kak Eva tau dan bukan Aliano dan Bang Vino aja yang pergi ninggalin kita tapi......”. Eva gak sanggup menyampaikan apa yang Ia dengar tadi.
“Tapi apa kak? Kenapa kak Eva nangis? kak Eva udah tau soal Bang Vino dan kak Lian”. ucap Acha
“Bukan cuma Bang Vino sama Aliano aja yang pergi, Cha. Tapi Nadia sama kak Diva juga ikut pergi”. ucap Eva menangis karena adik satu satunya juga ikut meninggalkannya.
“Maksud kak Eva mereka udah,”. ucap Acha lalu duduk dan diikuti Eva. Acha semakin syok mendengar kalau Diva dan Nadia juga ikut dalam korban kecelakaan pesawat itu.
“Iya Cha, Nadia sama kak Diva ikut Bang Ray dan Aliano naik pesawat itu”. Eva kembali memeluk Acha. Eva yakin saat ini perasaan Acha sedang gak enak. Perasaan Acha sedang hancur. Apalagi setelah mendengar kalau Diva dan Nadia ikut di dalam korban pesawat itu. Pasti hati Acha semakin sakit.
“Gak ini gak mungkin, Bang Vino dan kak Lian udah pergi ninggalin Acha, sekarang kak Diva dan Kak Nadia juga ninggalin Acha! Kenapa orang yang Acha sayang pergi ninggalin Acha, kak Kenapa?”. Acha mengadu kepada Eva.
“Sabar Cha, bukan cuma Acha aja yamg sedih, kak Eva juga sedih Cha. Acha tau kan kalau Nadia itu adik satu satunya kak Eva dan sekarang Eva udah pergi ninggalin kakak,”
“Ada apa ini? Kenapa Acha nangis”. ucap Vika dan Aryan yang baru datang
__ADS_1
“Kak Vika”. Acha melepas pelukan Eva lalilu berdiri dan memluk Vika.
“Acha, sayang kenapa kamu nangis”. Vika mengelus punggung Acha
“Kak Lian, kak”. Acha gak sanggup untuk mengucapkan kalau Aliano pergi karena kecelakaan pesawat itu.
“Lian kenapa, Dek?” Vika melepas pelukan Acha
Acha menarik nafasnya dalam dalam. Sungguh Ia gak sanggup untuk berbicara fakta. Fakta kalau Aliano dan Vino udah gak ada, Udah pergi ninggalin Keluarganya.
Dengan berat hati, Acha menyampaikan berita kecelakaan pesawat itu, yang membuat Aliano dan Vino pergi.
“Gue belum bisa menjadi kakak yang baik buat Aliano, Kenapa Aliano udah pergi?”. ucap Vika lalu kembali memeluk Acha.
“Gue juga belum bisa jadi kakak yang baik buat Nadia, Kenapa mereka udah pergi dari kita,?" Eva ikut memeluk Acha dan Vika
“Kalian harus sabar ya, aku emang gak tau rasanya di tinggal sama orang yang kita sayang tapi kalian harus sabar dan iklas! apa kalian tega lihat orang yang kalian sayang sedih karena lihat kalian nangis terus? enggak kan? Jadi aku mau kalian senyum lagi”. Tiara juga ikut memeluk Eva, Vika dan Acha.
“Bener yang di bilang sama Tiara, kalian gak boleh sedih, kalau kalian sedih pasti mereka ikut sedih”. Riyan berdiri du belakang Acha, bersama Ryana dan Andri.
“Mas Riyan”. Acha melepas pelukan Eva, Vika dan Tiara lalu memeluk Riyan
__ADS_1
“Aku tau aku udah banyak salah sama kamu, kak. tapi, aku hanya butuh sandaran kamu aja gak ada yang lain! Dan aku tau mungkin kak Riyan marah sama aku, karena ucapan aku tadi. tapi, saat itu aku gak sadar kak, aku gak tau apa yang aku bilang. bodo bodo bodo. Gue gak mau mikirin itu sekarang gue harus fokus masalah gue ini”. batin Acha
Tiba-tiba orang tua Vika, Aliano dan Acha datang dan langsung memeluk kedua anaknya.
“Mami Papi”. ucap Vika dan Acha.
“Udah ya Dek, Kak. kalian gak boleh nangis. Mami tau kamu sayang banget sama Aliano tapi ikhlas in Aliano, Dek. biar Aliano bahagia disana”. ucap Putri
“Iya sayang, bener kata Mami! Papi dan Mami juga sedih kehilangan Aliano dan Vino, Dek. tapi kita harus iklas”. ucap Aris.
"Enggak. kalian gak sayang sama gue, Kak Lian dan Bang Vino. Kalian egois. Mami sama Papi sama aja. Pasti mereka sekarang sedang akting di depan orang orang. Kalau Mami dan Papi sayang sama Gue dan Kak Lian pasti mereka kemarin menuin kak Liam tapi? enggak kalian gak sayang sama gue dan kak Lian" batin Acha.
Entah kenapa Acha merasa nyaman saat tadi memeluk Riyan dan sekarang Acha pun ingin memeluk Riyan, Lagi.
“Boleh kan aku meluk mas Riyan”. ucap Acha tapi belum memeluk Riyan.
Tanpa bicara, Riyan langsung memeluk Acha dan Acha juga membalas pelukan Riyan
Trinink trinink
Bunyi hp seseorang yang membuat mereka mengalihkan perhatian. Ternyata hp Acha yang berbunyi.
__ADS_1