
Sore harinya Acha mengajak Vino dan Aliano ke taman belakang. Karena Acha bosen di kamar dan Acha ingin membicarakan sesuatu ke Aliano dan Vino. Acha pun langsung membicarakan ke Aliano dan Vino. Tapi, mereka berdua gak mau. gimana donk. Acha bilang kalau Acha ingin secepatnya balik ke Indonesia tapi Aliano dan Vino?
"Bang, Kak, kapan kita balik lagi ke indonesia? aku udah kangen sama kak Riyan, kak, bang" ucap Acha agar di percepatan rencana mereka dan balik ke Indonesia.
"Dek, Adek baru kemarin lho sampai disini, masa udah mau pulang sih" ucap Aliano, memang Acha dan Vino baru kemarin sampai di London tapi sekarang Acha udah mau pulang ke Indonesia.
"Ih kak Lian, kakak gak tau sih, aku tu kangen sama kak Riyan, kak" ucap Acha agar Aliano dan Vino percaya. alasan.
“Dek, Abang udah bilang sama kamu, kalau kamu kita akan balik lagi ke Indonesia tapi, bukan sekarang"
"Bang" ucap Acha dengan nada memohon. Acha ingin segera ke Indonesia karena ingin bertemu dengan Iqbal tapi Acha gak akan bilang ke Rendy atau pun Aliano.
"Huft, oke Dek, kamu boleh balik lagi ke Indonesia, secepatnya tetapi ada syaratnya. Kamu tau kan apa syaratnya?. tanya Rendy ke Acha
“Iya Bang, aku tau kok syaratnya, dan aku udah sembuh bang jadi aku mohon sekarang aja ya Bang, aku udah kangen banget sama kak Riyan”. ucap Acha memohon "Maksudnya kak Iqbal" lanjut Acha dalam hati.
“Jangan Bang, sebelum Acha sembuh kita gak akan lanjutin rencana kita, biarin aja Acha lama disini, toh yang nanggung semuanya Acha kan, kita enggak”. goda Aliano
"Kak Li
"Dan ini kan rencana kamu Dek bukan kita, kita gak ada urusan apapun, buat apa kita pusing pusing toh gak ada untungnya kan buat kita" ucap Aliano memotong perkataan Acha. Aliano hanya ingin menggoda Acha aja enggak lebih kok
“Ihhh kak Lian ma, Acha udah kangen banget kak sama kak Riyan! Pokoknya Acha mau rencana kita di mulai sekarang juga titik gak pakek koma”. ucap Acha cemberut.
“Sekali enggak tetep enggak”. ucap Aliano lembut lalu pergi
“Abang pergi dulu ya Dek, rencana kita besok aja ya, yang penting kamu sembuh dulu”. ucap Vino lalu pergi
__ADS_1
🌊🌊🌊
Kini Riyan sedang berada di Rumah Sakit tempat Rendy bekerja. Riyan ke Rumah Sakit untuk mencari tau tentang Rendy lalu Riyan bertanya ke salah satu Suster yang ada di sana.
“Maaf sus, apa disini ada dokter Rendy?”. ucap Riyan
“Maaf pak sebelumya, tapi di Rumah Sakit ini tidak ada dokter yang bernama Rendy, mungkin bapak salah Rumah Sakit”. ucap Suster
“yaudah sus makasih”
Riyan sedang bingung karena nama Rendy di rumah sakit itu tidak ada. Padahal, kemarin Ia menelpon di rumah sakit ini. Lalu apa nama sebenarnya Rendy? apa Rendy bohong, kalau namanya bukan Rendy, lalu siapa?. Riyan bingung karena Rendy itu dokter yang menangani Istrinya saat Acha pingsan tetapi kenapa di Rumah Sakit ini tidak ada yang nama nya Rendy?.
Akhirnya Riyan memutuskan untuk kembali ke rumah keluarga Andriyan, karena hari sudah menjelang malam jadi, Ia harus pulang karena esok Ia akan mencari Acha kembali.
Di rumah keluarga Andriyan tepatnya di kamar Ryana dan Andri, terlihat Ryana yang ingin membuka surat tersebut dan akhirnya Ryana selesai membuka surat berwarna coklat, dan ternyata di dalam surat warna coklat ada lagi yamg berwarna Putih lalu Ryana membuka surat warna putih yamg berisi........ Ryana tak sengaja menjatuhkan hiasan yang ada di meja kamar nya dan tepat di saat Riyan pulang lalu, Riyan naik ke atas untuk mencari tau benda apa yang jatuh dan tak sengaja surat itu jatuh ke lantai.
“Ma, Mama gapapa kan?”. ucap Riyan yang langsung masuk
“Iya Ma!! Ouh iya itu surat apa Ma?”. tanya Riyan yang melihat ada selembar kertas di lantai, lalu Riyan mengambil surat tersebut
“Aduh kalau Riyan tau pasti Acha gak akan mau balik lagi ke Indonesia! Duh gimana nie?”. batin Ryana “ini bukan apa-apa kok sayang, kamu pasti capek, mending kamu istirahat deh”. ucap Ryana lalu mengambil surat tersebut
🌊🌊🌊
Disisi lain Acha sudah membaik dari kemarin dan hari ini Acha mulai merencanakan hal tersebut tetapi tanpa Acha tau Rendy dan Aliano sudah mulai rencana mereka.
“Bang Vin, Acha udah sehat loh Bang”. ucap Acha yang duduk di samping Vino
__ADS_1
“Trus”. ucap Vino cuek
“ihhh Bang Vino mahhhh, yaudah deh aku pergi aja”. ucap Acha cemberut. jujur saja Acha ingin cepat pulang ke Indonesia. bukan berarti Acha gak mau tinggal di London. Tetapi, saat ini Acha ingin melihat orang orang yang Ia sayangi yaitu Iqbal dan juga Riyan.
“Ehh jangan donk sayang, Bang Vino Cuma becanda kok”. ucap Vino memegang tangan Acha.
“Ihh tau lah, Acha marah sama Bang Vino”. ucap Acha
"Udah lah Bang. kasihan Acha nya. Abang gak kasihan sama Acha" ucap seorang wanita yang baru saja datang. seorang wanita di sayangi Vino setelah Ibu dan Acha. Perempuan itu adalah kekasih Vino yang bernama Ardiva yang sering di panggil Diva.
"Kak Diva" Acha memeluk Diva. "Kak, Bang Vino jahat sama Acha, kak. Acha mau balik lagi,kak. Tapi, tapi hiks Bang Vino gak bolehin Acha kak"
"Bang" ucap Diva Lembut. Supaya Vino ngijinin Acha buat pergi"
"Gapapa sayang, biarin Acha nangis"
"Bang, gak boleh gitu. Nanti kalau Acha sakit gimana" ucap Diva
"Yaudah, kalau Acha sakit, Rencana nya gak jadi". ucap Vino
“Ihhhh Abang mahh, iy iya Acha gak marah kok dan Acha juga gak akan sakit lagi, udah buruan kita mulai rencana nya”. ucap Acha melepas pelukan dari Diva.
“Rencana yang mana Dek? Emang kita punya rencana Apa Bang?”. tanya Aliano ke Vino
“Abang juga gak tau Al, mungkin Acha tau?”. ucap Vino
"Kak" rengek Acha ke Diva. agar Diva membantu Acha.
__ADS_1
"Huft, kalian ni ya, udah deh gak usah ganggu Acha lagi, gak usah goda Acha lagi. apa kalian mau kalau Acha sakit lagi? kalian mau kalau Acha masuk Rumah sakit, hah" ucap Diva dengan sedikit emosi Diva tau kalau Kekasihnya dan Aliano hanya becanda tapi kan gak lucu kalau yang di becandain akhirnya sakit. Rencana ingin goda tapi malas sakit, kan gak lucu?
"Abang, kak Lian"