
Akh
Suara itu. suara yang berasal dari dalam kamar mandi.
Riyan yang mendengarkan itu langsung menoleh ke sumber suara. Sedangakan, Acha panik saat Riyan berjalan mendekati kamar mandi.
Bisa bisa Riyan tau kalau Aliano dan Vino itu masih hidup. Dan gimana kalau Riyan melihat Rendy ada disini?.
Gawat gawat gawat
Acha mikir, Acha mikir, Acha Mikir.
Apa Acha harus pura-pura sakit?
Itu yang ada di benak Acha saat ini. Tapi enggak,itu gak benar. Lalu, apa yang bisa menyelamatkan Aliano dan Vino?.
Cklek
Bunyi knop pintu yang membuat Riyan berhenti melangkah menuju Kamar mandi dan menoleh kearah pintu.
Disana, Mommy Ana yang baru saja sampai di rumah sakit. Lebih tepatnya ruangan Acha. Mommy Ana berjalan menuju bangkar yang Acha tempati lalu, duduk di samping Acha.
Acha merasa lega, saat Riyan berjalan lagi kearahnya.
__ADS_1
"Mommy kok lama,sih?"
"Itu tadi kok Mommy kayak liat seseorang yang Mommy kenal ya, Dek" Ana tadi gak sengaja mendengar suara seseorang yang Ana kenal. Lalu, Ana mendekati ruangan itu dan Ia melihat orang yang mirip Danial, sahabat Acha.
Tubuh Acha tergang saat Ana mengucapkan kata kata itu. Apakah Mommy liat Bang Vino, Kak Lian, Kak Diva ataukah kak Nadia. pikir Acha.
"Siapa Mom"
"Danial" bukan suara Mommy Ana tapi itu suara Riyan.
"Maksud mas, apa?. Danial ada disini"
Riyan berpikir kalau Ia harus memberitau kondisi Danial kepada Acha. Karena Riyan tau Danial hanya sendiri disini. Dan hanya Acha yang ada di samping Danial. Jadi, Riyan harus memberitau keadaan Danial saat ini.
Gak tau kenapa Air mata Acha turun membasahi pipi. Ini bukan yang Riyan mau. Bikin Acha nangis. Tapi, udah terlanjur.
"Sayang, dengerin mas dulu"
"Sayang, kamu makan dulu ya. Katanya tadi mau makan masakan kesukaan Bang Vino. sekarang ya, Dek. Makan dulu"
"Mom"
"Iya, nanti Mommy anterin ke ruangan Danial. Tapi, Acha makan ya biar Mommy suapin"
__ADS_1
Tanpa Acha sadar, Acha ingin di suapin Aliano. "Nanti ya Mom, sekarang Acha ke ruangan Danial dulu, nanti kalau udah Acha mau di suapin kak Lian"
Riyan dan Ana mengerutkan keningnya. Aliano? bukannya Aliano udah gak ada udah pergi? lalu? apa Acha halusinasi?. pikir Riyan dan Ana.
Sedangkan, Aliano dan Vino tegang. apa Acha akan bilang kalau mereka ada di ruangan Acha, tapi bukannya tadi Acha panik saat Riyan ingin masuk ke ruangannya dan takut kalau Riyan melihat Aliano juga Vino. pikir Aliano dan Vino.
"Sayang, itu gak mungkin. Vino dan Aliano udah gak ada" Riyan mencoba menyadarkan Acha.
"Iya Dek. bener kata suami kamu. Vino dan Lian udah gak ada. gak mungkin mereka ada disini" sama seperti Riyan, Ana mencoba menjelaskan kalau Vino dan Aliano itu udah gak ada.
"Mom, Mas. mereka ada disini. Tadi Acha nyuapin mereka"
"Acha, Sayang. kamu cuma halusinasi. mereka udah pergi dan gak mungkin kembali lagi. Acha ingat mereka udah bahagia disana," ucap Ana
"Oh, tadi Acha nyuapin Diva dan Nadia. mungkin Acha ngira itu Vino dan Aliano" ucapan Vino yang membuat Ana kaget dan juga bingung. Apa Diva dan Nadia ada disini? kalau mereka ada disini, berarti yang Acha bilang bener. Vino dan Aliano juga ada disini. pikir Ana
"Udah deh. kalau Mommy dan mas Riyan gak percaya sama Acha. mending mas anter Mommy deh. pasti Mommy butuh istirahat"
"No, sayang"
"Mas, aku mau istirahat dulu, habis itu aku makan Lalu mas anterin aku ke ruangan Danial"
"Huft, oke deh.mz anter Mommy dulu ya nanti kalau ada apa apa hubungi mz atau Mommy"
__ADS_1