Cinta Acha

Cinta Acha
Suprise


__ADS_3

Hari ini, Acha udah di perbolehkan pulang. Setelah di rawat dua hari di rumah sakit yang membuat Acha bosen.


Vino melajukan mobilnya menuju rumah Riyan. Acha gak minta tapi, Vino tau Acha kangen sama Riyan. Walau baru dua hari Acha gak ketemu dengan Riyan.


Vino memarkirkan mobilnya di depan rumah Riyan. Lalu, Acha turun dari mobil dan menuju pintu utama.


Pintu utama terbuka dan Acha langsung masuk ke kamarnya. Karena Acha masih harus istirahat. Gak berapa lama kemudian, Vino mengetuk pintu dan langsung masuk.


Vino bilang ke Acha kalau nanti malam Ia akan mengajak kumpul bersama keluarga di belakang rumah Vino.


🌊🌊🌊


Malam harinya Vino sudah berada di rumah Acha untuk menjemput Acha.


Di dalam kamar, Acha sedang merias diri sebelum berangkat ke rumah Vino. Tak berapa lama, Acha selesai dandan. Dan inilah hasilnya

__ADS_1


Lalu, Acha keluar dari kamar dan menuju keberadaan Vino, yaitu ruang tamu.



"Kenapa, Bang? cantik, ya?" Acha melihat Vino yang memperhatikannya. Eh tunggu, kok Acha merasa ada yang aneh ya. Ada yang beda dengan tingkah Vino. Acha memikirkan ini dari tadi. Seharusnya kan, Acha istirahat di kamar bukannya pergi ke luar rumah. Acha kan baru pulang dari rumah sakit, tapi kok Vino ngajak Acha kumpul keluarga sih?.


Vino melihat Acha yang hanya diam. Vino gak tau apa yang Acha pikirkan. Vino melihat jam tangannya yang udah menunjukkan pukul tujuh lewat lima menit. Lalu, Vino menghampiri Acha dan menarik pelan lengan tangan Acha.


"Udah, yuk. Nanti telat lho." Vino membukakan pintu di mobil untuk Acha dan menutup. Lalu, Vino duduk di kursi pengemudi.


"Bang, Acha masih sakit lho, Bang." Acha mencoba mengingatkan Vino kalau Acha masih sakit harus istirahat.


Vino gak jawab pertanyaan Acha. Tapi, Vino menanggapinya dengan senyuman, lebih tepatnya senyum kebahagiaan.


Karena sebentar lagi adik kesayangannya ini gak akan sedih. Melainkan kebahagiaan bersama Riyan. Gak akan lama lagi dan semoga aja gak ada yang menghancurkan rencana Riyan yang udah di susun.

__ADS_1


Acha yang merasa gak ada tanggapan dari Vino merasa kesal. Lalu, Acha melihat ke arah Vino dan memperlihatkan Vino yang tersenyum. Acha merasa semakin aneh dengan Vino.


Karena gak ada tanggapan dari Vino, Acha memilih diam sampai akhirnya mereka sampai di rumah Vino. Vino keluar dari Mobil dan begitu juga dengan Acha.


"Eh, tunggu dulu Dek." Vino mencegah Acha yang ingin berjalan ke samping rumah.


Vino mengambil sesuatu di saku celananya dan memberikan ke Acha. Sedangkan Acha yang melihat Vino memberikan kain, bingung. Kenapa Vino memberi Acha kain.


Seakan tau kalau Acha bingung Vino bilang. "Kamu pakai ini, ada suprise buat kamu."


"Udah buruan pakai, ya udah Abang pakein, ya." Vino mengembalikan tubuh Acha, membelakangi Vino. Lalu, Vino menutup mata Acha menggunakan kainnya.


Sedangkan Acha, mulai merasa gugup, deg degan. Bahkan tangannya mulai keringat dingin. Acha merasa ada sesuatu yang Vino sembunyi'in. dan tadi apa? suprise? surprise apa yang kira kira Acha terima?.


"Acha, Dek." Vino memegang kedua pundak Acha untuk menyadarkan Acha. Karena Vino merasa Acha sedang melamun.

__ADS_1


"Yuk." Acha menggandeng tangan Vino agar Acha gak jatuh dan tangan kanan Vino memegang pundak Acha, bertujuan untuk mengarahkan Acha.


__ADS_2