Cinta Acha

Cinta Acha
Sesuatu


__ADS_3

Acha dan Riyan pergi ke ruang makan untuk makan bersama. Disana, sudah ada Ana dan Reza. Sedangkan Vino ada urusan kerjaan. Kalau Aliano pergi bersama Nadia.


Mereka makan dengan keheningan. Reza maupun Ana gak mau bahas masalah Acha dan Riyan. Karena, Ana maupun Reza yakin kalau mereka sudah baikan dan mereka gak mau bahas apa yang sudah terjadi. Mereka gak mau Acha merasa bersalah.


🌊🌊🌊


Hari ini Riyan berencana mengajak Acha kesuatu tempat. Tempat ini adalah tempat kesukaan Riyan. Dulu, Riyan punya keinginan melamar Tiara di tempat itu tapi, takdir mereka berbeda dan sekarang Riyan akan membawa Acha ke tempat favoritnya.


Riyan sudah membawa beberapa baju untuk Ia dan Acha kenakan nanti di tempat itu. Ini Ia siapkan untuk Acha. Ia ingin melihat Acha tersenyum lagi, setelah kemarin Acha sedih.


Dan sekarang, mereka sedang berada di perjalanan menuju tempat itu. Lumayan jauh tapi, Tempat itu nyaman untuk Riyan. Semoga Acha juga.


"Kita mau kemana sih, mas." entah keberapa kali Acha tanya ke Riyan tapi Riyan hanya Senyum sambil tangan kiri Riyan memegang tangan kanan Acha.


Acha milih diam daripada menghabiskan suaranya untuk hal yang gak penting(?).

__ADS_1


Dua jam perjalanan mereka belum sampai juga. Padahal badan Acha udah gak enak. Mau bilang ke Riyan takut Riyan akan merasa bersalah karena mengajaknya ke tempat yang jauh.


Acha bergerak gelisah karena belum juga sampai di tempat tujuan(?). Entahlah kemana Ia gak tau. Karena Riyan gak mau ngasih tau.


Acha udah gak tahan. Rasanya badan Acha gak karuan. Acha ingin sekali tiduran tapi gak bisa. Karena, Acha gak mau Riyan khawatir.


Acha harus gimana.


"Kenapa" kayaknya Riyan menyadari ketidaknyamanan Acha.


Tapi, enggak. Riyan gak semudah itu membohongi Riyan. Karena, daritadi Riyan merhatiin Acha yang duduk gak tenang, gelisah.


"Gak mau jujur sama mas, hem" Ahh ya, Acha baru ingat kalau apapun yang terjadi Ia dan Riyan harus saling terbuka. Tapi, Acha gak mau sampai Riyan khawatir. Acha harus bohong tapi,Apa?.


"Enggak, kok mas. Aku gapapa. Aku cuma nahan mual kok" Acha menutup mulutnya agar Riyan percaya.

__ADS_1


Riyan langsung menoleh kearah Acha yang sedang menutup mulutnya menggunakan tangan kiri. Karena tangan kanan Acha masih di genggam oleh Riyan.


Lalu, Riyan melambatkan mobilnya untuk siap siap berhenti. Saat mobil berhenti Riyan menatap Acha yang masih menutup mulutnya. Seketika Riyan langsung panik, Ia khawatir ke Acha.


"Kita balik aja ya Yank" sungguh Riyan khawatir ke Acha. Lebih baik Ia kembali ke rumah daripada melanjutkan tapi kondisi Acha yang gak memungkinkan.


"Enggak mas. Aku gapapa kok. Aku baik baik aja. Kita lanjutin aja ya"


Riyan masih menatap Acha. Acha memang terlihat pucat. Gimana ini? lanjut atau enggak.


"Mas gak bisa liat kamu kayak gini Yank. Kita pulang ya" Riyan bener bener gak mau Acha dan calon bayi nya kenapa napa. Kenapa Ia gak mikirin kesehatan Acha dan calon banyinya. Kenapa Ia ceroboh?.


"Enggak mas. Aku gapapa. cuma mual mas. biasa kayak gini" Acha gak mau kecewain Riyan,lagi. Jadi, Ia bersikeras untuk tetap ke tempat itu.


"Yaudah. Kamu tidur aja. Nanti kalau udah sampai mas bangunin kamu, oke"

__ADS_1


"Ya mas" Acha langsung menutup mata tapi, tidak tidur. Acha gak bisa tidur karena beberapa jam yang lalu Ia baru bangun tidur. Lagipula, Ia gak ngantuk. Cuma pegel aja badan Acha. Acha menutup mata karena gak mau berdebat dengan Riyan. Dan berakhir pulang ke rumah Vino.


__ADS_2