
Beberapa menit kemudian. Acha mengigau menyebut nama Vino atau Rendy. Acha memohon agar Rendy gak jadi pergi. Di bawah alam sadar Acha,,,
“Abang Rendy kenapa ninggalin Acha Bang! Apa Abang gak sayang lagi sama Acha! Kenapa Abang pergi dari sisi Acha, Bang! Apa Acha punya salah sama Bang Rendy! Kalau iya, Acha punya salah sama Bang Vino, Acha minta maaf Bang tapi, Acha mohon Abang jangan tinggalin Acha sendiri disini Bang” Acha mengigau dengan meneteskan air mata.
Hati Riyan seperti terbakar karena lagi lagi dan lagi Acha menyebut nama Rendy di dalam alam bawa sadarnya.
“Rendy lagi Rendy lagi! Kenapa sih Acha masih berhubungan sama Rendy, Rendy itu!”. batin Riyan
Bukan cuma Vino aja tapi juga Aliano. Acha juga memimpikan Aliano di alam bawa sadarnya. Acha juga mamohon untuk Aliano kembali ke pelukannya, disisinya.
“Kak Aliano, Acha mohon kembali kak, jangan tinggalin Acha sendiri! Apa Kak Lian tega ninggalin Acha sendiri! Bang Vino udah pergi kak dan sekarang kak Lian ikut pergi dari Acha! Please kak jangan tinggalin Acha”.
“Sayang kamu gak usah sedih, Abang akan selalu di samping Acha, kok! Abang janji Abang akan selalu sayang sama kamu, Cha. jadi, Abang mau Acha senyum dan Acha gak boleh nangis”. ucap Vino (Rendy) dalam alam bawa sadar Acha
“Gak Bang, kalau Bang Vino sayang sama Acha, Abang gak mungkin ninggalin Acha sendiri disini! Acha tau, Acha selalu nyusahin Bang Vino tapi jangan hukum Acha kayak gini Bang, Acha gak sanggup jauh dari Bang Vino dan Kak Lian” di dalam alam sadar Acha memeluk Rendy
__ADS_1
“Bang Vink akan selalu bersama kamu Dek. Abang gak akan kemana-mana,kok. karena Abang ada di hati Acha" Rendy melepas pelukan Acha dan menaruh tangan kanan Acha di dada Rendy
"Acha sehat ya disini, Abang mau pergi dulu tapi ingat, Acha gak boleh nangis, kasihan Baby nya kalau kamu nangis”. sebelum Rendy pergi, Rendy mengusap air mata yang menetes di pipi Acha. Setelah itu Rendy baru menghilang.
"Kak, Kak Lian gak boleh pergi. Kak Lian sayang kan sama Acha. jadi, please kak jangan tinggalkan Acha sendiri disini" Acha menatap mata Aliano. agar Aliano gak pergi karena melihat Acha menangis.
"Maaf sayang, Maafin kak Lian. Kak Lian harus pergi" Aliano pun juga menghilang setelah mengucap kalimat itu.
“Gak Bang Vino gak boleh pergi, Acha mau ikut sama Abang, Acha mau pergi sama kalian, Kak Lian, Bang Vino”. ucap Acha lalu bangun dari pingsannya. Acha melihat Riyan yang meneteskan air mata. entahlah kenapa Riyan menangis Acha gak tau karena Acha baru sadar dari pingsannya.
“Mas Riyan gapapa kok Cha, tapi kenapa Acha bisa pingsan?” Riyan gak mau mengungkit masalah Rendy karena Riyan takut, takut kehilangan Acha. memang Cinta Itu Buta.
“Kak Lian sama Bang Vino pergi, mas. mereka udah niggalin Acha”. Acha langsung memeluk Riyan dengan erat bahkan Acha belum ngeh dengan pertanyaan Riyan dan jawabannya.
“Maksud Acha?” Riyab melepas pelukan Acha lalu menyuruh Acha.
__ADS_1
Riyan memperhatikan Acha karena Acha diem. Tapi, tiba tiba,,
“Gak itu gak mungkin terjadi, aku harus mastiin sendiri kalau itu Cuma mimpi, itu bukan kenyataan”. Acha turun dari ranjang nya lalu kebawah dan di ikuti Riyan.
“Loh Bang, Acha kenapa kok lari-lari sih?”. Ryana sedang berada di luar kamar dan melihat Acha yang lari dengan buru buru
“Riyan gak tau Ma, tadi Riyan tanya kenapa Acha nangis tapi Acha malah pergi”. ucap Riyan
“Yaudah Bang, mending kita susul Acha aja”. ucap Andri yang baru keluar dari kamarnya karena mendengar pembicaraan Anak dan istrinya.
Acha membuka pintu utama dengan cepat dan saat pintu itu terbuka seutuhnya Acha gak jadi keluar melainkan berdiri di tempat yang sama sebelum membuka pintu.
salah satu orang yang Acha liat itu berjalan dan memeluk Acha
🌊🌊🌊
__ADS_1
APA YANG ACHA LIAT? SIAPAKAH ITU?