Cinta Acha

Cinta Acha
Siuman. Danial


__ADS_3

Dokter Lia kembali ke ruangan Acha untuk memeriksa Acha. Dokter Lia mengetuk pintu ruangan itu lalu, membuka pintu. Ia bisa melihat beberapa orang yang ada di ruangan itu.


bukan cuma berlima tapi ada tujuh orang. eh delapan dengan Acha.


Dokter Lia memeriksa kondisi Acha dan dokter Lia mengatakan kalau Acha sudah baik baik aja. Kondisinya pun gak selemah tadi dan Acha diperbolehkan pulang besok siang.


"Em Cha. saya mau tanya sama kamu"


Dokter Lia ingin menanyakan keberadaan Vino. Bukan apa apa, tapi karena mereka sahabat aja.


"Mau tanya apa Dok"


"Dokter Virza eh maksud saya Abang kamu, Vino udah pulang? karena dari tiga minggu lalu saya belum bertemu dokter Virza, eh."


Acha gak jawab. Acha hanya diam. Bukan cuma Acha, tapi semua yang ada di ruangan itu. Sedangkan dokter Lia merasa bingung, apa yang salah dengan pertanyaannya.


Seberapa menit suasana hening. salah satu dari mereka memecahkan keheningan. orang itu adalah Ana, Mommynya Vino.


"Dokter kenal sama anak saya" Karena Ana gak tau kalau Vino kerja di rumah sakit ini. Yang Ana tau Vino kerja di salah satu rumah sakit.


"Iya Buk. Saya Lia, Sahabat Virza" Lia memperkenalkan diri. "Lalu, Virza sekarang dimana ya"


"Dokter gak tau, kalau Bang Vino korban kecelakaan pesawat waktu itu" Acha menjawab tapi perasaannya masih nyeri. Acha pura pura tegar.

__ADS_1


"Sorry Cha. udah gak usah nangis, sekali lagi sorry ya. kalau gitu saya balik ke ruangan saya dulu" Dokter Lia pun pergi.


"Acha gak boleh sedih. kalau Acha sedih, nanti dedek baby nya ikut sedih lho. Emang Acha mau dedek Baby nya ikut sedih" Acha menggelengkan. Ia gak mau anaknya kenapa napa tapi terlalu berat menerima kenyataan ini. Yang pertama kepergian Aliano dan Vino. Yang kedua menghilangnya Danial dan yang ketiga masalah Danial dengan Iqbal, kekasih Acha.


Kalau aja Acha bisa gak mikirin itu semua tapi gak bisa. walaupun Acha mencoba tapi tetap gagal. tetap aja Acha mengingat kejadian demi kejadian akhir akhir ini.


🌊🌊🌊


Aryan yang ada di ruangan Danial. melihat mata Danial yang mulai membuka. Mata Danial menyesuaikan penglihatannya.


Deg


Danial melihat ada orang yang mirip suaminya Acha. Riyan, Danial melihat kalau Aryan itu adalah Riyan.


"Lo


"Gue Aryan bukan Riyan" Aryan paham atas kebingungan Danial.


"Oh, gue ingat. Kenapa Lo ada disini" Danial ingat kalau tadi Ia merasa tubuhnya gak beres. Lalu, Danial segera pergi ke rumah sakit. Dan tepat saat sampai di rumah sakit, Danial pingsan.


"Seharusnya gue yang nanya sama lo, Ngapain lo disini, pingsan lagi"


Danial tersenyum miris atas penyakitnya. "Gue gapapa kok, Ar. Gue cuma tidur"

__ADS_1


Aryan menaikkan sebelah alisnya "Ngaco lo, Dan"


Danial hanya menanggapinya dengan senyum, lagi lagi senyum miris. "Bener Ar, gue tidur disini"


Aryan merasa aja yang ganggal, Ngapain tidur di rumah sakit kalau enggak sakit. "Lo, baik baik aja kan"


Danial harus bilang apa selain IYA. "Iya, gue gapapa Ar"


🌊🌊🌊


Orangtua Acha dan Orangtua Riyan sudah pergi beberapa menit yang lalu. Sekarang tinggal Acha dan Ana yang ada di ruangan Acha. Reza udah pergi mengurus perusahaannya sedangkan Riyan pergi ke mushola.


"Emm, Mom"


"Iya Dek, kenapa"


"Mom, emm boleh gak Mommy masakin Acha makanan kesukaan Bang Vino. Acha gak tau kenapa. Tiba tiba Acha kangen sama makanan itu"


"Tentu boleh donk Dek. nanti ya Mommy masakin"


"Mom, sekarang ya"


"Emm yaudah deh. Mommy pulang dulu ya"

__ADS_1


Ana pergi. Tak selang berapa menit ada yang membuka pintu. siapakah itu?


__ADS_2