
Kini Acha dan kaluarganya sudah berada di depan rumah mewah keluarga Andriyan tetapi tidak semewah rumah yang ada London, perlahan Ryana mendorong pintu utama dan masuk yang diikuti Andri, Putri dan Aris sedangkan Acha? Karena kondisi Acha saat ini adalah Acha jadi Acha sedikit pusing di karenakan perjalanan yang jauh membuat kondisi fisiknya melemah lalu dri arah melakang Acha ada seseorang yang baru turun dari mobil nya dan melihat Acha yang sedang memegangi kepala nya. Riyan! orang yang melihat Acha memegangi kepala dan saat melihat Acha ingin pingsan, Riyan berlari untuk menompang tubuh Acha.
“Sayang bangun Cha, kamu kenapa”. ucap Riyan menepuk lembut pipi Acha lalu Riyan membopong Acha masuk ke dalam rumab
“Assalamu’alaikum Ma”. ucap Riyan yang memasuki rumah
“Wa’alikumsalam”. ucap Putri,Ryana,Aris dan Andri
“Loh Bang, Acha kenapa kok bisa pingsan sih?”. ucap Ryana
“Riyan gak tau Ma, yaudah Riyan bawa Acha ke kamar ya”. ucap Riyan lalu pergi yang diikuti Putri, Ryana, Aris dan Andri.
“Astaga, Mami baru ingat kalau kondisi Acha itu lemah! Dan kemarin Rendy bilang kalau saat Acha nangis atau perjalanan jauh pasti Acha akan capek dan pingsan! Kenapa baru ingat sih, coba aja kalau tadi kita ingat pasti Acha gak akan pingsan”. ucap Putri
“Iya Put, aku juga lupa kenapa ya kok Acha bisa kek gini”. ucap Ryana
“Gak tau juga ya Na. aku yang ibunya gak tau apa soal Acha" ucap Putri
__ADS_1
Rendy, Aliano, Ana dan Reza menyembunyikan soal penyakit Acha. Acha gak mau kalau orangtuanya tau dan menyalahkan keluarga Adhiv yang telah lalai menjaga Acha.
Orang yang tau penyakit Acha hanya orang orang tertentu siapa aja mereka? Vino, Ana, Reza, Aliano, Dan, Diva, dan terakhir Nadia. Bahkan Iqbal pun gak tau soal penyakit yang Acha derita.
“Mi Pi Ma Pa bisa tinggalin kita berdua gak, biar Acha istirahat”. ucap Riyan
“Yaudah Yan, kita ke bwah ya”. ucap Andri lalu pergi dan diikuti Putri, Ryana dan Aris.
Di kamar hanya tinggal Acha dan Riyan dengan posisi Acha yang masih menutup mata karena pingsan. sedangkan Riyan sedang mencium tangan Acha berkali kali dan.......
“Mas Riyan gak marah kok Yank, sama kamu. yang terpenting kamu disisi mas, itu udah lebih dari cukup karena mas Riyan mencintai kamu dengan tulus”. ucap Riyan
“Stttt gue dimana”. ucap Acha yan baru sadar dan memegangi kepalanya dengan tangan kiri karena tangan kanannya di genggam oleh Riyan.
“Sayang kamu udah sadar? apa yang sakit atau kamu masih pusing?”. ucap Riyan
“Kak Riyan, kok aku ada disini sih?”
__ADS_1
“Tadi kamu pingsan di depan rumah dan kebetulan mas Riyan baru pulang dari kantor”. ucap Riyan
“Akuuu...
“Udah kamu gak usah banyak bicara, mending sekarang kamu istirahat aja ya”. ucap Riyan
“Mas Riyan apa boleh aku meluk mas Riyan?”. ucap Acha. jujur saja Acha sebenarnya gak ingin memeluk Riyan tapi entah kenapa tiba tiba ia kangen berada di pelukan Riyan. apa ini karena bayi mereka?
“Kenapa mas, gak boleh ya”. ucap Acha yang melihat Riyan diam
“Boleh kok sayang, yaudah kita tidur aja ya, ini juga udah siang lho”. ucap Riyan lalu tidur di samping Acha dan memeluk Acha
“Mas Riyan gak marah sama aku?”.
“Buat apa mas Riyan marah sama kamu,Cha. Mas Riyan tau kok kalau kamu gak bisa jauh dari mas Riyan jadi, buat apa mas Riyan khawatir kalau kamu akan pergi dari mas Riyan”
“Issss Apaan sih mas, udah lah Acha mau istirahat”.
__ADS_1