
Rendy masuk ke kamar Acha dan berjalan menghampiri Acha, Ana dan Riyan. Lalu, Rendy berdiri di depan Acha.
"Eh bang Rendy. kenapa kesini, bang?"
"Mau nyuapin kamu, Mau 'kan" Rendy mengambil piring di meja deket Acha. Lalu, menyuapi Acha.
"Bang, thank you" Reflek Acha berdiri lalu, mencium pipi Rendy.
Riyan syok karena melihat kejadian yang tak Ia ingin 'kan. Muka Riyan udah merah menahan marahnya. Ia marah tapi, gak bisa Ia luapkan. Riyan hanya bisa mengepalkan tangannya. Ia menarik nafas dalam lalu menghembuskan perlahan. Riyan mengatur emosinya agar gak keluar.
"Makasih Bang. Tapi, aku gak suka di bohongi" Acha bisa merasakan kalau yang Acha makan itu masakan Rendy bukan mommy Ana.
"Abang gak bohong. Tadi itu
"lahh. Bilang aja Abang tu gak mau 'kan aku marah sama Abang"
"hemm, bisa jadi".
Acha menghabiskan makannya dengan di suapin Rendy. Riyan hanya bisa melihat Acha yang sesekali tertawa karena ulah Rendy. Riyan tersenyum miris. Kenapa bukan Ia yang bikin Acha tertawa?. Kenapa bukan Ia yang menyuapi Acha? Kenapa harus Rendy yang masak? dalam hati ,Riyan menangis karena Ia seperti gak di anggap oleh Riyan.
Riyan berpikir apakah hubungan Acha dengan Riyan itu sebatas kakak beradik atau kekasih. Kalau kakak beradik apakah pantes nyium laki laki lain?.
"Ya udah Dek. Abang sama Mommy kebawah dulu ya. Kamu istirahat aja"
__ADS_1
"Iya Bang. Makasih ya Bang. Abang udah masakin buat Acha"
"Iya Dek, sama sama. Ya udah Abang dan Mommy pergi ya, yuk Mom" Rendy dan Ana pergi dari kamar Acha.
Acha berdiri dan langsung pergi ke Ranjang. sedangkan, Riyan hanya melihat Acha yang berpindah tempat.
"Cie, seneng ya. seneng banget sih sampai cium laki laki lain" Riyan menyindir Acha karena Ia gak tahan atas perlakuan Acha dan Rendy didepan mata Riyan.
"Mas Riyan. Mas aku bisa jelasin. aku tadi, cuma
"Udah terserah" Riyan pergi dari kamar. Bukan karena marah Riyan cuma kesel aja sama Acha dan lagi pula Riyan dapat WhatsApp kalau ada seseorang yang ingin bertemu Riyan.
"Mas, Mas Riyan tunggu mas". Acha mencoba menggantikan Riyan tapi, gak bisa. Kenapa? karena gak mungkin 'kan Acha lari. Yang ada calon anak 'nya yang kenapa napa. Biarlah. Biarin Riyan pergi. Mungkin Riyan butuh menenangkan pikiran.
Salah lagi. Tapi, Acha dan Rendy itu'kan sepupuan. Mereka satu nenek. Lalu, apa salahnya.
Yahh Acha harus bilang yang sebenarnya kepada Riyan. Acha gak mau ada salah paham lagi diantara mereka. Acha gak mau jauh dari Riyan. Acha gak mau rumah tangganya dengan Riyan hancur karena salah paham.
Acha mengambil hpnya yang ada di tas. Acha mencoba menghubungi Riyan. Acha ingin langsung bilang yang sebenarnya.
Satu kali memanggil
dua kali juga memanggil
__ADS_1
tiga kali berdering tapi gak diangkat
empat kali di reject
Yahh, kalau Riyan udah nolak panggilan dari Acha. Acha nyerah. Mending nanti aja kalau Riyan udah pulang.
Acha mengembalikan hp nya ke tas. Lalu, Acha istirahat. Kalau enggak, pasti Acha kecapean dan akhirnya jantungnya sakit. Atau enggak perutnya yang sakit.
Baru aja Acha mau tidur. Hp nya berbunyi. Acha kembali mengambil hp di tas dan melihat siapa yang menelpon. My Mas. Nama yang tertera di layar hp Acha.
"..."
"Iya Mas. Wa'alaikumsalam. Gapapa ,kok. Mas sibuk ya"
"..."
"Acha mau jujur sama kamu, Mas. Ada waktu gak"
"..."
"Ya udah gapapa Mas. besok janji ya"
"..."
__ADS_1
"Iya mas, Wa'alaikumsalam"
"Liat besok mas. Semoga mas gak marah sama aku. Semoga mas bisa ngerty" itu harapan Acha.