Cinta Acha

Cinta Acha
Introspeksi Diri


__ADS_3

Riyan berjalan kearah Acha. Acha yang tau kalau Riyan di sampingnya lalu berdiri dari tidurannya. Acha memandang Riyan dengan tatapan bertanya dan juga takut.


Gugup. Acha merasa gugup karena Riyan menatap Acha dengan tatapan tajam. Seperti Acha memiliki kesalahan yang besar. Tapi, apa? Apa yang membuat Riyan marah. Bukannya Riyan udah tau semuanya. Eh tunggu, Acha ingat. Apa Riyan tau soal penyakitnya.


Acha semakin gugup memikirkan Riyan yang mengetahui soal penyakitnya.


Sedangkan Riyan memandang Acha dengan tatapan curiga. Riyan tau Acha sedang gugup tapi, yang Riyan tangkap dari kegugupan Acha adalah Acha dan Danial bertemu dan Riyan mengetahuinya. Bisa di bilang foto itu bener adanya.


"Mas Riyan," Acha gak bisa menutupi kegugupannya.


Riyan gak jawab. Riyan masih menatap Acha dengan tatapan tajam. Riyan gak bisa lagi menahan ini semua. Bener yang di katakan Tiara. Acha gak mungkin bisa berubah. Acha tetaplah Acha yang gak bisa move on dari Danial yang notabennya cinta pertamanya.


Riyan membuka hpnya mencari foto yang Tiara kirim tadi. Setelah ketemu, Riyan melihatkan foto itu ke Acha.


"Saya gak nyangka Cha. kamu bisa berbuat kayak gini. Saya udah percaya ke kami tapi, apa? Kamu tega lakuin hal itu. Padahal kamu bilang kamu cinta saya' kan. Halah bullshit." Riyan menunjukkan foto Acha dan Danial yang diambil beberapa bulan yang lalu.


Acha terkejut melihat foto itu ada di tangan Riyan. Acha gak masalah kalau foto itu ada di tangan Riyan, tapi yang jadi masalahnya itu Riyan salah paham. Eh tunggu kok Riyan bisa punya foto itu ya. Darimana Riyan dapat foto itu. Acha bertanya tanya dalam hati.


"Mas Riyan tau dari mana foto itu." sebenernya gak penting foto itu ada di tangan Riyan. Acha pikir foto itu gak akan pengaruh kepada Riyan. Karena Riyan tau Acha dan Danial itu hanya sahabat. Gak lebih. Jadi Acha nyantai aja saat Riyan menunjukkan foto itu ke Acha. Acha belum ngeh ya ucapan Riyan yang sedikit formal.


"Gak penting saya dapet foto ini dari mana. Satu yang terpenting sekarang. Foto ini bener foto kamu dan Danial kan,"


"Iya, tapi..."


"Kenapa? Kenapa kamu selalu mainin perasaan saya. Apa kurang saya di hidup kamu. Apa saya kurang baik buat kamu, sampai kamu selingkuh lagi di belakang saya? Apa kamu gak bisa sedikit aja ngerti perasaan saya. Sampai kapan kamu nyiksa saya, sampai kapan?"


Riyan meluapkan emosinya ke Acha. Riyan udah gak tahan dengan Acha, dengan tingkah laku Acha. Ini semua harus Riyan akhiri. Riyan gak mau sakit terlalu dalam.

__ADS_1


Acha baru nyadar kalau ucapan Riyan itu menggunakan bahasa formal. Acha juga baru nyadar kalau foto itu yang membuat Riyan marah. Tapi, kenapa? itu kan foto kenang kenangan Acha dan Danial sebelum Acha balik lagi ke Indonesia. Lalu, apa masalahnya. Kenapa Riyan marah banget ke Acha.


Dan kenapa Riyan bahas masalah yang dulu. Bukannya Riyan udah maafin Acha dan Iqbal. Lalu, sekarang Danial. Riyan tau kan kalau Danial itu sahabat nya Acha. kenapa Riyan marah.


Acha masih mikir kenapa tiba tiba Riyan berbeda. Tanpa Acha sadari Riyan udah membawa kopernya dan udah sampai di hadapan Acha yang membuat Acha sadar.


"Mas ngapain bawa koper,"


"Bukan urusan kamu," Riyan menyeret kopernya dan berlalu di hadapan Acha.


"Mas, maksud mas Riyan apa?" terkejut donk pastinya. Acha gak ngerti jalan pikiran Riyan saat ini. Apa maksud Riyan dengan membawa koper?.


"Untuk sementara waktu mending kita pisah dulu. Kamu disini dan saya yang pergi. Kita introspeksi diri dulu. Saya pergi," Riyan melanjutkan pergi dari rumah itu.


"Enggak mas. Mas apaan sih. Enggak ya. Mas dan aku akan tetap tinggal disini,"


"Oh iya satu lagi. Jangan pergi kamu cari saya kalau kamu gak mau saya pergi jauh dari kamu. Kalau kamu tetap cari saya sampai membuat calon anak saya kenapa napa, mungkin saya gak akan kembali ke kamu," Riyan langsung pergi tanpa memperdulikan Acha.


🌊🌊🌊


Di depan rumah Acha dan Riyan, ada seseorang yang memperhatikan pertengkaran Acha dan Riyan. Orang itu udah dari tadi mengikuti Riyan. Orang itu mengikuti Riyan dari cafe sampai rumah dan orang itu juga mengikuti Riyan yang pergi dari rumah.


🌊🌊🌊


Acha mematung melihat kepergian Riyan. Acha mikir kalau Riyan ngira Ia dan Danial punya hubungan. Riyan ngira kalau foto itu baru hari ini karena Acha baru sadar kalau Acha memakai pakaian yang sama seperti di foto. Pantes Riyan marah.


Terus, Acha harus gimana. Acha belum menjelaskan ke Riyan kalau itu foto lama dan Riyan pergi. Acha menaiki tangga menuju kamarnya. Acha mengambil hp nya dan mencoba menghubungi Riyan. Tapi, nomer Riyan gak bisa di hubungi.

__ADS_1


Acha turun untuk mencari keberadaan Riyan. Mungkin aja Riyan pulang ke rumahnya. Tapi, gak mungkin Riyan pulang ke rumah. Kalau Riyan ke rumah orangtuanya, pasti orangtuanya tau kalau mereka ada masalah.


Acha mencoba menghubungi Aryan. Menanyakan Riyan ada di rumah atau enggak. Pas kebetulan banget Aryan ada di rumah tapi, Riyan yang gak ada di rumah.


Acha menangis karena gak tau dimana Riyan. Acha menyesal karena udah pernah berkhianat pada Riyan. Acha nyesel karena gak bisa jaga hatinya hanya untuk Riyan. Setelah Riyan pergi Acha bener bener nyesel dengan semua tingkah lakunya.


Dulu, memang Ia yang menginginkan membalas dendam kepada Riyan karena orangtuanya dan orangtua Riyan.


Tapi, sekarang. Cinta itu tumbuh dengan sendirinya. Waktu Acha bilang mencintai Riyan, Riyan masih ragu kepada Acha. Itu wajar.


Acha gak tau harus gimana lagi. Mencari Riyan pun percuma. Acha gak mungkin mencari Riyan tanpa arah tujuan. Riyan tadi juga udah bilang ke Acha, jangan pernah cari Riyan kalau Acha gak mau Riyan pergi selamanya.


Acha kembali terduduk di sofa tempat tadi Ia tiduran. Tiba tiba Acha merasa sesak nafas. Nafas Acha tersenggal senggal. Tangan Acha memegang dadanya yang terasa sakit. Acha butuh oksigen. Acha berdiri untuk mengambil air tapi, sebelum mencapai gelasnya pandangan Acha menjadi buram.


Acha pingsan.


Vino dan Diva sedang di perjalanan menuju rumah Acha. Gak tau kenapa, Vino memikirkan Acha. Apalagi, Aliano juga merasa kalau ada sesuatu yang terjadi kepada Acha. Biasanya Aliano akan merasa gak enak hati kalau ada sesuatu ke Acha. Karena Aliano sayang banget ke Acha.


Mobil Vino memasuki gerbang rumah Riyan. Vino nampak bingung karena tak melihat mobil Riyan yang ada di rumah. Tumben, biasanya Riyan selalu ada di rumah. Apa mobilnya di pakai temennya. pikir Vino.


Vino dan Diva langsung keluar dari mobilnya. Lalu, berjalan ke arah pintu. Pintu terbuka sedikit. Vino mengetuk pintu dan mengucap salam.


Beberapa kali mengetuk pintu, gak ada sautan dari dalam. Lalu, Diva menyarankan untuk langsung masuk. Karena Diva juga ikut khawatir setelah mendengar kalau Aliano dam Vino memiliki perasaan yang gak enak terhadap Acha.


Vino membuka pintu lebar-lebar. Vino dan Diba terkejut melihat Acha yang tergeletak di lantai. Vino dan Diva berlari ke arah Acha lalu, membawa Acha ke Rumah sakit.


🌊🌊🌊🌊🌊🌊

__ADS_1


πŸ’Senin, 15 Februari 2021πŸ’


__ADS_2