
Acha dan Riyan pergi ke kamar Acha yang ada di rumah Vino. Acha merapikan baju baju Riyan tetapi Riyan menghentikan gerakan tangan Acha.
"Kamu istirahat aja ya, Sayang. ini, biar mas aja yang beresin"
Acha menggelengkan kepalanya. "Enggak, mas. ini kewajiban Acha. mending mas aja yang istirahat. mas juga capek kan nunggu aku di rumah sakit"
Riyan menatap mata Acha "Yang terpenting itu kamu, sayang. kamu dan bayi kita. mas gak mau kamu lelah, Yank. kamu istirahat ya"
"Ya Mas"
Acha berbaring di ranjang'nya dan melihat Riyan yang sedang menyusun baju baju Riyan, sendiri ke almari. lalu, Acha membatin. "Aku sayang sama kamu, Mas. entah sejak kapan aku gak tau. walaupun rasa cinta ini gak sepenuhnya buat kamu, tapi aku yakin aku sayang sama kamu, mas. Kamu orang yang baik, gak pantas dengan aku yang suka mempermainkan perasaan kamu, mas. Aku harus ikhlasin kamu buat Tiara. kamu dan Tiara sama sama orang yang baik. Aku tau pasti hati ini akan merasa sakit tapi, aku mau kamu bahagia dengan orang yang baik bukan seperti aku"
"Hei, Cha. Sayang, kamu kenapa? mikirin masalah apa, Yank" Acha tersadar karena Riyan yang memegang pundak Acha dan mengucapkan kata kata itu.
"Mas, aku mau bicara sama kamu" Acha yakin itu yang terbaik.
Riyan menatap mata Acha dan menggenggam tangan Acha. "Apa"
"Aku bukan orang yang baik, mas" Riyan semakin bingung apa yang Acha ucapkan.
"Maksud kamu, Yank"
"Aku ikhlas mas, kalau mas ninggalin aku" seketika Riyan melepaskan genggaman tangan nya dari tangan Acha.
"Maksud kamu apa, Cha. Kamu mau ninggalin mas, lagi"
"Enggak, mas"
Riyan berdiri dari duduknya."Lalu apa. kenapa kamu ngomong kek gitu. kalau bukan mau Ninggalin mas"
Acha ikut berdiri lalu menggenggam tangan Riyan. "Mas, Acha bukan orang yang baik. Acha gak pantas buat mas"
"Kamu pantas sayang, kamu sangat pantas. Kamu tau, gak ada yang lebih pantas buat selain kamu. mas tau kamu bukan orang yang baik tapi apa kamu yakin di luar sana mereka juga baik. mas gak jelek jelekin mereka tapi mas cuma mau kamu tau kalau apapun yang terjadi sama kamu, mas selalu buat kamu. mas gak peduli mau kamu baik atau enggak, yang jelas mas sayang sama kamu. mas gak mau kehilangan kamu lagi"
Trink
satu Notif pesan yang masuk ke HP Acha. Acha mengambil hpnya dari saku celana dan membuka layar hpnya. Acha terkejut melihat isi pesan itu.
Kak Iqbal π
Sayang, kamu tau kan kakak cinta sama kmu.
Kakak gak mau kita jauhan lagi.
tapi kakak sadar jalan kita udah beda, Cha.
kamu udah punya suami dan kakak juga udah punya Tiara.
kakak gak mau nyakitin orang yang tulus sayang bahkan cinta sama kakak
__ADS_1
kakak juga gak mau persahabatan kakak dan Riyan hancur.
kakak gak mau sampai nyakitin perasaan Danial, adik kakak.
Untuk itu kakak mau kita putus.
lalu Acha membalas pesan Iqbal.
Iya kak. aku tau kakak dan aku mencintai
tapi, kita gak bisa bersama kak
kakak udah ada Tiara dan aku udah ada Kak Riyan
Kita udah punya pasangan masing masing, kak
soal Danial, aku mau jujur sama kak Iqbal tapi bukan sekarang, kak
aku mau kita ketemu, kak
aku mau jelasin sejelas jelasnya yang belum aku jelasin kemarin.
nanti aku kabarin lagi, kak
Sekarang aku ada urusan
Acha menyimpan kembali hpnya ke saku celana. Lalu, Acha kembali menatap Riyan. Ia harus jujur, ya, harus. "Mas, Acha mau jujur sama mas kalau Acha dan
Belum juga Acha menyelesaikan pembicaraannya ada suara notifikasi yang terdengar dari hp Acha.
Acha menarik nafas nya dalam dalam lalu kembali melihat hpnya. Danial First Love.
Danial First love
Cha, gak tau kenapa gue kangen lo.
Gue rasa gue gak akan ketemu ko lagi.
Gak tau kenapa, itu yang gue rasain, Cha.
Mungkin kita gak akan ketemu lagi, Cha.
Deg. jantung Acha berdetak lebih cepat setelah membaca isi pesan Danial. kenapa Danial menulis itu? Apa yang sebenarnya terjadi. kenapa perasaan'nya tiba tiba gak enak.
Acha membaca lagi pesan yang Danial kirim.
Cha, gue sayang sama lo.
Lo cinta pertama gue, Cha.
__ADS_1
Gue tau lo sekarang udah ada yang punya.
tapi apa kita bisa ketemu. sekali aja, Cha.
gak tau kenapa gue rasa kita akan jauh.
Dada sesak setelah memikirkan apakah Danial pergi meninggalkan'nya? tapi kemana?
Danial kembali ke London atau?
Enggak, Acha menggelengkan kepalanya. ini gak mungkin terjadi.
Setelah Danial kembali ke sisi Acha. Acha kembali menyukai Danial. Tapi, Acha juga menyukai Riyan dan Iqbal.
Acha gak boleh egois. Acha harus bisa milih salah satu diantara mereka.
Iqbal udah milih Tiara, lalu Riyan dan Danial yang masih setia di samping Acha.
Danial cinta pertama Acha tetapi Riyan adalah ayah kandung anak yang sedang Acha kandung.
tapi tapi tapi
kalau Danial bener bener pergi bagaimana? Ia belum siap kehilangan Danial, cinta pertama'nya.
Tiba tiba Acha merasa pusing.
Riyan dengan sigap membantu Acha untuk duduk di ranjang. Lalu Riyan menidurkan Acha pelan pelan. Riyan gak tau kenapa Acha bisa down lagi. Riyan jadi penasaran siapa yang mengirim pesan kepada Acha dan apa isi pesannya.
Riyan menyelimuti Acha dan mengusap kepala Acha. Perlakuan Riyan yang membuat Acha senang sekaligus bingung.
Kalau Acha melepas Riyan buat Tiara, itu gak mungkin karena sekarang Tiara cinta sama Iqbal. Jadi gak ada alasan buat Acha lepasin Riyan.
Ya, Ia harus melepas Danial Tapi'kan emang Acha dan Danial itu gak ada hubungan selain sahabat.
ππππππ
aku kasih bonus Chat.
Chat'an Acha dan Iqbal
Chat dari Danial yang Acha Baca tapi gak di bales
πSelasa, 30 November 2020π
__ADS_1