
Acha menaiki anak tangga dan sampai di depan kamar. Acha bingung kenapa Riyan menunggu nya di kamar? Sedari tadi Acha memikirkan hal itu, Acha khawatir kalau sampai Riyan tau bahwa Acha ingin pergi. pasti Riyan akan menghancurkan rencana Acha untuk pergi. Tiba-tiba pintu kamar nya terbuka dan nampaklah Riyan yang sedang menatap Acha dengan tatapan tajam nya. Riyan marah dan Acha tau itu. Apakah Kak Riyan marah karena tau kalau aku mau pergi" pikir Acha
“Ini jam berapa? Kenapa kamu baru pulang?" ucap Riyan
"Mas Riyan kita bicara di dalam" ucap Acha mendahului Riyan masuk ke kamar.
"Maaf mas. Acha habis jalan sama kak aliano" ucap Acha setelah sampai di dalam kamar dan tak lupa, Acha tadi menyuruh Riyan menutup dan mengunci kamar.
"Habis jalan? Jala sama kakak kamu ato sama selingkuhan kamu”. ucap Riyan dengan nada agak tinggi.
"Huft. gue kira kak Riyan marah karena tau gue mau pergi dari rumah ini" batin Acha
"Mas Aku bisa jelasin. Tadi itu..
__ADS_1
“Kamu mau jelasin apa lagi? Aku udah tau semua kalau kamu tadi bergandengan tangan dengan laki-laki lain dan laki-laki itu memanggil kamu dengan sebutan SAYANG”
“Itu kakak aku mas, aku tadi jalan sama kak Lian di café Mama dan soal tadi aku telat pulang karena aku tadi ngantar kak Lian dan tadi aku pingsan mas, jadi aku tadi ke Rumah Sakit dulu”
“Kamu pingsan? Muka ku gak pucat, kenapa kamu bisa pingsan ato jangan-jangan tadi kamu pergi berdua dengan selingkuhan kamu ya”. Riyan semakin marah saat Acha tidak jujur dan soal Acha yang gak pucat karena udah di kasih vitamin dab sedikit polesan makeup.
“Gak mas, aku gak selingkuh!!Aku tau aku gak cinta sama kamu tapi. aku gak selingkuh”. ucap Acha nangis. entah kenapa tiba tiba Ia menangis, Ia gak tau ada apa dengan dirinya saat ini.
“Kamu gak selingkuh? Trus si Iqbal kamu apaasin, bukannya kamu dan Dia pacaran atau mungkin Iqbal loe duain lagi sma laki-laki lain, laki laki yang tadi nganter kamh, Iya”
“Alah gak usah bo.....”. ucap Riyan terputus karena Acha jatuh pingsan di lantai
“Ya ampun Acha, muka kamu pucat banget Cha”. ucao Ruyan lalu membopong Acha ke ranjang
__ADS_1
Semua orang yang ada di bawah langsung ke atas karena mendengar perdepatan Acha dan Riyan! sesampainya di atas , tepatnya di depan kamar Acha dan Riyan. Mereka gak bisa masuk karena pintu di kunci, lalu salah satu dari mereka membuka pintu tersebut dengan kunci cadangan. Pintu terbuka, mereka terkejut melihat Riyan yang sedang membopong Acha.
“Loh Yan, Acha kenapa?”. ucap Ryana
“Gak tau Ma, tiba-tiba aja Acha pingsan”
“Yaudah cept panggil dokter Yab”. ucap Andri
Riyan mencoba menghubungi dokter pribadinya tetapi telepin nya tidak aktif. lalu, Riyan menelpon Rumah Sakit tempat dokter itu bekerja tetapi kata receptionis dokter nya sedang cuti dan ada 1 dokter yang sedang kosong. Lalu Riyan mengIYAkan aja dokter itu ke rumah, karena yang penting itu kesehatan Acha.
kalian tau dokter nya siapa?? Dokternya adalah Abang
Tadi Abang bilang ke dokter pribadi keluarga Andriyan kalau, ada seseorang dari keluarga Andriyan yang menelpon gak usah di angkat atau apalah yang penting keluarga Andriyan gak menghubungi dokter Itu, Karena Dirinya yang akan datang ke rumah keluarga Andriyan
__ADS_1
**di part selanjutnya kita akan tau siapa itu Abang sebenarnya**