
Aliano mmbopong Acha ke kamar Acha, dan di ikuti Diva, Ana, Aris, Putri, Ryana dan Andri. Sedangakn Nadia kini sedang menghubungi Rendy atau Vino.
“Hallo Assalamu’alaikum Bang”. ucap Nadia panic saat Vino mengangkat teleponnya.
“Iya Nad, kenapa kok kamu panic gitu sih, Nad?”. ucap Vino yang mendengar suara Nadia yang tengah panik.
“Bang, Acha Bang” ucap Nadia
“Acha? Acha kenapa Nad, coba cerita sama Bang Vino," ucap Vino yang ikut panik.
Nadia menceritakan semua ke Vino. dari Putri, Ryana, Andri dan Aris yang datang dan langsung mengajak Acha pulang sampai Acha bisa pingsan seperti sekarang ini yang membuat semua orang panik.
“Jadi gitu Bang, mending sekarang Abang pulang ya dan jangan lupa Abang pakek masker agar mereka gak curiga” Nadia karena gak mau kalau mereka akan mengatahui siapa itu Vink
“Iya iya Nad, Abang segera ksana”. Vino menutup teleponnya lalu pergi pulang ke rumah untuk memeriksa keadaan Acha.
Vino khawatir, karena Vino tau keadaan Acha saat menangis dan banyak pikiran akan membuat kondisi Acha menurun dan kemungkinan penyakit Acha kan kambuh dan Vino gak mau itu terjadi kepada adiknya, Acha. Vino gak mau sampai Acha pergi jadi Vino langsung pulang meninggalkan pekerjaannya untuk memeriksa keadaan Acha. Tak butuh waktu lama, Vino sudah sampai di depan Rumahnya lalu saking paniknya Vink lupa kalau Vino belum memakai Masker tetapi saat Vino ingin masuk ke kamar Acha, Nadia datang dan membuat Vino kaget.
“Loh Nad, kok loe disini sih, gimana keadaan Acha, Acha udah sadar belum”. ucap Vino Panik
“Bang Vino. Acha belum sadar Bang. oh iya Bang, Nadia kan udah bilang ke Bang Vink kalau ke Rumah harus pakek masker Bang! Nie masker nya dan sekarang Abang cek deh keadaan Acha! Dari tadi kita nunggu Abang tau" Nadia memberikan masker kepada Vino tapi Vino tak menanggapinya dan langsung masuk. Vino sangat khawatir dengan Kondisi Acha saat ini.
“Permisi biar saya periksa Acha dulu”. ucap Vino lalu memeriksa Acha
“Gimana Bang keadaan Acha?”. tanya Diva ke Vino.
__ADS_1
“Kalian gak usah khawatir. Acha baik baik aja kok tapi, bukannya saya udah bilang kalau keadaan Acha itu sangat lemah dan kalian juga tau kalau Acha nangis pasti Acha akan pingsan tapi, kenapa ini terjadi lgi? Kenapa kalian biarin Acha nangis?”. Vino bersikap profesional sebagai dokter pribadi Acha.
“Maafin kita Bang”. ucap Aliano, Diva dan Nadia bareng.
“Bang Vino, ke ke kepala Acha pusing Bang”. ucap Acha memegangi kepalanya, pura pura pusing.
“Acja istirahat aja ya, disini! Abang disini kok nemenin Acha. Abang gak akan ninggalin Acha kok! Abang akan selalu ada di samping Acha”. ucap Vino
“Mama jangan ikut campur urusan Acha sama Rendy. Papa gak mau kalau Mam ikut bicara, Acha jadi marah sama Mama dan kemungkinan Acha gak mau balik ke Indonesia lagi dan apa Mama mau kalau Acha marah sama Mama? dan lebih parah lagi anak kita, Ma. kalau Acha gak balik gimana dengan Riyan Ma”. bisik Andri ke Ryana
“Iya Pa, Mama ngerti kok”. Andri benar. Kalau Ia ikut campur pasti Riyan yang akan menderita dan Ia gak mau sampai anak nya membencinya karena perbuatannya.
“Putri jangan, kamu jangan bicara apa apa sama mereka aku takut nya Acha gak mau balik sama kita karena kita ikut campur urusan mereka”. ucap Ryana yang tau kalau Putri akan bicara ke Acha maupun Rendy.
“Ouh iya Mbak, Vino anak mbak Ana kemana ya. kok gak kelihatan sih dari tadi”. ucap Putri yang mencari keberadaan keponakannya, Vino.
“Ouh Vino, Vino lagi kerja Put! Emang kenapa kamu nanyain Vino? Kamu kangen ya sama Vino" ucap Ana
“iywa sih Mbak, udah lama kita gak lihat Vino, terakhir kita lihat Vino waktu lahirnya Acha kan?”. ucap Putri
“Jadi Mami gak tau kalau Bang Vino ada disini?”. batin Acha
“Kalau Mami gak tau gue. kenapa tadi Nadia nyuruh gue pakek masker, untung aja gue gak pakek tu masker”. batin Vino
“Jadi udah lama ya kita gak ketemu?”. ucap Ana
__ADS_1
“Acha minta sama kalian tolong tinggalkan Acha sama Bang Rendy dan setelah itu Acha akan ksih keputusan buat kalian” ucap Acha.
“Yaudah yuk Ryana,Putri,Andri, Aris kita keluar”. ucap Reza lalu pergi diikuti Putri, Ryana, Andri dan Aris
“Sekarang kemauan Acha udah di depan mata dan semoga Acha selalu bahagia ya sama mereka! Mommy disini Cuma bisa mendoakan yang terbaik buat Acha ”. Ana memeluk Acha. Sebenarnya Ana gak iklas kalau Acha pergi lagi dari rumah ini dan harus kembali ke orang tua kandungnya tapi Ia tak boleh egois. karena kebahagiaan Acha ada disana bersama keluarga, barunya.
“Mommy jangan nangis donk, kalau mommy nangis Acha jadi gak tenang mau balik”. ucap Acha melrpas pelukan Ana dan menghapus air mata Ana.
“Yaudah mommy ke bawah dulu ya, Dek”. ucap Ana lalu pergi
“Bang Vink sama kak Lian ikut Acha ke Indonesia ya, please”. ucap Acha memohon.
“Iya sayang Abang akan ke Jakarta tapi bukan hari ini atau besok, mungkin besok minggu Abang sama Lian ke Indonesianya”. ucap Vino
“Iya Dek, kakak disini masih ada urusan. jadi, Acha berangkat sama Mami dan Papi aja ya, besok minggu kak Lian sama Bang Vino nyusul Acha kok”. ucap Aliano
“Tapi kakak Lian sama Bang Vino ke Indonesianya sama kak Diva dan kak Nadia kan?”. ucap Acha
“kak Nadia gak bisa Dek. kalian duluan aja ya, Abi masih ada kerjaan Dek, jadi kak Nadia msaih disini deh. Tapi nanti setelah urusan Abi selesai kakak janji deh sama kamu, kalau kakak akan nyusul kamu ke Jakarta”. ucap Nadia
“Iya Dek, kak Diva belum bisa ikut ke Jakarta tapi kalau Mami dan Papi kakak ngijinin kakak akan nyusul Acha kok ke Jakarta! udah donk jangan sedih”. ucap Diva
"Tapi kan kak Diva udah janji sama Acha kalau kak Diva akan ikut Acha ke Jakarta." ucap Acha sedih.
"Sorry Dek" ucap Diva yang gak enak kepada Acha
__ADS_1