Cinta Lembayung Senja

Cinta Lembayung Senja
Pengumuman


__ADS_3

"Kamu jangan sampai kecapekan," ujar Bara menatapnya serius, "aku nggak mau kalau kamu sampai sakit cuman gara-gara ngurus bayi orang," tambahnya melirik bayi itu dan Adin bergantian.


"Bayi kita Mas, bayi kita," tegurnya, "apa Mas lupa? Kalau bayi ini sudah diberikan pengacara itu secara hukum kepada kita, Mas. Jadi, Malik adalah putra kita," balasnya tak kalah serius.


"Secara hukum Malik menang menjadi putra kita .., tapi kamu jangan lupa! Kalau Malik bukanlah putra kandung kita," tegasnya.


"Aku hanya tidak suka, jika kamu kecapekan disebabkan oleh Malik," bela Bara.


"Mas tenang saja! Aku nggak akan kecapekan, kok," kata Adin acuh tak acuh sambil memberikan susu pada Malik.


"Sebaik Mas cepat kembali ke kantor! Nanti Mas Lintang nyariin, kamu," suruhnya tanpa menoleh pada suaminya, dan andangan Adin jatuh kepada Malik.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


"Kamu jangan sampai kecapekan," ujar Bara menatapnya serius, "aku nggak mau kalau kamu sampai sakit cuman gara-gara ngurus bayi orang," tambahnya melirik bayi itu dan Adin bergantian.


"Bayi kita Mas, bayi kita," tegurnya, "apa Mas lupa? Kalau bayi ini sudah diberikan pengacara itu secara hukum kepada kita, Mas. Jadi, Malik adalah putra kita," balasnya tak kalah serius.


"Secara hukum Malik menang menjadi putra kita .., tapi kamu jangan lupa! Kalau Malik bukanlah putra kandung kita," tegasnya.

__ADS_1


"Aku hanya tidak suka, jika kamu kecapekan disebabkan oleh Malik," bela Bara.


"Mas tenang saja! Aku nggak akan kecapekan, kok," kata Adin acuh tak acuh sambil memberikan susu pada Malik.


"Sebaik Mas cepat kembali ke kantor! Nanti Mas Lintang nyariin, kamu," suruhnya tanpa menoleh pada suaminya, dan andangan Adin jatuh kepada Malik.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


"Kamu jangan sampai kecapekan," ujar Bara menatapnya serius, "aku nggak mau kalau kamu sampai sakit cuman gara-gara ngurus bayi orang," tambahnya melirik bayi itu dan Adin bergantian.


"Bayi kita Mas, bayi kita," tegurnya, "apa Mas lupa? Kalau bayi ini sudah diberikan pengacara itu secara hukum kepada kita, Mas. Jadi, Malik adalah putra kita," balasnya tak kalah serius.


"Secara hukum Malik menang menjadi putra kita .., tapi kamu jangan lupa! Kalau Malik bukanlah putra kandung kita," tegasnya.


"Aku hanya tidak suka, jika kamu kecapekan disebabkan oleh Malik," bela Bara.


"Mas tenang saja! Aku nggak akan kecapekan, kok," kata Adin acuh tak acuh sambil memberikan susu pada Malik.


"Sebaik Mas cepat kembali ke kantor! Nanti Mas Lintang nyariin, kamu," suruhnya tanpa menoleh pada suaminya, dan andangan Adin jatuh kepada Malik.

__ADS_1


...🌹🌹🌹🌹🌹...


"Kamu jangan sampai kecapekan," ujar Bara menatapnya serius, "aku nggak mau kalau kamu sampai sakit cuman gara-gara ngurus bayi orang," tambahnya melirik bayi itu dan Adin bergantian.


"Bayi kita Mas, bayi kita," tegurnya, "apa Mas lupa? Kalau bayi ini sudah diberikan pengacara itu secara hukum kepada kita, Mas. Jadi, Malik adalah putra kita," balasnya tak kalah serius.


"Secara hukum Malik menang menjadi putra kita .., tapi kamu jangan lupa! Kalau Malik bukanlah putra kandung kita," tegasnya.


"Aku hanya tidak suka, jika kamu kecapekan disebabkan oleh Malik," bela Bara.


"Mas tenang saja! Aku nggak akan kecapekan, kok," kata Adin acuh tak acuh sambil memberikan susu pada Malik.


"Sebaik Mas cepat kembali ke kantor! Nanti Mas Lintang nyariin, kamu," suruhnya tanpa menoleh pada suaminya, dan andangan Adin jatuh kepada Malik.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


Ayo ditengok cerita barunya DinBar! Langsung aja klik bio saya, dan cari judul 'Penantian Adinda'. Jangan lupa kasih rate bintang, tinggalkan like dan komen sehabis membaca. Kalau kalian punya banyak poin bisa kasih bunga atau kopi, bisa juga vote kalau belum terpakai! Terimakasih 🙏😁.


__ADS_1


__ADS_2