
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Nathan menghela nafas panjang. Kasihan Aris, wajahnya lebam dan terlihat memerah dibeberapa bagian. Kekuatan Ayana tak perlu ragukan.
“Maafkan saya Tuan.”
Aris menunduk malu. Akibat ulah Ayana semua heboh. Untung Ari situ ditakuti oleh rata-rata karyawan jika tidak sudah pasti wajahnya akan masuk televise dalam hitungan menit.
“Sebenarnya apa masalahmu dengan Ayana? Apa benar yang dikatakan Ayana tadi masalah istrimu?” Tanya Nathan bertubi-tubi. Aris sudah seperti adiknya sendiri. Jadi Nathan tak ingin Aris salah pembawaan dalam hal perasaan.
Aris menghela nafas panjang. Pria itu masih menunduk malu. Dia malu pada Nathan. Dia malu pada semua orang yang sekarang sudah tahu masalahnya.
“Maaf Tuan, yang Ayana katakan memang benar.” Jawab Aris jujur.
Nathan menghela nafas panjang. Kenapa Aris ini sampai bermasalah dengan Ayana? Awalnya Nathan tidak percaya dengan yang diceritakan Nandira tapi setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri, Nathan sampai berpikir keras jangan sampai dia bermasalah dengan Kakak iparnya itu.
“Kau mencintai istrimu?” Aris mengangguk cepat
“Kau mau berpisah dengan istrimu?” Aris menggeleng. Demi langit dan bumi dia tidak mau berpisah dengan Anara dia begitu mencintai wanita.
“Apa kau mau menerima Anara apa adanya tanpa mengungkit masa lalu istrimu?” Tanya Nathan sekali lagi.
Aris sejenak terdiam. Dia bingung harus jawab. Dia butuh waktu untuk menerima masa lalu Anara. Berat sekali rasanya. Membayangkan istrinya yang telah dijamah pria lain sebelum dirinya membuat hati Aris bagai teriris ribuan pisau.
“Saya butuh waktu Tuan.” Jawab Aris.
__ADS_1
Nathan tersenyum sinis. Aris ini sepertinya belum paham bagaimana mencintai dengan tulus. Dia hanya tahu jatuh cinta tapi dia tidak tahu bagaimana mencintai sampai lupa rasa sakit. Mencintai sampai tak tahu arah pulang. Dan tidak tahu cinta yang tulus itu seperti apa.
“Aris.” Nathan menatap assistennya “Kau tahu, ada satu hal yang sebenarnya aku pendam sendiri tanpa aku katakan pada siapapun yaitu tentang istriku.” Nathan menarik nafas dalam “Kau pikir aku mudah menerima istriku yang polos itu? Kau pikir aku tidak bekerja keras untuk bisa menyeimbangi kepolosannya? Awalnya aku benar-benar keberatan Aris, bagaimana bisa pria sepertiku mencintai gadis polos dari kampung seperti istriku? Aku kesulitan untuk mengimbanginya. Aku harus jadi suami sekaligus jadi Ayah dan Kakak untuknya. Aku harus tunjukkan kedewasaan itu seperti apa, bukan aku tak kesal saat kepolosannya diluar batas terutama ketika dia membahas masalah ranjang didepan orang lain.” Nathan terkekeh sejenak saat mengingat Nandira yang polos yang suka mengatakan pekerjaan nnya malam hari kepada orang lain.
“Aku keberatan Aris. Aku butuh waktu, sama sepertimu. Tapi aku mencintainya. Aku sangat mencintainya. Aku takkan sanggup kehilangannya. Aku sadar mencintai saja tidak cukup kalau tidak merasakan sakit yang sesungguhnya.”
“Aku bertekad untuk menerima kepolosan istriku apa adanya. Aku yakin dibalik sifat polosnya itu, ada kelebihan yang akan menjadi kejutan untukku nanti. Aku berjanji untuk menerima dia apa adanya karena aku mencintainya. Aku mulai terbiasa dengan sifatnya yang polos, aku tak lagi merenggek saat dia membuatku kesal justru itulah yang membuatku semakin jatuh cinta setiap hari pada istriku. Hingga aku lupa akan rasa sakit dan dia tidak pernah menyakiti perasaanku. Dia selalu membuat jantungku berdebar setiap kali melihat wajah polosnya itu.”
“Aris tidak ada cinta yang sempurna didunia ini. Tidak ada juga manusia yang sempurna. Tidak ada juga orang yang tak memiliki masa lalu yang kelam.”
“Kau mencari yang sempurna kau takkan menemukannya, karena segala yang ada didunia ini adalah kepalsuan.”
“Sekalipun kau marah ribuan kali takkan membuat Anara kembali perawan. Semua sudah terjadi. Sekalipun kau meminta waktu lama untuk menerima istrimu, kau takkan bisa. Hatimu akan semakin sakit saat mengingat masa lalunya.”
“Kau takkan bisa menghindari rasa sakit itu. Rasa kecewa dan rasa marah. Kau manusia biasa, kau tak bisa mengubah takdir untuk mengembalikan kondisi istrimu.”
“Mencintai itu beresiko. Ada tanggung jawab yang harus kau pegang. Jika kau hanya mengharap bahagia maka itu salah!”
“Apa yang Ayana katakan benar, jika kau mencintainya kau akan bisa menerima masa lalunya. Kenapa demikian? Karena kau mencintainya, kau takkan peduli dengan masa lalunya. Harusnya kau sadar Aris kau menikahinya bukan karena dia masih perawan tapi karena kau ingin hidup dengannya. Jika kau menikahinya karena perawan itu karena kau tidak mencintainya, kau hanya ingin melampiaskan nafsumu saja.”
“Aku paham perasaanmu. Aku juga laki-laki. Aku tak memaksamu untuk mempertahankan Anara. Jika kau keberatan dengan masa lalunya, sebaiknya akhiri dengan baik-baik. Jangan siksa dia dengan tangis. Aku yakin Anara juga menyesal tapi dia sudah tak bisa mengembalikan sesuatu yang sudah hilang.”
“Jangan sampai kau menyesal saat Anara sudah pergi dan dia telah menemukan pria yang mencintai dan bisa menerima masa lalunya. Dan kau takkan bisa memeluknya lagi”
Nathan menepuk bahu asistennya “Cinta tulus itu adalah ketika kau tahu masa lalu pasanganmu. Namun kau tetap mencintainya dan bertahan dengan komitmen yang kalian bangun bersama-sama.” Ucap Nathan lagi.
__ADS_1
Aris berjalan dengan tatapan kosong. Dia menatap rumah mewah yang dia belikan untuk istrinya Anara. Rumah yang menjadi saksi bisu tangis Anara setiap hari. Aris tahu istrinya terluka tapi dia sedang tak bisa menahan emosi dan rasa kecewa didalam hatinya.
“Maafkan aku Anara.”
Pria itu masuk kedalam kediamannya. Mereka memang hanya hidup berdua. Tidak ada asisten rumah tangga atau orang lain.
Aris duduk disoffa seperti orang bodoh. Dia menelusuri setiap sudut rumah mewah itu. Air mata Aris luruh, ada penyesalan dihati pria itu.
“Maafkan aku Anara.”
Aris menunggu Anara semalaman, namun istrinya itu tak juga kembali. Pria itu masih duduk disoffa sambil terus menatap kearah pintu masuk. Biasanya jam-jam begini istrinya sudah menyambutnya dan menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
“Kau kemana Anara?” Lirih Aris penuh penyesalan
Bersambung....
Noted ; Jika kau mencintai nya kau akan menerima masa lalunya. Tak peduli seburuk apa masa yang telah dia lalui sebelum bertemu denganmu. Pasti ada luka dan air mata yang yang dia lewati. Masa lalu adalah sesuatu yang telah terlalu sedangkan masa depan adalah sesuatu yang belum kita tahu.
Kau akan sanggup menerima masa lalunya jika kau mencintainya, tak peduli dia bekas siapa dia sudah menghabiskan malam-malam dengan siapa. Setelah denganmu akan beda lagi ceritanya.
Hemmmmmm... Ini curahan hati author ya eittssss jangan salah paham justru sebaliknya wkwwkwkkw.
But kembali lagi ke cinta. cinta itu selalu bisa menerima masa lalu pasangan seburuk apapun itu ..
Follow akun author kalau mau tahu lebih lanjut quotes-quotes yang author buat wkwkwk.
__ADS_1
FB ; Fitriani Yuri.
IG ; fitrianiyurikwon_ (Yuk ramaikan. Ini akun baru).