
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Ayana." Seru Ranti menghampiri gadis itu yang tengah asyik berkutat di dapur restourant.
"Ada apa?." Ayana menatap Ranti dengan malas.
"Jangan ketus begitu dengan calon adik ipar!." Goda Ranti.
Ayana memutar bola matanya malas. Sajak kapan dia menikah dengan Kakaknya Ranti sehingga gadis itu memangilnya Kakak ipar padahal mereka seusia mungkin hanya beda bulan saja.
"Ohh ya Kakak ipar karena acara ulang tahun ku tiga hari lagi jadi aku ingin mengajak Kakak ipar perawatan disalon." Ajak Ranti sambil tersenyum manja.
"Tidak tertarik." Tolak Ayana sambil memotong sayuran.
"Ayolah Kakak ipar tadi aku sudah izin dengan Dira katanya boleh..." Sambil menarik-narik baju Ayana.
Ayana mencebik kesal kalau sudah perintah Nandira mana bisa dia menolak. Karena Ayana takut pada Nathan.
"Iya." Ketus Ayana membuka klemeknya "Lusi tolong lanjutkan." Perintah nya pada koki yang ikut masak dengan nya.
"Baik Nona." Sahut Lusi.
"Ayo."
Ranti berjingkrak kegirangan. Dia akan merenovasi wajah Ayana dan menyulap gadis itu menjadi bidadari khayangan agar Kakaknya jatuh cinta pada Ayana.
Ranti membawa Ayana perawatan disalon mahal langganan nya. Tentu disalon ini harus meronggoh kocek yang tak sedikit agar bisa melakukan perawatan.
Ranti yakin jika Ayana dimake over pasti dia sangatlah cantik karena tampilan biasa saja wajah gadis itu masih terlihat cantik.
"Aku mau di apakan?." Tanya Ayana heran ketika dia disuruh berganti pakaian dan hanya memakai handuk sedada.
"Ini namanya SPA Ayana, perawatan kulit supaya halus dan lembut." Jawab Ranti "Sudahlah kau ikut saja jangan banyak bertanya."
Ayana hanya menurut mana paham dia tentang perawatan kulit seperti itu. Bagi Ayana cukup memakai handbody, bedak tabur dan lipblam saja sudah lebih dari cukup.
Ranti memberikan perawatan yang mahal untuk Ayana. Dari ujung kaki sampai ujung rambut.
Perawatan kulit supaya kulit gadis itu tetap terlihat cerah karena warna kulit Ayana putih. Ranti juga meminta para pengawai salon untuk meluruskan rambut Ayana yang terlihat kusut dan beberapa keriting. Maklum tinggal dikampung jadi masalah perawatan pasti kurang.
Tak sampai disitu Ranti juga meminta para pengawai salon untuk melakukan medicure pada calon Kakak iparnya itu serta memasang nail art agar kuku-kuku Ayana terlihat.
Ayana sempat memberontak dan tidak mau namun dia kalah dengan Ranti yang menemukan segala cara untuk mau mengikuti keinginan nya.
Cukup lama para pengawai salon itu mengubah penampilan Ayana dari ujung kaki sampai ujung rambut dan akhirnya selesai juga.
Ayana menatap tak percaya dirinya didepan cermin. Seumur hidup baru kali ini dia di make up seperti ini. Wajahnya tampak cerah dan fresh. Dia saja hampir tak mengenali dirinya.
"Ini namanya dari itik burung rupa jadi angsa yang cantik." Gumamnya memang wajahnya.
Ayana menghela nafas panjang "Seandainya Tuan Mars itu adalah Tuan Aris pasti aku bahagia. Tapi aku harus ikhlas melepas Tuan Aris untuk Kak Nara, asal Kak Nara bahagia tidak apa-apa aku terluka." Dia tersenyum kecut menatap pantulan dirinya didepan cermin.
__ADS_1
Ayana keluar dan menemui Ranti yang menunggunya diluar.
"Ranti."
Ranti menoleh. Gadis itu mengangga dengan mulut terbuka lebar. Dia menatap Ayana dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Astaga Na. Ini benar-benar kau?." Gadis itu berdecak kagum dan terpesona dengan kecantikan gadis itu.
Ayana tersenyum senang dipuji begitu rasanya ingin terbang melayang.
"Tunggu sebentar." Gadis itu meronggoh tasnya dan mengambil benda pipih didalamnya
"Mau apa?." Kening Ayana berkerut.
"Mau aku foto buat dikirim pada Kak Mars."
Cekrekkkkk
"Ranti aku belum siap?." Ujar Ayana kesal.
"Sudah aku kirim. Bagus kok." Sahut Ranti tersenyum sambil mengirim foto itu pada Kakaknya.
Ranti kembali menyimpan ponselnya kedalam tas.
"Ayana kau benar-benar cantik." Puji Ranti terkagum-kagum "Aku yakin jika Kakak ku pasti akan menyukaimu." Serunya.
"Aku ingin Tuan Aris yang menyukaiku bukan si Ayang." Batin Ayana
"Ayo. Aku ingin mengajak mu belanja." Ranti menarik kembali tangan Ayana keluar dari salon.
"Kalau tidak ditarik kau itu berjalan seperti siput." Ujar Ranti.
"Aku tidak biasa memakai sepatu tinggi ini." Ayana berjalan terseok-seok, mana pernah dia memakai benda aneh seperti itu.
"Harus dibiasakan. Ingat Kakak ku itu suka gadis yang feminim." Tandas Ranti
Mereka berdua masuk kedalam mobil. Meski mengomel karena kesal apalagi memakai gaun selutut itu membuat Ayana susah bergerak namun dia tetap mengikuti calon adik iparnya itu, kata Ranti tapi kata Ayana dia dan Mars sudah jadi Ayang-ayangan.
Ranti mengajak Ayana belanja baju, sepatu, tas dan aksesoris yang lainnya. Tentu saja karena Mars sudah memberinya Blackcard. Jadi Ranti bisa membeli apa saja dengan kartu hitam tanpa batas itu termasuk menyenangkan Ayana.
Ayana sempat menolak karena dia tidak biasa memakai pakaian mewah-mewah itu tapi Ranti kembali menemukan jurus baru untuk membujuk Ayana.
"Ck, Ranti ini seperti mau buka toko baju saja." Gerutu Ayana.
"Sudah jangan mengomel terus. Apa ada lagi yang kau inginkan? Apa bajunya kurang?." Ucapnya masih memilih-milih gaun bagus dibutik itu.
"Ini saja sudah banyak aku sampai bingung mau dipakai untuk apa?." Celetuk Ayana.
"Okehh ayo kita bayar."
Mereka berdua menuju meja kasir untuk membayar belanjaan Ranti dan Ayana.
__ADS_1
"Silahkan dihitung Kak." Ranti meletakkan belanjaan diatas meja.
"Tunggu sebentar Non." Ucap sang kasir.
Ayana geleng-geleng kepala. Orang kaya seleranya memang luar biasa. Membeli baju sebanyak itu untuk apa? Paling dua kali pakai sudah bosan, lebih baik beli yang harganya tiga lima meski murah tapi kalau sudah dipakai bisa betah berkali-kali.
"Berapa Kak?." Tanya Ranti.
"Lima ratus juta Nona."
Mata Ayana membulat sempurna mendengar nilai yang tidak sedikit itu.
"Ini Kak." Ranti menyerahkan Blackcard nya
"Ranti mahal sekali." Seru Ayana menelan salivanya.
"Ini murah Ayana. Aku biasa belanja lebih dari ini." Jawab Ranti enteng. Orang kaya nilai uang seperti itu sangat kecil.
"Pakaian itu seharga rumah, aku penasaran apa didalamnya ada dapur ya?." Celetuk Ayana sambil berpikir keras.
Ranti ngakak "Sudahlah ayo bawa belanjaan nya." Ranti meneteng beberapa paper bag.
Ranti sengaja membeli banyak baju, sepatu, tas dan aksesoris lainnya untuk Ayana dia akan mengajari gadis kampung itu untuk fashion.
"Kita mau kemana lagi Ran?." Ayana sudah lelah mengikuti Ranti yang berjalan cepat itu.
"Kita beli alat make up, aku ingin mengajarimu merias diri." Ucap Ranti "Ayo." Gadis itu kembali menarik tangan Ayana.
Ayana lagi-lagi mencebik kesal. Ahh dia tidak suka berdandan kalau dibeli bagaimana cara mengunakan nya? Syukur-syukur dia bisa pakai lipstik dan bedak baby.
Bersambung....
Hai guys selamat malam semua ....
Selamat datang didunia kehalusan author...
Makasih udah ikutin kisah manis Nathan dan Nandira. wkwkwkwkw...
Cerita ini mengandung kebaperan, keromantisan dan buat kesem-kesem tidak jelas. No pelakor. No pembinor udah bosan yang begituan. hihihi..
Kalau kalian mau yg kuras emosi sama air mata... Oke yukkk mampir ke karya baru author....
Love Me Please (Penyesalan suami kejam)
Benang kusut di pernikahan ku.....
Follow akun medsos author yaaa..
FB ; Fitriani Yuri
IG ; fitrianiyurikwon_ (IG baru yang lama lupa kata sandi)))
__ADS_1
Terima kasih sekali lagi...
Love U all ...