Cinta Manis Sang Presdir

Cinta Manis Sang Presdir
Makan siang bersama suami


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Sayang, silahkan turun". Nathan mengulurkan tangannya agar gadis cantik itu menyambut nya.


"Terima kasih Mas". Nandira dengan senang hati menyambut uluran tangan Nathan.


"Wahhh Mas, restourant nya besar sekali. Mewah lagi". Nandira berdecak kagum "Mas, kenapa namanya N2 Food?". Tanya Nandira saat melihat logo yang bertuliskan, N2 Food.


"Sayang". Nathan merangkul bahu Nandira "Ini adalah restourant kita. Restourant ini aku bangun beberapa bulan yang lalu. N2 itu nama kita berdua. Kau suka?". Jelas Nathan menatap wajah cantik istrinya.


"Astaga, ini restourant Mas?". Nandira menggeleng tak percaya.


"Restourant kita berdua sayang. Disini banyak makanan yang enak-enak dan ada makanan kesukaan mu juga". Jelasnya sambil mengusap kepala istrinya.


"Wahhh kau luar biasa sekali Mas". Seru Nandira berdecak kagum "Berapa uang yang kau keluarkan untuk membangun restourant semewah ini?". Masih menganggumi restourant suaminya.


"Sudahlah. Jangan dibahas lagi. Ayo masuk. Kau pasti sudah lapar". Ajaknya


Nathan membiarkan Nandira memeluk lengannya. Wajahnya tampak senyum dan tampan.


Para waiters sudah berjejer rapih siap menyambut kedatangan kedua pemilik restourant itu.


"Selamat datang Tuan Muda dan Nona Muda". Sapa mereka bersamaan.


"Siang, apakah kalian sudah siapkan makan siang istriku?".


"Sudah Tuan. Mari". Ajak mereka mempersilahkan Nathan dan Nandira duduk di kursi yang sudah mereka sediakan.


"Dira".


"Ehhh Kak Nara. Kak Yana". Gadis itu tersenyum saat melihat Anara, Ayana dan Aris berjalan kearah meja mereka dengan membawa nampan berisi makanan.


"Sayang, Anara dan Ayana yang akan menggelola restourant ini. Bagaimana apa kau setuju?". Nathan menatap istrinya dengan cinta


"Wahhh sangat setuju Mas. Terima kasih Mas". Gadis itu menggenggam tangan suaminya "Selamat bekerja Kak Nara. Kak Yana. Semoga betah disini".


"Iya Ra. Terima kasih banyak sudah mau menolong kami". Jawab Ayana.

__ADS_1


"Kalian saudara ku Kak. Sudah sepatutnya kita saling tolong menolong". Sahut Nandira.


Mereka bertiga meletakkan makanan itu diatas meja. Nathan meminta para koki agar menyiapkan menu terbaik dan terspesial untuk wanita spesial dalam hidupnya. Makanan kesukaan Nandira. Makanan yang sering Nandira masak untuk nya.


"Mas, banyak sekali makanan? Apa kita mampu makan sebanyak ini?". Seru Nandira menatap makanan yang penuh meja itu.


"Spesial untukmu sayang. Makanlah. Semua makanan ini makanan kesukaan mu". Ujar Nathan tersenyum hangat.


"Terima kasih suamiku". Seru Nandira.


Perasaan Nathan sudah ketar-ketir kesenangan. Rasanya ingin terbang melayang ke udara saking senangnya. Andai saja Nandira bisa melihat bunga-bunga berterbangan dihati Nathan pasti gadis itu akan mentertawakan suami sultannya.


Mereka berdua makan. Nandira makan dengan lahap sekali. Sesekali Nathan menyuapi istrinya


"Enak?".


Nandira mengunyah makanan itu "Enak Mas, rasanya gurih. Bumbu nya pas banget". Seru Nandira "Ini juga dagingnya kenyal, apakah ini dipanggang Mas?".


"Iya sayang dagingnya dipanggang. Makanlah".


Nathan menatap istrinya yang makan dengan lahap. Diajak makan saja, Nandira bahagia bukan main. Apalagi jika Nathan mengajaknya liburan ke luar negeri atau ke tempat-tempat yang belum pernah Nandira kunjungi, apakah gadis itu akan sebahagia ini?


"Aku sudah kenyang sayang saat melihatmu makan". Sambil membersihkan makanan yang menempel dibibir istrinya.


"Mana bisa begitu Mas. Ayo makan lagi. Biar aku suapi yaaa". Ucap Nandira.


Tentu saja Nathan senang. Itu kan akal-akalan nya saja agar Nandira mau menyuapi dirinya. Kapan lagi bisa bermanja-manja dengan istri sendiri? Nanti kalau sudah punya anak pasti prioritas nya berbeda.


Nathan menyambut suapan Nandira dengan senang hati. Banyak para pengunjung yang menatap mereka iri. Namun banyak penasaran pada sosok Nandira dan bertanya-tanya siapa gadis itu? Selama ini mereka tak pernah melihat Nathan bersama wanita atau gadis-gadis lainnya.


"Mas". Nandira membersihkan bibir suaminya yang blepotan.


Nathan menatap wajah cantik didepannya. Hatinya dalalu hangat saat menatap wajah polos istrinya. Wajah yang entah sejak kapan bisa membuatnya setenang ini. Kejadian Nandira dalam hidupnya membuat dunia nya yang sepi menjadi.


"Terima kasih sayang". Ucap Nathan sepenuh hati. Tak dia sangka cintanya akan berlabuh pada gadis kampung yang usianya jauh lebih muda dari Nathan.


"Sama-sama Mas". Balas Nandira "Mau lagi?". Nathan mengangguk.

__ADS_1


Keduanya kembali makan sambil sesekali diselingi dengan obrolan hangat. Benar kata orang-orang kalau sudah jatuh cinta, dunia serasa milik berdua dan yang lain hanya menumpang saja. Terbukti Nathan dan Nandira tak peduli dengan tatapan kagum para pengunjung yang menyaksikan kesemesraan mereka. Nathan akan umumkan pada dunia bahwa Nandira adalah istri dan milik nya seutuhnya.


"Coba dissert nya sayang". Nathan mengambil makanan penutup.


"Boleh Mas". Nandira membuka mulut saat Nathan menyedorkan sendoknya.


"Bagaimana?".


"Ehem Mas, ini enak sekali. Aku belum pernah melihat dan memakan nya. Pas sekali dilidah. Creamnya meleleh". Seru Nandira merasakan makanan itu dilidahnya "Apa nama makanan ini Mas? Aku ingin memasak?". Sambung Nandira lagi.


"Ini namanya Ravioli dan ini Kimchi, makanan khas Korea. Ini salah satu makanan favorite yang banyak dincar pelanggan sayang. Enak kan?". Jelas Nathan meletakkan piring kecil itu "Aku bisa memasaknya. Kau mau belajar?".


"Wahhh benarkah? Memang Mas bisa masak?". Ucap Nandira.


"Jangan salah sayang. Suamimu ini pria mandiri. Bisa apa saja". Ucapnya menyombongkan diri.


Nandira terkekeh pelan. Memang diakui jika Nathan ini paket konflit. Baik hati. Tidak pelit. Perhatian. Nikmat Tuhan mana lagi yang Nandira dustakan.


"Mas, sisa nya masih banyak? Ini mau dikemanakan?". Nandira menatap kasihan makanan diatas mejanya yang masih begitu banyak


"Buang saja sayang". Jawab Nathan enteng "Sini sayang, biar aku bersihkan tanganmu". Mengambil tangan istrinya lalu mengelapnya dengan tissue basah.


"Ck, Mas. Mana bisa begitu. Bagaimana kalau kita bungkus saja dan bawa pulang, kita bagikan untuk para pelayan dirumah. Dari pada dibuang sayang Mas. Diluar sana banyak orang yang kekurangan makan. Kalau kata Ayah sebutir saja nasi jatuh dari piring dia pasti menangis".


Nathan terkekeh pelan. Istrinya itu memang paling sayang kalau membuang makanan. Tak jarang kadang makanan itu dia lahap habis dari pada dia buang.


"Iya sayang. Bungkus saja". Senyum Nathan.


"Terima kasih Mas".


"Waiters". Nathan melambaikan tangan nya dan memanggil pelayan


"Iya Tuan ada yang bisa saya bantu?".


"Tolong bungkus semua makanan ini ya. Langsung antar ke Mansion, suruh Aris". Tintah nya.


"Baik Tuan".

__ADS_1


Nandira menatap Nathan dengan cinta. Rasanya bersyukur sekali memiliki suami pengertian seperti Nathan. Suami yang memperlakukan nya seperti ratu.


Bersambung.....


__ADS_2