
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Baik Tuan." Ayana duduk dengan kedua jarinya saling meremas satu sama lain.
"Kau tahu apa kesalahan mu?." Mars menatap Ayana tak bisa dipungkiri jika gadis ini memang cantik dan masih begitu muda.
Ayana menggelengkan kepalanya "Tidak tahu Tuan. Memangnya kesalahan saya apa?." Tanya Ayana penasaran. Perasaan dia tidak melakukan kesalahan apapun pada pria itu.
"Kau lupa atau pura-pura lupa?." Mars menatap Ayana tajam
"Tidak ingat Tuan." Jawab gadis itu jujur.
Mars mencebik kesal "Masalah kejadian kemarin." Ucap Mars cepat lalu membuang mukanya takut jika wajahnya kelihatan merah didepan Ayana
"Ohhhh masalah ciu_." Mars langsung menutup mulut gadis itu dengan tangannya
"Bisa tidak bicara itu pelan-pelan sedikit?." Ketusnya melepaskan tangan nya dari mulut Ayana.
"Tuan apa-apaan sihh? Pakai acara tutup mulut segala." Ayana mengusap mulutnya bekas tangan Mars "Tapi wangi parfum mu enak sekali Tuan. Kau pakai parfum apa?." Sambil mengendus-enduskan hidungnya kearah Mars
"Ck, jangan dekat-dekat." Cegah Mars sambil menghindar.
"Dasar pelit." Sindir Ayana, gadis ini seperti nya sudah tidak takut pada Mars.
Sejenak keduanya terdiam. Mars menatap Ayana tajam. Dan Ayana menatap Mars juga dengan tajam. Jadilah mereka saling tatap-tatapan satu sama lain.
"Kenapa aku menatapku seperti itu?." Pekik Mars dengan nada setengah tinggi.
"Maaf Tuan." Ayana malah menunduk. Sebenarnya dia ingin menjawab pertanyaan Mars balik tapi ingat lagi pada Kakak nya pasti nanti Kakak nya itu marah lagi.
"Kau harus bertanggungjawab jawab." Ucap Mars kemudian.
"Bertanggungjawab apa Tuan? Aku tidak menculik uangmu!."
"Mencuri." Ralat Mars.
"Iya itu maksudnya." Sahut Ayana
"Kau harus bertanggungjawab." Tegas Mars sekali lagi dan penuh penekanan.
"Iya bertanggungjawab untuk apa Tuan? Aku tidak melakukan kesalahan apa lagi membuatmu hamil." Jawab Ayana kesal sebab dari tadi Mars terus menyuruh bertanggungjawab. Dia saja tidak tahu apa yang dipertanggungjawabkan.
"Karena kau sudah menciumku." Ucapnya pelan dan membuang wajah nya ke lain arah.
"Kenapa bahas itu Tuan? Aku akan tidak sengaja. Aku sudah meminta maaf padamu waktu itu." Ucap Ayana.
"Iya gara-gara kau yang menciumku. Adikku jadi memaksa mu untuk menjadi kekasihku." Geram Mars lalu mendorong kening gadis itu.
"Awwwwww. Kejam." Sambil mengelus jidatnya "Kau itu sama saja seperti Ranti suka sekali mendorong keningku. Mentang-mentang Kakak adik, sifatnya sebelas dua belas." Gerutu Ayana.
__ADS_1
"Apa kau bilang?." Mars menatap gadis itu tajam
"Kau itu tampak Tuan." Ucap Ayana malas.
"Kau baru sadar. Kemana saja kau?." Sahut Mars percaya diri bahwa gadis didepannya ini mengatakan dia tampan.
"Kemarin aku lupa ingatan Tuan." Jawab Ayana asal.
"To the point saja, aku ingin mengajakmu bekerja sama." Ucap Mars tegas dan serius.
"Bekerja sama apa?." Ayana memincingkan matanya curiga "Jangan bilang kau ingin menikahi ku dan membeli rahimku, setelah aku melahirkan anakmu lalu kau akan membuangku. Mohon maaf Tuan rahim ku buatan Tuhan bukan buatan Indonesia jadi tidak diperjualbelikan." Ucapnya panjang lebar.
Mars mendelik kearah gadis itu. Dari mana Ayana dapat pikiran tak masuk akal seperti itu.
Tlakkkkkkkkkkkk
Mars menjitak kening Ayana dengan gemes setelah mendengar ucapan Ayana
"Awwwww. Jahat." Rintihnya manja sambil mengelus keningnya "Kau benar-benar kejam Tuan. Bunuh saja aku!!." Kesal Ayana.
"Tidak usah lebay." Ujar Mars
Kenapa Mars jadi suka berdebat dengan gadis perusuh ini? Gara-gara Ayana yang menciumnya dia terus didesak oleh Ranti untuk mendekati gadis itu dan sialnya lagi kedua orangtuanya pun ikut bekerjasama agar dia mendekati gadis ini.
"Kau harus jadi kekasihku." Ucap Mars tegas namun singkat padat dan jelas.
"Kekasih bagaimana?." Tanya Ayana tak mengerti. Dalam hidupnya tak pernah terpikirkan menjadi kekasih pria angkuh seperti Mars.
"Jika kau menjawab berati kau mengiyakan." Finish Mars "Persiapkan dirimu, Minggu depan kau harus menghadiri acara ulang tahun Ranti bersamaku."
"Tapi Tuan_."
"Aku tidak menerima protes dan penolakkan. Persiapkan dirimu karena aku tidak punya waktu untuk mengurus anak kecil seperti mu." Cetus Mars "Mana buku menu nya cepat aku lapar!." Dia menarik buku menu ditangan Ranti "Temani aku makan." Ujarnya.
Ayana mendengus kesal. Dia mencibir kearah pria berwajah tembok itu. Menyebalkan.
"Makan saja sendiri." Sambil berdiri setelah mencatat pesanan Mars.
"Aku tidak menerima penolakan. Jika kau menolakku aku akan melaporkan mu pada Tuan Nathan karena sudah berbuat asusila dengan menciumku secara paksa." Ancam Mars menatap gadis itu
"Stopppp. Jangan bahas itu lagi. Baik aku akan menemanimu." Sergah Ayana.
Ayana mellengang meninggalkan meja Mars. Mulut gadis itu komat-kamit seperti dukun baca mantra. Kesal, sekali pada pria yang meminta pertanggungjawaban nya itu.
Mars menatap punggung Ayana yang menjauh sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal.
"Imutnya." Pria itu mengigit bibirnya menahan senyum "Ck, apa yang aku pikirkan? Gadis itu sama sekali tidak imut. Ini semua gara-gara Ranti yang memaksaku. Jika saja tidak diancam, aku tidak akan mau memaksa gadis itu menjadi kekasihku." Gumam Mars kesal bisa-bisa nya dia dikalahkan oleh adiknya sendiri.
.
__ADS_1
.
.
.
Ranti ngakak ketika melihat rekaman CCTV di restourant Nathan. Rencana nya berhasil.
"Kau ini ...." Ivan geleng-geleng kepala menyembunyikan senyum nya
"Terima kasih Kak sudah membantuku. Akhirnya pria jomblo itu akan segera melepaskan masa kesendirian nya. Semoga Ayana benar-benar bisa membuatnya jatuh cinta." Seru Ranti senang.
"Kalau tidak berhasil bagaimana?." Tanya Ivan
"Ya dicoba lagi lah biar berhasil." Sahut Ranti "Kak persiapkan pesta ulang tahun semewah mungkin ya. Undang semua rekan bisnis Kak Mars biar mereka semua tahu bahwa Kakak ku itu sudah memiliki gandengan." Perintah Ranti menutup laptopnya.
"Tapi kalau Tuan marah bagaimana?." Ivan tak sanggup kalau Mars harus mengamuk lagi nanti.
"Kakak tenang saja. Kakakku yang tampan itu takkan bisa marah kalau aku yang suruh. Lagian kalau dia tidak menemukan gadis yang baru dia akan terus memikirkan Nandira. Aku takut dia malah tambah tua dan tidak ada yang mau nanti." Celetuk Ranti.
Ivan terkekeh pelan "Iya dan kau jangan lupa bahwa Kakak mu yang satu ini juga sudah tua tapi belum laku." Sahut Ivan.
"Kan ada aku Kak. Kakak menikah saja denganku." Memeluk lengan Ivan dengan manja sambil mengedipkan matanya jahil.
"Jangan aneh-aneh." Sambil mendorong kening gadis itu.
"Awwww. Kakak." Ranti mencebik kesal "Lagian aku serius kok, aku suka pada Kakak sejak dulu. Kenapa sih Kakak tidak mengerti juga perasaan ku?." Ucap Ranti mengerucut kan bibirnya kesal.
Ivan tak menanggapi pria itu malah mellengang meninggalkan Ranti. Terlalu banyak perbedaan antara dirinya dan Ranti. Dia hanyalah seorang Asisten sedangkan Ranti putri dari keluarga kaya.
Bersambung......
Haiiiiiiiiiii
kalian harussss booom likeeee
otor udah Update 3 bab hari ini wkwwkw.
okehhh yuk mampir ke karya baru author.
Dinikahi Crazy Rich
Love Me Please
Benang kusut di pernikahan ku.....
Sampai ketemu besok semua ...
Ahh makin gemes sama Nathan dan Nandira wkwkwk
__ADS_1