Cinta Manis Sang Presdir

Cinta Manis Sang Presdir
Bab 21. Mars & Ayana


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Terima kasih Sayang." Mars melepaskan pelukannya lalu mengecup kening gadis itu.


"Aku yang harus berterima kasih karena Mas sudah mau berjuang bersama ku. Mas tak membiarkan aku diambil oleh orang lain. Terima kasih Mas. Aku bangga memiliki mu." Mata Ayana berkaca-kaca. Tak pernah dia merasakan kebahagiaan seperti yang dia rasakan sekarang.


"Ayo Sayang." Mars membuka pintu mobil agar gadis itu masuk kedalam sana.


Mars menjalankan mobilnya meninggalkan restourant sedangkan tangannya yang satu mengenggam tangan Ayana sambil gadis itu memeluk lengannya dan bersandar manja.


"Sayang makan siang di Apartement saja ya. Aku ingin masakkan mu." Ujar Mars tersenyum.


"Iya Mas."


Mars menatap Ayana dengan senyum menggembang dan bahagia. Tak menyangka jika sebentar lagi gadis aneh dan menyebalkan ini akan menjadi istrinya. Cinta itu unik datang tak undang dan menetap ketika menemukan orang yang tepat. Cinta itu terkadang menyakiti jika kita terobsesi padanya.


Namun jika kita memaknai cinta itu sebuah ketulusan maka akan berakhir bahagia. Contohnya Mars dan Ayana, perjuangan yang tidak mudah bagi Mars memperjuangkan kekasihnya. Mungkin jika lelaki lain sudah menyerah karena merasa Ayana akan direbut oleh pria lain. Mungkin juga jika Ayana lemah, dia sudah menerima permintaan Anara untuk menikahi suami dari almarhum Kakak nya itu.


Namun kekuatan cinta keduanya telah terbukti. Mereka adalah dua orang yang tak sempurna. Mereka dua orang yang sama-sama pernah terluka. Mereka dua orang pernah merasakan kecewa. Namun mereka dua orang yang tahu arti perjuangan sampai akhir. Hingga, kebahagiaan yang mereka idam-idamkan kini berada didepan mata.


Tanpa Mars dan Ayana sadari sedari tadi Aris menatap kedua orang itu dari jauh. Aris duduk didalam mobilnya. Sambil menatap kedua orang yang tadinya berpelukan bahagia.


"Benar kata Tuan Nathan aku terlalu egois. Bagaimana bisa aku memisahkan dua orang yang saling cinta itu?" Gumam Aris.


"Sayang, aku masih bisa menjaga anak kita sendiri. Kau jangan khawatir ya. Aku akan jadi Ayah dan Ibu untuknya. Aku akan memberikan kasih sayangku padanya. Aku berjanji takkan membiarkan siapa pun melukai hatinya. Aku takkan membiarkan air mata jatuh dipipi mulusnya. Aku berjanji Sayang." Lirih Aris.


"Aku mencintai mu. Aku berjanji akan menjaga cinta ini hingga abadi. Sampai bertemu ditempat keabadian. Tunggu aku disana." Aris mencium selembar foto berukuran kecil, foto ketika mereka masih pacaran kala itu.


Aris menyimpan foto itu dan menjalankan mobilnya meninggalkan restourant. Sekarang dia sudah tenang. Meski sejujurnya ada beban yang menimpa pundaknya. Tapi Aris bisa melewati ini dengan putri kecilnya.

__ADS_1


Mobil Aris terparkir dipekarangan Mansion mewah Nathan. Nathan meminta Aris untuk kembali ke Mansion ini, tapi pria itu tidak mau dan memilih tetap tinggal dirumahnya bersama sang putri kecil nya. Dia tidak mau terus bergantung hidup pada Nathan.


Aris beruntung memiliki Tuan yang baik seperti Nathan. Nathan selalu bisa memberi solusi dari setiap masalah yang Aris hadapi.


"Selamat sore Tuan Aris." Sapa satpam yang bertugas di Mansion mewah Nathan.


"Sore juga Paman." Balas Aris.


Kali ini senyumnya sudah terlihat. Tidak seperti biasanya yang selalu dingin dan acuh pada siapapun. Wajahnya menampakkan kesedihan setelah kehilangan istri tercintanya.


"Bunda." Aris menyalimi Hellena.


"Kau baru datang Ris?" Seru Hellena "Lihatlah putrimu sudah terlelap. Dia tidak rewel kecuali ketika mengangguk dan perutnya lapar." Senyum Hellena sambil menggendong Anaya.


"Terima kasih Bunda. Maaf sudah merepotkanmu." Aris mengusap kepala putri semata wayang nya itu.


"Biar aku yang gendong Anaya Bunda." Pinta Aris.


Hellena menyerahkan Anaya pada Aris. Sebagai seorang Ibu dan Nenek dia bahagia merawat putri Aris. Namun dia juga sedih melihat bayi baru lahir itu sudah harus kehilangan Ibu nya.


Aris menggendong putri kesayangan nya. Harta paling berharga dalam hidupnya. Dan orang yang satu-satunya dia miliki. Gadis kecil ini nanti yang akan menemani masa tua nya. Masa-masa sulit dalam hidupnya akan dia lewati bersama malaikat kecil yang tengah terlelap nyaman itu.


"Mas Aris sudah datang?" Senyum Nandira "Ayo Mas, letakkan Anaya disini saja." Nandira mengambil alih Anaya digendongan Aris.


"Terima kasih Nyonya." Senyum Aris.


"Duduklah Ris, kau tampak lelah." Suruh Nathan.


"Baik Tuan."

__ADS_1


Setelah lelah seharian bekerja, Nathan selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama istri dan keempat anaknya yang masih bayi itu. Usia mereka memasuki bulan kesebelas dan sebentar lagi akan berulang tahun yang pertama.


Sesibuk apapun Nathan, baginya waktu bersama keluarga jauh lebih penting. Dia rela meninggalkan meeting penting demi menenangkan anak-anaknya jika rewel.


Aris tersenyum menatap Nandira dan Hellena yang tampak kompak mengurus kelima bayi itu. Bayi Aris yang paling kecil dan memang masih butuh susu. Sedangkan anak-anak Nathan sudah diperbolehkan makan bubur atau makanan bayi lainnya.


Seandainya Anara masih hidup, pastilah istrinya itu akan bahagia mengurus anaknya. Merawat nya. Mengganti popoknya. Memandikannya. Memberinya makan. Dan bila malam tiba menidurkan nya dengan nyanyian.


Namun semua telah berakhir, Anara sudah pergi. Anara sudah bahagia dengan hidup baru dan dunia barunya. Aris berharap dia juga akan bahagia nantinya. Meski itu mungkin butuh proses yang lama untuk terbiasa tanpa istrinya.


"Tuan makan malamnya sudah siap." Lapor Bik Yam kepala pelayan disini.


"Baik Bik." Sahut Nathan "Sayang, kita makan dulu yuk. Ajak saja anak-anak." Ucap Nathan.


"Iya Mas."


Nathan tak membiarkan istrinya merawat bayi-bayi nya seorang diri. Kadang dia menyuruh istrinya tidur duluan jika anaknya rewel malam hari. Dia membantu merawat anak-anak nya dalam segala hal.


Dia sama sekali tidak mengerti mengganti popok bayi, namun dia pelajari agar bisa menghandle tugas istrinya itu jika Nandira memiliki kesibukan lain. Nathan juga yang awalnya tidak bisa membuat makanan untuk anak-anak nya, dia mulai belajar karena sebagai suami dia harus serba bisa untuk mengimbangi kesibukan istrinya sebagai mahasiswi yang setiap hari memiliki banyak tugas dari kampus.


"Mas, Mas mau makan yang mana?"


"Apa saja Sayang." Sahut Nathan menggendong bayi perempuan nya. Bayi perempuan nya ini memang paling lengket dengannya jadi kalau menangis harus digendong agar tangisnya berhenti.


Namsin dan Hellena tersenyum hangat. Pasangan suami istri ini memang selalu kompak. Bahkan tak memakai jasa Baby Sitter, mereka berdua memutuskan untuk merawat anak-anak nya sendiri.


Begitu juga dengan Aris. Sambil menggendong anaknya dia makan. Dia belajar dari Nathan bagaimana merawat bayi. Dirinya adalah orang tua tunggal yang harus bisa segalanya karena dia tak memiliki siapa-siapa.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2