Cinta Manis Sang Presdir

Cinta Manis Sang Presdir
Nathan yang bucin


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Nandira mengeliat dibalik selimut tebalnya. Pantulan cahaya matahari menyinari wajah cantik gadis yang sudah sah menjadi wanita itu.


Nandira membuka matanya. Objek pertama yang dia lihat adalah Nathan yang terlelap sambil memeluk nya erat.


Seluruh tubuh Nandira terasa patah akibat pergulatan panas mereka semalam. Wajah wanita itu merah merona saat mengingat bagaimana dia menikanti sentuhan Nathan yang membuatnya terbang melayang ke udara dan angkasa.


Wanita itu menyingkirkan tangan Nathan yang melingkar diperutnya. Dan lagi pria malah memeluk nya kian erat.


"Mas." Berusaha membangunkan suaminya "Bangun Mas, aku mau bangun sudah siang." Ucapnya lagi.


Namun Nathan seolah tak terganggu, pria itu semakin erat memeluk istrinya. Tubuh kecil Nandira begitu nyaman dipeluk.


Nandira mendengus kesal. Dia sudah gerah kepanasan apalagi tanpa sehelai benang terasa ada sesuatu yang berbeda.


"Mas. Bangun." Renggeknya "Rasanya tidak enak tidak pakai baju Mas." Ucapnya dengan bibir menggerecut kesal.


Nathan yang tadinya pura-pura tidur, sontak membuka matanya sambil terkekeh pelan.


"Maaf sayang." Pria itu cenggesan lalu mencium singkat bibir istrinya


"Selamat pagi." Ucapnya tersenyum lembut sambil membelai wajah wanita cantik itu. Pergulatan semalam takkan Nathan lupakan seumur hidupnya. Pengalaman pertama bagi nya dan Nandira.


"Pagi juga Mas. Ayo bangun." Nandira hendak bangun dan menyingkirkan selimutnya.


"Biar aku gendong ke kamar mandi."


"Mas."


Nathan langsung menggendong tubuh istrinya dan membungkus tubuh wanita itu dengan selimut.


"Mas." Nandira menutup matanya saat melihat junior Nathan yang sudah berdiri tegak


Nathan terkekeh gak ada rasa malu dihati pria itu. Dia justru suka melihat wajah malu istrinya.


Nathan membawa istrinya masuk kedalam kamar mandi. Kasihan Nandira, gadis itu pasti kelelahan akibat pergulatan panas mereka tadi malam


"Awwwwwwww". Rintih Nandira saat Nathan mendudukkan nya didalam butp up berisi air


"Sayang kenapa? Apa ada yang sakit?." Pria itu terlihat panik


"Mas anu ku sakit." Rintih Nandira


"Sangat sakit ya sayang? Maafkan aku." Nathan benar-benar merasa bersalah.


"Tidak apa-apa Mas. Apa memang sakit ya pertama kali?." Tanya Nandira polos.

__ADS_1


Nathan mengangguk "Tapi lama-lama tidak kok sayang." Dia menyelipkan rambut istrinya "Biar aku mandikan ya. Kau pasti kelelahan."


Nandira mengangguk karaja jujur dirinya memang lelah seluruh tubuhnya serasa remuk redam. Nathan sungguh buas jika diatas ranjang. Pria itu tak cukup satu ronde dan bahkan mereka melakukannya berkali-kali hingga Nathan kelelahan sendiri.


Nathan menuangkan sabun wangi kedalam buth up, sabun kesukaan istrinya wanginya membuat Nathan candu.


Pria itu memandikan istrinya dengan sabar dan telaten tentunya lembut takut jika istri nya sampai kesakitan.


"Mas." Nandira menatap Nathan dengan senyum


"Iya sayang kenapa?." Tanya pria itu lembut.


"Aku tidak menyangka jika Mas itu suamiku. Aku ingat pertama kali kita bertemu. Saat kita dipaksa menikah hanya karena salah paham." Ucap Nandira. Nathan terkekeh mendengar ucapan istrinya sambil terus menggosok tubuh wanita itu.


"Iya sayang aku juga ingat. Tapi bagaimana bisa kau masuk ke kamarku waktu ku itu sambil membawa es cream malam-malam. Bahkan aku saja tidak pernah makan es cream diusia dewasa?." Tungkas Nathan penasaran.


Nandira menghela nafas panjang "Aku juga tidak tahu Mas. Aku dijebak oleh temanku." Ucap Nandira.


"Dijebak?." Ulang Nathan


Wanita itu mengangguk "Iya Mas. Padahal aku sudah berpikir bagaimana bisa ada orang makan es cream malam-malam. Tapi karena aku tidak tahu ya sudah aku ikutin saja." Jelas nya


Nathan mengepalkan tangan nya kuat ternyata istrinya dijebak. Tapi dia bersyukur karena dengan jebakkan itu membuatnya bertemu cinta sejatinya.


"Sudah!! Jangan dipikirkan lagi yaaaaa." Senyum Nathan hangat.


Setelah memandikan istrinya Nathan ikut membersihkan diri juga. Senangnya bisa mandi berdua bersama istri apalagi mereka baru selesai melakukan adegan ranjang tadi malam sungguh Nathan dibuat mabuk kepayang oleh Nandira. Meski sedikit sakit tapi dia menikmati permainan panas mereka berdua.


"Tunggu sebentar Mas pakai handuk dulu. Apa kau kedinginan?."


"Tidak Mas."


Nathan memakai handuknya dan melilitkan dipinggang nya. Lalu dia mengangkat istrinya dari buth up dan membungkus tubuh wanita itu dengan handuk.


Nathan membawa Nandira keluar dari kamar mandi dia mendudukan wanita itu ke kursi depan meja rias.


"Mas."


"Iya sayang?." Nathan menatap istrinya dengan cinta.


"Aku mencintai Mas." Senyumnya manis sekali.


"Apa sayang aku tidak dengar?." Tanya Nathan sekali lagi.


"Aku mencintaimu Mas. Sangat mencintaimu." Ucap Nandira penuh penekanan.


"Terima kasih sayang aku juga sangat mencintai mu." Nathan mengecup kening wanita itu dengan sayang.

__ADS_1


Sebenarnya Nathan setengah mati menahan hasrat nya saat melihat tubuh basah Nandira yang justru terlihat seksi dimatanya. Tapi dia tidak mau membuat istrinya itu sakit. Semalam Nandira sudah kewalahan menyeimbangi permainan nya kasihan jika Nathan meminta lagi dan dia tidak mau egois dengan nyaman sendiri.


"Sayang jangan masuk kantor dulu hari ini, kau temani aku saja. Bagaimana?."


"Tidak bisa Mas. Aku banyak pekerjaan." Sahut Nandira.


"Tapi kan anu mu masih sakit?." Menatap istrinya kasihan.


"Memang nya sakitnya lama Mas?." Tanya Nandira penasaran.


"Sebentar mungkin sayang." Sahut Nathan asal dia juga tidak tahu.


Nathan memilih pakaian istrinya. Semua kebutuhan Nandira dia sendiri yang siapkan termasuk dalam hal pakaian. Nathan tidak mau istrinya memakai baju terbuka dan kurang bahan seperti wanita pada umumnya.


"Pakai dulu sayang."


Nandira menurut ketika Nathan memasangkan baju itu ke tubuhnya. Tak ada penolakkan. Dia menurut seperti anak kecil yang dipakaikan baju oleh Ayahnya.


Nathan menyisir rambut istrinya dengan lembut. Wangi rambut Nandira selalu menjadi wangi favorite Nathan. Suka sekali dengan shampoo yang dipakai istrinya ini.


"Mas, sekarang biarkan aku yang pasang dasi mu." Nandira berdiri "Awwwwww." Wanita itu merintih


"Sayang." Nathan panik langsung menangkap tubuh istrinya "Sayang seperti nya kau kesakitan. Kita bawa ke dokter saja bagaimana? Aku khawatir." Nandira sakit tapi Nathan yang pucat fasih karena merasa bersalah dan kasihan.


"Memang bisa diobati Mas?." Tanya Nandira polos.


"Mungkin bisa sayang. Ayo."


Nathan menggendong istrinya dengan panik dan membawa wanita itu. Bahkan jas dan dasinya saja belum dipakainya.


"Pagi Tuan. Nona kenapa?." Aris ikutan panik apalagi Nandira seperti kesakitan.


"Ris, siapkan mobil. Cepat." Teriak Nathan.


Nandira melingkarkan tangannya dileher suaminya sambil menahan perih dibagian area sensitif nya.


"Baik Tuan."


Aris bingung Nandira sakit apa? Wajah Nandira tidak pucat hanya saja dia kelihatan kesakitan.


Bersambung.....


Hai para kesayangan ku semuanya.


Apa kabar kalian hari ini????


Jangan lupa selalu jaga kesehatan yaaa...

__ADS_1


Semoga jalan kita dimudahkan..


__ADS_2