Cinta Manis Sang Presdir

Cinta Manis Sang Presdir
Kabar bahagia


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Aris ikut masuk kedalam kamar Nathan dan Nandira bersama Bik Yum. Dia juga panik. Dalam hati bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Nona Muda-nya itu.


"Aris kenapa kau masuk?. Keluar!" Usirnya kesal.


"M-maaf Tuan." Ari segera keluar. Padahal dia hanya ingin melihat Nandira. Aris ikut keluar dan disusul dengan Bik Yum


"Sayang ada apa kenapa kau menangis?" Nathan memeluk istrinya "Katakan padaku. apa ada yang sakit sayang?" Dia memeluk wanita itu dan berusaha menenangkan nya.


"Mas aku_."


"Kau kenapa sayang? Ayo katakan pelan-pelan?" Tanya Nathan lembut sambil mengusap kepala wanita itu.


"Mas aku telat sudah dua hari. Ada apa yang Mas. Harusnya aku sudah datang tamu bulanan dua hari yang lalu. Tapi kenapa sekarang belum hiks. Mas aku takut tidak menjadi wanita lagi." Renggek Nandira menangis segugukan.


"Telat dua hari sayang?" Tanya Nathan memastikan. Nandira mengangguk.


"Kenapa bisa telat ya? Memangnya kemarin tidak telat?" Nathan juga bingung apa itu telat datang tamu bulanan.


"Iya Mas hiks. Mas aku takut tidak bisa jadi wanita lagi. Bagaimana kalau aku tiba-tiba berubah menjadi pria?" Celetuk Nandira


"Stttt. Sayang jangan bicara begitu." Ucap Nathan menenangkan istrinya "Memangnya tamu bulanan itu apa sayang?" Nathan sungguh penasaran apa itu tamu bulanan? Apa bulan datang atau bagaimana?


"Haid Mas." Nandira masih menangis segugukan "Aku takut Mas." Ucapnya terdengar sendu sambil menyeka air matanya.


"Ya sudah sayang, kita periksa ke dokter saja."


"Iya Mas."


Nathan menggendong tubuh Nandira keluar dari kamar. Dalam hati takut mendengar ucapan Nandira yang mengatakan tidak bisa menjadi wanita lain. Nathan sudah bayangkan nasib junior nya nanti. Kalau jeruk makan jeruk kan tidak mungkin.


"Aris kita ke rumah sakit." Teriak Nathan.


"Ada apa dengan Nona Tuan?"


"Aris aku sedang memerintahmu. Bukan bertanya balik!" Hardik Nathan.


"M-Maaf Tuan." Aris segera berjalan menuju mobil dan membuka pintu untuk Nathan yang tengah panik itu.


Nathan masuk sambil memangku Nandira dipangkuannya. Bahkan dia tidak peduli yang sedang memakai piyama tidur itu.


"Sayang sabar ya sayang kita kerumah sakit." Nathan mengusap rambut istri nya.

__ADS_1


"Hiks Mas aku takut." Wanita itu membenamkan wajahnya didada bidang Nathan.


"Stttt jangan takut ada Mas disini." Dia mencium kening wanita itu dengan lembut. Tak bisa Nathan pungkiri bahwa dia juga takut.


"Mas aku hanya takut tidak menjadi wanita lagi. Bagaimana jika aku berubah menjadi pria, masa aku harus beli pakaian baru lagi Mas hiks." Isaknya masih memeluk suaminya.


"Sayang jangan bicara begitu yaaa. Kau tidak akan jadi laki-laki karena telat datang tamu bulanannya. Kau tetap wanita dan istrinya Mas ya." Ucap Nathan berusaha menenangkan wanita didalam pelukkan nya ini.


"Hiks iya Mas."


Aris yang menyetir didepan mendelik merasa ada yang aneh dengan percakapan kedua manusia di belakang nya.


"Sebenarnya Nona Nandira kenapa? Kenapa dia bilang takut tidak menjadi wanita lagi? Dan lambat tamu bulanan.. Atau jangan-jangan Nona hamil?" Batin Aris


"Tuan." Seperti nya Aris perlu memberitahu Nathan


"Cepat lajukan mobilnya Ris. Kau lihat istri ku ketakutan begini." Hardik Nathan.


"M-maaf Tuan." Aris langsung kikuk sambil menggaruk tengkuknya.


"Dasar pasangan tidak waras." Umpat Aris dalam hati


"Pokoknya kalau sampai dirumah sakit, sebaiknya aku menunggu di mobil saja. Aku tidak aku malu gara-gara pasangan aneh ini." Batin Aris yang tak mau ambil resiko.


Nathan keluar sambil berjalan dengan tergesa-gesa. Namun langkahnya terhenti saat menyadari Aris tak mengikuti nya.


"Arisssss." Teriak Nathan menatap asistennya tajam


Aris setengah berlari menghampiri Nathan "I-iya Tuan. Ada apa?" Tanya Aris gegelapan


"Kenapa kau berdiam saja? Jalan duluan dan perintahkan para dokter untuk menyiapkan semuanya agar istriku segera ditangani." Murka Nathan.


"B-baik Tuan." Benarkan Aris lagi yang jadi korban?


"Mass hiks."


"Sabar sayang, sebentar lagi kita sampai ya dan aku akan ditangani. Jangan menangis ya." Ucapnya berjalan cepat sambil menggendong badan kecil Nandira.


Para perawat dan dokter langsung menangani Nandira, apalagi Nathan yang berteriak seperti orang gila habis obat.


"Silahkan baringkan Nona Tuan." Ucap salah satu dokter.


"Arissssssss." Teriak Nathan lagi.

__ADS_1


"I-iya Tuan?" Aris mendekat.


"Sudah berapa kali aku katakan Arissss. Jangan ada dokter pria yang memeriksa istriku. Dimana telingamu Aris?" Hardik Nathan saling bersahutan dengan tangisan Nandira.


"M-maaf Tuan saya salah."


Segera Aris mengganti dokter pria yang hendak memeriksa Nandira dengan dokter wanita. Karena saking panik nya Aris sampai lupa kalau Nathan tidak mau dokter pria yang memeriksa istrinya.


"Mari Tuan, izinkan saya memeriksa Nona."


Nathan meletakkan istrinya dengan pelan dan telaten diatas brangkar ruangan UGD.


"Dimana sayang sakit Nona?" Tanya sang dokter lembut dan mulai memeriksa.


Bukannya menjadi Nandira malah menangis. Dia sudah membayangkan berubah menjadi pria. Menyedihkan sekali hidupnya. Ini pertama kalinya dia telah datang tamu bulanan. Biasanya setiap bulan juga datang tepat waktu atau malah lebih cepat tapi kali ini lambat kemana perginya tamu bulanan itu kenapa tidak datang-datang? Pikir Nandira.


"Begini Dokter. Tamu bulanan istriku tidak datang dan sudah telat dua hari? Istriku panik dan takut dia tidak jadi wanita lagi. Jadi tolong ya dok periksa istri ku dengan baik. Car tamu bulanan itu kemana pergi nya dan suruh datang kesini." Jelas Nathan mewakili.


Untuk sejenak Aris dan para dokter serta perawat terdiam seperti orang bodoh.


"Rasanya aku ingin menceburkan diri kedalam danau. Kenapa aku miliki Tuan yang cerdas dalam hal bisnis namun dalam hal seperti ini malah bodoh diluar pemikiran manusia." Batin Aris


"Dok, kenapa diam ayo periksa istriku?" Perintah Nathan sambil menggenggam tangan Nandira.


Dokter itu menarik nafas dalam dan sangat dalam. Sudah dua kali dia dibuat panik oleh kegilaan Nathan. Ingin marah tapi takut didepak nanti karena dia pun hanya seorang kuli dirumah sakit ini.


"Baik Tuan, izinkan saya memeriksa Nona." Wanita itu kembali memeriksa Nandira "Tidak ada yang aneh dengan tubuh Nona Nandira. Tapi saya sarankan Tuan membawa Nona ke dokter kandungan." Jelas dokter itu.


"Dokter kandungan?" Beo Nathan. Sementara Nandira masih menangis sambil memeluk lengan suaminya.


"Iya Tuan. Menurut pemeriksaan saya Nona Nandira sedang mengandung. Tapi untuk lebih jelas nya lagi Tuan boleh membawa Nona ke dokter kandungan."


"Maksud dokter istri saya hamil?" Tanya Nathan tak percaya.


"Iya Tuan."


**Bersambung......


Hihihihihihihihi


Wkwkwkwwkk


Ikutin terus guyss.ss**.....

__ADS_1


__ADS_2