Cinta Manis Sang Presdir

Cinta Manis Sang Presdir
Kedatangan cinta lama


__ADS_3

Budidayakan Like dan komen ya guys. Agar author selalu semangat update nya.....


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Ranti kita mau kemana sih?" Kesal Ivan saat gadis itu menarik tangannya dengan paksa.


"Ikut saja Kak." Ketus Ranti.


Ranti membawa Ivan masuk kedalam mobil, padahal ini sudah malam. Mau apa sebenarnya gadis itu?


"Duduk dengan tenang Kak jangan kemana-mana." Dia membuka pintu mobil agar pria itu masuk.


Dalam kebingungannya Ivan masuk dan duduk disamping bangku kemudi.


Ranti mengitari mobil dan membuka pintu kemudi lalu memasang sealbeat nya "Pasang sealbeat nya Kak."


Ivan memasang sealbeat ke tubuhnya "Kau yakin ingin menyetir?" Tanya Ivan setengah tak yakin.


"Yoiii." Jawab nya menyalakan mesin mobil.


Ranti melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ivan sambil berpegang takut.


"Kalau mau mati jangan ajak-ajak Ranti." Sindir Ivan ketakutan. Pria itu sampai memejamkan matanya.


"Tenang saja Kak. Aku kan pembalap daerah." Gadis itu cekikikan dan tertawa pelan.


Ivan mengelus dadanya menahan takut. Ranti benar-benar bar-bar, membawa mobil saja seperti orang kesetanan.


Hingga sampai disebuah taman, mobil Ranti terhenti


Kening Ivan berkerut heran "Kita mau apa disini?" Tanya pria itu heran.


"Sudah jangan bertanya. Ayo keluar." Gadis itu melepaskan sealbeat nya dan membuka pintu lalu keluar.


Ivan melakukan hal yang sama. Apa yang ingin gadis itu lakukan malam-malam disini?


"Kakak duluan jalan, aku mau kesana dulu." Ranti menujuk sebuah pohon yang tidak jauh dari sana.


"Mau kemana jangan aneh-aneh ini sudah malam?" Ujar Ivan. Kalau terjadi sesuatu pada Ranti bisa-bisa dia yang digantung oleh Mars.


"Ck, Kakak ini kenapa sih cerewet sekali? Ikut saja kenapa?" Gerutu gadis itu "Sudah cepetan sana Kak." Ranti setengah mendorong tubuh Ivan "Langsung duduk ditaman itu." Suruhnya.


Ivan menarik nafasnya dalam lalu mengikuti perintah Ranti. Ivan berjalan menuju taman dia sesekali menoleh ke kebelakang melihat Ranti yang mendadakan tangannya kearah Ivan.


"Sebenarnya dia mau apa?" Gumam Ivan. Pria itu duduk dibangku taman dengan tenang.

__ADS_1


Bintang dikemerlapan malam saling bertebaran seolah berlomba-lomba untuk memarmerkan keindahan nya.


Ivan menatap langit itu dengan tatapan kosong dan hampa namun sudut bibirnya tertarik. Seakan dia melihat bayangan Ranti yang menarik diantara para bintang yang indah itu.


"Ranti." Gumamnya sambil tersenyum.


"Ivan....."


Untuk sejenak pria itu seperti tertegun sebelum akhirnya menoleh kesamping dengan kedua tangannya yang berdiam nyaman didalam saku celananya.


"Verritha." Ivan sontak berdiri saat melihat wanita itu ada disana.


"Ivan." Wanita itu langsung memeluk Ivan "Aku merindukan mu Van." Peluknya dengan suara lirihan.


Ivan malah terdiam tanpa membalas pelukan Verritha. Pria itu masih terkejut dan belum sadar dari keterkejutan nya.


Verritha melepaskan pelukannya "Apa kabarmu Van?" Wanita itu menatap Ivan dengan berkaca-kaca. Dia merindukan pria ini.


Ivan malah menatap Verritha dengan tatapan yang sulit diartikan. Entah tatapan apa? Tatapannya terlihat dingin.


"Van....."


"Kemana saja?" Tanyanya dingin tanpa melihat wanita didepannya.


"Aku minta maaf."


Ivan Verritha menoleh kearah Ranti yang membawa kue ditangannya dengan dua angka lilin yang berdiri tegak diatasnya.


"Ranti." Lirih Ivan menatap gadis yang begitu dia cintai itu.


"Kak Ivan, ayo tiup lilinnya." Seru Ranti menyedorkan kue itu pada Ivan "Don't forget make a wish Kak."


Ivan mengangguk tatapan matanya hanya tertuju pada Ranti. Jantung nya berdebar sangat kuat.


Pria itu melipat kedua tangannya lalu memejamkan mata dan mengucapkan semua keinginan nya diumur yang bertamah satu tahun ini.


'Tuhan aku hanya meminta satu, jadikan aku dan Ranti menjadi kita. Aku sungguh mencintai gadis yang ada di depanku ini. Persatukan kami sesuai rencanaMu, Tuhan. Amin.'


"Ayo tiup Kak."


Ivan meniup kue ulang tahun itu. Dia berkaca-kaca dan terharu, rasanya ingin menangis. Moment ulang tahun yan takkan pernah bisa Ivan lupakan hingga nanti.


"Kak Verritha bantu Kak Ivan potong kue nya ya." Gadis itu memberikan piring kecil dan pisau kecil.


"Iya Ran."

__ADS_1


Verritha memotong kue itu, sedangkan Ivan hanya terdiam saja. Dia sedikit bergeser saat Verritha memepet dirinya.


"Kak potongan pertama Kakak berikanlah pada Kak Verritha." Gadis itu mengambil piring kecil dari tangan Verritha.


Ivan mengambil piring itu dari tangan Verritha. Dia mengambil sepotong kecil disendoknya.


Lalu Ivan menatap kedua gadis itu secara bergantian. Keduanya sama-sama cantik dan menarik hati. Tapi tidak keduanya membuat nyaman dihati.


"Ran..."


"Iya Kak?"


Ranti terkejut ketika Ivan memasukkan kue itu kedalam mulutnya. Ranti menatap Ivan tak percaya. Sedangkan Verritha tersenyum kecut dan kalah.


"Kak." Ranti beberapa kali mengerhab-ngerjabkan matanya.


"Kau makan seperti anak kecil saja." Ivan terkekeh lalu menyeka potongan kecil kue yang menempel dibibir Ranti dan ikut memakannya.


"Kakak." Ranti semakin menutup mulutnya tak percaya.


"Tidak ingin mengucapkan selamat ulang tahun pada Kakak?" Ivan tersenyum menggoda.


"Kakak." Ranti berusaha menormalkan detak jantung nya "Selamat ulang tahun Kak Ivan, cieee yang umurnya bertambah." Seru Ranti sambil menutup mulutnya menahan tawa "Semoga hubungan Kakak dan Kak Verritha langgeng sampai maut memisahkan." Tuturnya kemudian.


Ivan melirik Verritha yang tersenyum malu. Jangan bilang jika kedatangan Verritha adalah ulah Ranti.


"Kak aku sengaja membawa Kak Verritha kesini sebagai kado ulangtahun mu! Bagaimana Kak apa kau suka?" Ranti tersenyum kearah Ivan


Ivan masih diam. Dia tidak menatap Verritha tapi fokus pada Ranti. Kenapa Ranti membawa wanita di masa lalu Ivan? Wanita yang telah memilih pria lain sebagai pilihan terakhir nya.


"Van." Verritha menghusap baju Ivan "Maafkan aku ya? Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi. Aku masih mencintaimu Van."


Ivan tetap terdiam dengan tangan yang terkepal kuat. Wanita yang sudah pergi demi kebahagiaan lain, datang kembali karena alasan masih mencintai.


"Ayo Ran." Ivan menarik tangan Ranti.


"Kakak." Ranti terkejut. Dia segera menyerahkan kue itu kepada Verritha kalau tidak bisa jatuh.


"Kak, kenapa pergi Kak? Kak Verritha ditinggal sendiri." Ujar Ranti.


Namun Ivan tak peduli. Pria itu malah terus menarik Ranti menjauh dari Verritha. Sampai kapan pun Ivan takkan membiarkan Verritha kembali padanya. Luka lama itu sudah sembuh. Dia tidak mau kambuh lagi hanya karena orang yang sama.


"Kakak jangan begini Kak."


Ranti berusaha melepaskan tangan Ivan. Ada apa sebenarnya dengan pria ini? Kenapa wajah Ivan seperti marah dan kecewa? Bukankah harusnya pria itu berterima kasih padanya karena sudah membawa kembali orang yang begitu dia cintai dimasa lalu.

__ADS_1


Ivan masih tak mendengarkan dia masih terus berjalan dengan menarik tangan Ranti dan menggandeng tangan gadis itu agar tidak terlepas dari genggaman nya.


Bersambung......


__ADS_2