Cinta Manis Sang Presdir

Cinta Manis Sang Presdir
Tak semangat


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Mars masih terdiam dimobilnya. Dia menatap mobil Nathan yang menjauh dari kantor nya.


Pria itu seperti hilang kesadaran saat melihat Nathan mencium kening Nandira. Kenapa hatinya sakit? Ada apa ini? Apa benar kata Ivan bahwa dia terjerat pesona gadis kampung itu.


"Tuan". Ivan menoleh kearah belakang "Apa anda baik-baik saja?". Tanyanya.


Mars tak menjawab pria itu membuka pintu mobil dan keluar tanpa menunggu Ivan.


Seminggu Nandira tidak masuk dia benar-benar tak semangat. Pekerjaan nya setiap hari adalah marah. Selalu saja ada yang salah dimatanya sehingga membuat para karyawan nya pusing dengan sikap Mars.


"Selamat pagi Tuan". Sapa para karyawan namun pria itu tak menjawab.


Ivan turun dari mobil sambil meneteng tas kerja Mars.


"Apa Tuan Mars cemburu melihat Dira dan Tuan Nathan? Lagian ada hubungan apa Dira dan Tuan Nathan?'. Gumam Ivan cukup penasaran dengan hubungan Nathan dan Nandira.


Ivan berjalan masuk menyusul Mars. Beberapa hari ini pria itu memasang seperti sedang berkelahi dengan isi pikiran nya.


Ivan masuk kedalam lift menyusul Mars. Tatapan wajah Mars dingin. Tidak ada yang bisa menebak apa yang dipikirkan pria tampan yang satu itu.


"Apa alasan Dira cuti seminggu?". Tanpa melihat Ivan kedua tangannya berdiam dengan nyaman didalam saku celananya.


"Tuan Aris melaporkan_".


"Aris asisten Nathan?". Potong Mars.


"Iya Tuan. Semua surat cuti Dira, diatur dan diurus oleh Tuan Aris".


Mars memalingkan wajahnya kedepan. Dia semakin penasaran dan ingin bertanya dengan hubungan Nathan dan Nandira. Tapi dia merasa tak ada hak untuk tahu urusan Nandira.


Kedua nya keluar dari lift. Mars melangkah menuju ruangan nya.


"Selamat pagi Tuan. Selamat pagi Mas Ivan". Sapa Nandira berdiri dari duduknya dan menunduk hormat kearah Mars dan Ivan.


Mars tak menjawab menoleh juga tidak. Pria itu melenggang masuk tanpa merespon sapaan Nandira. Dia tidak tahu kenapa dia bisa sekesal dan sekecewa ini saat melihat Nathan mengantar Nandira ke kantor dan bahkan dengan tak tahu malu mencium kening gadis itu didepan semua karyawan nya.


"Pagi Ra". Sapa Ivan "Kapan kau kembali?". Sambil meletakkan tas kerja nya


"Kemarin Mas". Jawab Nandira "Mas, Tuan Mars kenapa? Kenapa seperti kesal begitu Mas? Apa ada masalah?". Tanya gadis itu bertubi-tubi.


Ivan duduk dan sekilas menoleh kearah gadis itu "Mungkin dia lelah". Sahut nya.


"Mas, Tuan Mars marah tidak karena aku cuti terlalu lama? Maaf ya Mas, soalnya ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan disana". Jawab Nandira.


"Ra". Ivan menoleh kearah Nandira dan menatap gadis itu serius.


"Iya Mas, kenapa?". Nandira menatap Ivan balik.


"Jawab dengan jujur ya?". Ucapnya serius.


"Iya Mas, aku akan jawab dengan jujur". Tanpa bertanya apa maksud Ivan, Nandira mengiyakan saja.

__ADS_1


"Ada hubungan apa kau dan Tuan Nathan?". Tanya nya sungguh penasaran


"Ohh Mas Nathan". Seru Nandira.


"Iya. Ada hubungan apa kau dengannya?". Ulang Ivan sekali lagi seperti tak sabar untuk tahu hubungan Nathan dan Nandira.


"Mas Nathan itu_".


"Selamat pagi Kak Ivan. Selamat pagi Dira".


Ranti datang ke meja dua orang itu sambil membawa paper bag nya ditangannya.


"Pagi Kak Ranti". Sapa Nandira membalas Ranti


Ivan mencebik kesal. Tidak dirumah. Tidak dikantor, Ranti selalu saja menganggu ketenangan nya. Gadis itu benar-benar membuat Ivan kesal.


"Pagi Kak Ivan". Ranti tersenyum menggoda.


Namun Ivan malah memutar bola matanya malas. Jenggah menatap gadis itu. Sudah bosan pastinya.


"Pagi". Ketus Ivan menyalakan komputer didepannya.


"Ra, ini aku bawa oleh-oleh untukmu". Sambil meletakkan paper bag ditangannya.


"Wahh apa ini Kak? Terima kasih ya". Dengan senyuman lebar Nandira mengambil paper bag itu.


"Buka saja kau akan tahu isinya". Seru Ranti "Kak Ivan ini untukmu". Meletakkan paper bag dimeja Ivan.


"Terima kasih". Jawab Ivan ketus.


"Memangnya Kak Ranti mau kemana Kak?". Tanya Nandira menyimpan paper bag dibawah mejanya.


"Tidak kemana-mana". Jawab Ranti "Memangnya kenapa?". Sambung gadis itu heran.


"Tadi kata Kakak, Mas Ivan akan kangen kalau Kakak tidak ada. Memangnya Kakak mau kemana?". Tanyanya mengulang.


Ranti dengan gemes mencubit pipi gadis itu.


"Awww Kak, sakit". Rintihnya mengelus pipinya


"Habisnya kau itu yaaa....". Ingin Ranti gigit pipi Nandira "Maksud aku itu kan misalnya Dira, bukan beneran". Jelas Ranti sabar


"Ohh begitu Kak". Nandira beroh ria saja setelah membuat Ranti kesal setengah jalan.


"Ya sudah lah. Aku balik dulu. Selamat bekerja kalian". Ranti melambaikan tangan nya menjauh dari meja kedua orang itu.


"Terima kasih oleh-oleh nya Kak". Ucap Nandira setengah berteriak.


"Sama-sama Ra". Jawab Ranti dari jauh.


.


.

__ADS_1


.


.


Mars duduk melamun menatap kosong kearah luar jendela ruangan nya yang transparan menampilkan kepadatan kota Jakarta.


Kedua tangannya dengan nyaman berdiam disaku celananya. Entah kenapa bayangan Nathan mencium kening Nandira masih terus terngiang dikepala pria itu?


Mars memejamkan matanya sejenak. Patah hati hebat yang dia alami masih saja membekas dihatinya. Hingga kini Mars tak percaya lagi akan ada nya cinta. Baginya cinta itu semu. Cinta itu penipu. Tak ada cinta yang benar-benar tulus. Semua hanya kebohongan belaka.


Namun, entah kenapa sejak Nandira menjadi sekretaris nya pria itu memiliki pandangan berbeda tentang wanita. Hatinya goyah. Pertahanan nya runtuh. Dan lagi, dalam sekejap Nandira pun membuatnya tak bersemangat. Saat melihat Nathan mengantar Nandira dan mencium kening gadis itu membuat hati Mars seolah terkoyak dan patah. Harusnya dia patah hati untuk kesekian kalinya?


"Nandira". Gumamnya pelan "Arghh kenapa gadis itu tidak bisa sama sekali tidak bisa hilang dari kepalaku? Dan ini kenapa aku harus penasaran tentang hubungan nya dengan Tuan Nathan. Itu kan urusan nya. Apa iya aku menyukai gadis kampung seperti nya? Dia sama sekali tak memiliki kelebihan tapi kenapa aku justru merasa dia menarik?". Mars menghela nafas panjang.


Tok tok tok tok tok.


Mars menoleh kearah pintu masuk. Sebenarnya dia tidak ingin diganggu dan masih ingin sendiri.


"Selamat pagi Tuan". Nandira masuk dengan membawa tumpukkan berkas ditangannya.


"Nandira". Gumam Mars.


"Tuan, ini pendapatan, laporan keuangan, laba-rugi, arus kas dan presentase pencapaian". Nandira meletakkan berkas-berkas itu ke atas meja Mars.


Mars mengangguk. Dia menatap Nandira dengan intens. Semakin hari gadis itu semakin cantik. Wajahnya natural tanpa make up, mulus bak kulit bayi.


"Saya permisi Tuan". Pamit Nandira.


"Ra". Panggilnya.


Langkah Nandira terhenti dan dia menoleh kearah Mars.


"Iya Tuan kenapa?". Gadis itu berbalik kembali.


"Boleh aku bertanya sesuatu?". Tatapannya tak biasa.


"Boleh". Sahut Nandira tersenyum.


"Ada hubungan apa kau dengan Tuan Nathan?".


Bersambung.....


Hai semua.....


Ketemu lagi bareng Author cantik pari purna ini wkwkw.


Apa kabar kalian semua .??


Kira-kira Nandira akan jawab jujur tidak ya masalah hubungan nya dengan Nathan??


Yuk simak terus kisah mereka.


Mari mampir ke karya baru author

__ADS_1


Dinikahi Crazy Rich


Love Me Please (Penyesalan suami kejam)


__ADS_2