
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Anara tampak serius dihari pertama dia angkat sebagai Manager. Gadis berusia 23 tahun tersebut benar-benar menekuni profesi barunya dan menyibukkan diri dengan pekerjaan nya saat ini agar segala bayangan masa lalu itu terbang melayang dalam benak nya.
"Bisa?". Aris mendekat kearah Anara. Dia dipercayakan Nathan untuk memantau gadis tersebut.
"Sudah sedikit bisa Tuan. Hanya saja aku masih belajar cara membuat laporannya". Masih sibuk dengan buku ditangannya sambil mencoret-coret angka uang
"Jangan panggil Tuan. Panggil saja Aris". Ucap Aris tersenyum hangat sambil menatap gadis itu.
"Ohhh iya, Ris". Anara tersenyum kaku "Ehem, mau makan makan siang juga. Sekalian nanti aku minta Ayana untuk siapkan makan siang kita?". Tawar Anara karena dia juga belum makan siang sebenarnya.
"Boleh. Makan siang bareng". Seru Aris tersenyum sumringah. Jarang sekali asisten setia itu tersenyum pada orang lain.
"Kak". Ayana mendekat "Ini Kak cek nya. Kakak lihat dulu". Sambil memberikan beberapa cek pada Kakak nya.
"Iya Na". Mengambil cek itu.
"Tuan Aris, sudah makan siang belum?". Ayana tersenyum malu-malu pada Aris. Ahhh tampan sekali pria itu.
"Belum nanti makan siang bersama Nara". Sahutnya cuek. Kepalanya bisa pusing jika terus bersama Ayana yang berisik luar biasa itu.
Wajah Ayana langsung muram. Tanpa permisi gadis itu mellengang pergi meninggalkan Kakak nya dan Aris.
"Kenapa dia?". Gumam Aris heran.
"Sudah biasa. Jangan heran". Sahut Anara "Dia memang begitu. Sebenarnya dia menyukaimu hanya saja kau cuek padanya". Anara terkekeh sambil menutup bukunya.
"Menyukaiku? Bagaimana bisa?". Tanya Aris setengah tak percaya.
"Entahlah. Tanya kan langsung padanya". Anara mengangkat bahunya "Ya sudah ayo makan. Ayana sudah siapkan makan untuk kita".
Aris mengikuti langkah Anara masuk kedalam ruangan Manager. Anara memiliki ruangan khusus untuknya jadi gadis itu bisa bereksplorasi sepuasnya.
"Ayo Ris. Silahkan duduk". Anara duduk disoffa ruang tamu ruangan nya
"Iya Nara. Terima kasih". Seru Aris.
"Ehem, menu makanan disini memang lezat. Tidak salah jika jadi salah satu restourant favorite". Puji Anara "Kira-kira Tuan Nathan dapat inspirasi dari mana menu-menu ini?". Sambil mencicipi makanan yang ada di restourant mewah tersebut.
"Tentu. Semua ini adalah makanan kedua Nona Nandira. Jadi Tuan Nathan membangun restourant ini sebagai ucapan syukurnya karena dia memiliki istri seperti Nona Nandira". Seru Aris sambil mengunyah makanan nya.
"Dira beruntung sekali memiliki suami seperti Tuan Nathan. Terlihat sekali Tuan Nathan sangat menyanyangi Dira". Ucap Anara "Ummm ini enak sekali? Ravioli dan Kimchi, aku baru pertama kali memakannya. Benar-benar enak, padahal dulu hanya aku lihat di drama Korea". Seru Anara sambil memuji makanan itu yang memang enak dan pas dilidahnya.
__ADS_1
Aris terkekeh pelan. Setelah dekat Anara ternyata gadis ini tidak sedingin dan secuek yang dia kira.
"Makanlah yang banyak". Senyum Aris.
Keduanya makan dengan lahap. Sambil saling mengobrol dan membahas makanan yang mereka cicipi.
"Bu Maneger makannya pelan-pelan". Aris membersihkan makanan yang menempel dibibir Anara.
"Ris.....". Sejenak tatapan keduanya bertemu. Jantung Aris berdebgup kencang saat Anara memegang tangan nya hendak menyingkirkan tissue yang membersihkan bibirnya.
"Maaf". Aris dengan gugup menarik tangannya dan menjauhkan dari bibir Anara.
"Tidak apa-apa Ris". Jawab Anara menahan gugupnya.
"Ayo lanjut makan".
Suasana tiba-tiba canggung. Keduanya menjadi saling tatap malu-malu.
"Bagaimana enak kan?". Ucap Aris memecahkan keheningan.
"Enak Ris. Aku sedikit insecure apakah bisa mengembangkan restourant ini nanti, aku sama sekali tidak memiliki pengalaman". Anara menghela nafas panjang sambil meletakkan sendoknya.
"Jangan menyerah dulu. Ada aku dan Ayana yang akan membantu. Kita adalah team. Kita akan bekerja sama. Jangan sampai kita mengecewakan Tuan Nathan dan Nona Nandira. Mereka sudah mempercayakan restourant ini pada kita". Ucap Aris.
"Iya Ris. Bantu aku yaaaa". Senyum Anara membuat Aris salah tingkah.
"Ayo lanjut makan". Ajak Aris.
.
.
.
.
"Kenyang?". Nathan menatap istrinya dengan senyum
"Sudah kenyang Mas. Rasanya aku tidak mampu bergerak". Ujar Nandira bersender.
Nathan terkekeh "Habisnya kau itu makan seperti orang sesat dihutan saja". Nathan gelang-gelang kepala.
"Makanannya enak Mas. Aku tidak pernah makan, makanan seenak ini. Sayang kalau dibuang". Celetuk Nandira.
__ADS_1
Wajah Nathan langsung berubah. Entah kenapa saat mengingat kehidupan istrinya yang dulu, dia merasakan sakit sendiri. Pasti dulu Nandira menderita dan hidup susah sekali.
Nathan menggenggam tangan Nandira yang terletak diatas meja.
"Sayang aku berjanji akan membahagiakan mu. Maafkan aku ya yang dulu pernah menolakmu. Terima kasih sudah hadir dan ada didalam kehidupan ku. Aku mencintaimu sayang". Sambil mencium punggung tangan gadis itu dengan lembut dan sayang.
"Mas". Wajah Nandira merah. Hatinya berbunga-bunga "Terima kasih Mas. Seperti nya aku juga sudah mencintaimu Mas. Tapi aku tidak tahu cinta itu seperti apa. Rasanya aku sungguh-sungguh bahagia bisa berada didekat mu". Senyum nya membalas ucapan sang suami.
"Sayang.....". Nathan bangkit dan memeluk gadis itu. Pokoknya dia mencintai Nandira sangat cinta.
"Terima kasih sayang". Sambil mengecup ujung kepala gadis itu dengan sayang.
"Sama-sama Mas". Balas Nandira.
"Ya sudah. Ke kantor Mas saja yuk. Bolos saja dulu kerjanya". Nathan mengedipkan matanya jahil.
"Jangan aneh-aneh Mas. Ini masih jam kerja. Aku harus bekerja. Masih banyak pekerjaan, satu Minggu aku tidak masuk". Nandira berdiri sambil meraba tasnya.
Nathan terkekeh. Istrinya ini gadis pekerja keras tidak heran jika Nandira selalu mengutamakan pekerjaan.
"Nanti kalau sudah masuk kuliah harus berhenti bekerja. Oke". Sambil mencubit hidung gadis itu dengan gemes.
"Mas". Kesal Nandira mengusap hidung nya.
"Kau itu menggemaskan sekali sihhh". Nathan gemes sendiri dengan istri kecilnya.
"Ayo sayang". Sambil merangkul pinggang istrinya.
"Iya Mas".
Keduanya berjalan keluar sambil berbincang-bincang. Banyak yang menatap iri pada kedua pasangan manis itu. Seolah mereka adalah makhluk paling bahagia dibumi.
Nathan sebenarnya ingin istrinya berhenti kerja. Namun Nandira masih ingin bekerja dan enggan untuk berhenti. Kecuali jika dia sudah masuk kuliah nanti.
Jujur saja Nandira tak sabar menjadi mahasiswi kedokteran. Dari dulu, dia benar-benar ingin menjadi dokter. Dia ingin mengobati orang-orang sakit termasuk Ayahnya.
**Bersambung.....
Hai semua .......
Apa kabar hari ini???.....
Sehat-sehat semua ya......
__ADS_1
Jangan lupa buat slalu dukung karya-karya remahan author yaaa... Makasih buat kalian semua yang udah setia ngikutin kisah Nathan dan Nandira. Kalau yg diabetes jangan dibaca takut ntar makin diabetes karena terkena manis nya cinta Nathan dan Nandira**......