
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Terima kasih sayang". Seru Nathan "Kenapa kau bisa terbangun. Tidurlah sayang kau pasti lelah". Menarik wanita itu duduk diatas pangkuan nya.
"Mas, astaga. Pasti kaki mu sakit". Nandira menutup mulutnya dan hendak berdiri.
"Tidak sayang. Kau itu kecil sekali". Nathan mencolek hidung kecilnya "Makanya makan yang banyak biar cepat besar". Ujarnya lagi.
"Aku sudah besar Mas. Tua saja yang belum. Masih dibilang anak kecil". Ketus Nandira.
Nathan memeluk pinggang gadis itu. Tubuh Nandira memang kecil dan munggil, serta pendek.
"Mas". Entah kenapa Nandira risih sebenarnya malu.
"Kenapa sayang, ehmm?". Nathan menyelipkan anak rambut istri nya. Kenapa di bisa sebucin ini pada Nandira?
"Aku malu". Gadis itu memalingkan wajahnya.
"Jangan malu. Aku suamimu". Seru Nathan terkekeh gemes.
"Ohhh ya Mas. Kata Ayah kalau suami belum tidur istri juga tidak boleh tidur. Maka nya tadi aku terbangun".
"Kenapa bisa begitu?". Kening Nathan saling bertaut heran.
"Kan harus menemani suami Mas. Biar suami kerja nya semangat". Seru Nandira.
"Kau ini.....". Nathan menarik tubuh gadis itu kedalam pelukannya.
"Mas".
"Biarkan sebentar sayang". Ucap Nathan mengusap kepala gadis itu.
"Tapi aku berat Mas. Kaki mu nanti sakit". Nandira berusaha bangun tapi Nathan menahan kepala gadis itu.
"Tidak sayang. Suamimu ini kuat. Biarkan aku memeluk mu sebentar ya. Aku lelah sekali hari ini". Sambil memejamkan matanya meresapi pelukan nyaman ini.
"Mas kalau lelah istirahat ya. Atau perlu aku pijit".
"Kau hanya perlu memelukku sayang. Semua lelah ku akan hilang". Sahut Nathan dengan mata terpejam.
Nandira membalas pelukan suami nya. Dia membiarkan pria itu memeluk tubuh kecilnya. Tak bisa Nandira pungkiri jika pelukan Nathan selalu mampu membuat hatinya bergetar hebat.
"Mas".
"Iya sayang, kenapa?". Tanpa membuka matanya.
"Mas memelukku terlalu kencang. Aku sampai susah nafas".
Sontak pelukkan Nathan terlepas. Panik dan takut jika sampai istri nya susah nafas.
"Sayang, maafkan aku ya? Dimana yang sakit?". Cecar nya.
"Tidak ada yang sakit Mas". Nandira bangkit dari pangkuan pria itu "Apakah pekerjaan Mas banyak?". Tanyanya melirik tumpukkan berkas dimeja kerja Nathan.
__ADS_1
"Lumayan sayang. Seminggu tidak masuk". Nathan memijit pelipisnya
"Ck, Aris kemana? Kenapa belum pulang?". Batin Nathan kesal
"Mas boleh aku bantu, biar cepat selesai?". Tawar Nandira.
"Memang bisa?". Ledek Nathan.
"Jangan salah Mas. Aku ini sekretaris lho". Ucapnya dengan bangga "Ehhh astaga, aku cuti terlalu lama Mas. Pasti Mas Ivan khawatir mencariku. Bagaimana kalau aku dipecat?". Gadis itu panik sendiri "Ponselku kemana?". Ujar nya mencari ponselnya. .
Nathan menggeleng dengan senyum "Aris sudah mengurus semuanya sayang. Jangan khawatir. Kau temani aku saja yaa. Pekerjaan ku masih banyak. Pasti aku semangat". Nathan mengedipkan matanya jahil.
"Dari pada hanya menemani bagaimana kalau bantu saja Mas. Ini sudah pukul setengah satu dini hari". Nandira duduk didepan meja suaminya.
"Sayang jangan, lebih baik kau tidur saja yaaa? Tidak baik untuk kesehatan mu. Aku juga akan tidur". Cegah Nathan saat istri nya menyebut jam
"Sudah Mas. Tanggung. Lagian juga kalau mau tidur paling hanya beberapa jam saja". Nandira menggambil laptop suaminya.
"Tapi sayang, ini tidak baik untuk kesehatan". Nathan masih berusaha mencegah.
"Aku sudah biasa Mas". Nandira tetap tak mau kalah "Sudah ayo Mas kerjakan biar cepat selesai".
Nathan menghela nafas panjang. Tak disangka Nandira ini polos tapi keras kepala juga. Mau dilawan, Nathan tidak tega karena dia cinta. Nathan memilih mengalah meski sebenarnya selama ini dia tidak pernah mengalah. Namun dia harus belajar demi membuat istrinya nyaman.
.
.
.
.
Gadis itu membuka matanya perlahan ketika merasakan ada sesuatu benda berat yang menimpa perutnya.
"Aaaaaaaaaaaaaaa".
Gadis itu berteriak bukan main ketika melihat wajah Nathan yang berada tepat didepan wajahnya. Sumpah demi apapun dia lupa jika mereka sudah tidur sekamar.
"Sayang ada apa? Apa kau sakit?". Sontak pria itu terduduk dan panik mendengar teriakkan istrinya.
"Kenapa Mas bisa tidur disini?". Tanyanya polos sambil menutup dadanya dengan selimut tebal.
Nandira melirik jam weker suaminya. Mata gadis itu membulat sempurna saat melihat jarum jam yang sudah menunjukkan jam tujuh pagi.
"Aaaaa... Mas aku kesiangan". Gadis itu melompat dari ranjang.
"Awwwwwwww".
Nathan turun dan berhambur kearah istrinya yang terjatuh
"Sayang kau baik-baik saja?". Nathan membantu gadis itu bangun. Wajahnya sudah pucat fasih takut terjadi sesuatu pada istrinya.
"Mas aku kesiangan. Aku buru-buru". Gadis itu melepaskan tangan suaminya dan berjalan sambil memegang pinggang nya.
__ADS_1
Nathan tak diam, dia mengangkat tubuh gadis itu menuju kamar mandi. Mana tega dia melihat istri kesayangan nya kesakitan seperti itu.
"Mas". Nandira terkejut sambil tangan nya melingkar dileher Nathan.
"Diam sayang. Ayo kita mandi bersama". Nathan tersenyum devil.
"Iya Mas". Dengan polos gadis itu mengangguk.
Nathan membawq istrinya masuk kedalam kamar mandi. Mereka mandi berdua.
"Mas aku malu". Gadis itu menutup matanya saat sang suami membuka baju.
"Jangan malu sayang. Ayo cepat mandi. Biar aku mandikan ya?". Langsung mengangkat tubuh Nandira
"Mas".
"Duduk sebentar sayang, aku akan mengisi buth up". Pria itu mendudukan istrinya didepan meja cermin.
"Mas kenapa aku harus dimandikan. Aku bukan anak kecil lagi?". Protes Nandira tidak terima.
"Diam sayang. Biar cepat. Kau pasti lama mandinya".
Nathan mengisi buth up agar dia leluasa memandikan istri kecilnya itu tak lupa dia menuangkan sabun dengan harum bunga delima, dia suka sekali harum bunga tersebut sehingga dia ingin istrinya memakai sabun itu.
"Sini sayang".
Nandira menurut dia mengulurkan tangannya kearah Nathan agar pria itu menggendong nya.
Nathan menelan salivanya susah payah ketika membuka baju Nandira dan disunguhkan dengan dua bukit kembar yang masih terbungkus bra itu. Pria itu merutuki kebodohan nya. Tentu saja adiknya bangun dan terasa sesak didalam celana nya. Andai saja dia bisa menyerang Nandira sudah pasti dia akan mengajak Nandira bercinta dikamar mandi. Tapi jangan kan bercinta dikamar mandi malam pertama saja mereka belum
Nathan menggosok punggung mulus gadis itu. Meski gadis kampung tapi kulit Nandira sangat putih dan halus apalagi sejak menikah dengan Nathan dia sering melakukan perawatan
"Mas harusnya istri yang melayani suami. Ini kenapa sebaliknya?". Nandira sudah tak malu lagi telanjang didepan suaminya. Dia seperti anak kecil yang di mandikan oleh Ayah nya.
Nathan berusaha menahan gairah yang ingin membuncah. Dalam hati dia tak berhenti mengumpat kasar dan merutuki kebodohan nya sendiri.
"Siapapun boleh melayani siapapun. Tidak harus istri yang melayani suami. Tapi suami pun bisa melayani istri. Kita saling melayani dan melengkapi". Ucapnya dewasa.
"Terima kasih Mas". Ucap Nandira tersenyum hangat.
**Bersambung.....
Jadi pengen nikahðŸ¤
Ngebayangin apakah pas nikah nanti gitu juga wkwkwwkwk...
Mohon di les dulu otor yang polos ini ya para emakku sayang. Wkwkwkw.
Yuk mampir ke karya sebelah.
Dinikahi Crazy Rich (Spin off dengan Istri Kecil CEO Lumpuh)
Love Me Please (Penyesalan suami kejam**)
__ADS_1