Cinta Manis Sang Presdir

Cinta Manis Sang Presdir
Kebahagiaan Nathan.


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sesuai dengan perintah dokter agar membawa Nandira ke dokter kandungan.


"Silahkan berbaring Nona." Ucap sang dokter.


"Pelan-pelan sayang." Nathan membantu istrinya berbaring diatas brangkar


"Izinkan saya memeriksa Nona Tuan." Nathan mengangguk


Nandira tidak menangis seperti tadi. Setelah tahu dirinya hamil dia bahagia bukan main. Meski Nandira benar-benar malu karena kepolosannya. Maklum selain baru pertama kali dia juga memang tidak paham masalah hal-hal yang seperti itu meski pun dia wanita. Mungkin karena efek kehamilan sehingga membuat kinerja otaknya lambat dan mengira dia akan menjadi lelaki seutuhnya.


Sang dokter mengangkat baju Nandira agar bisa mengoleskan gel di atas perut Nandira.


"Tuan, Nona. Apakah anda lihat titik-titik hitam itu?" Nathan dan Nandira mengangguk kompak "Itu adalah bayi anda." Terangnya


"Usia kehamilan Nona memasuki Minggu kelima." Sambil membersihkan bekas gel diperut Nandira


"Ayo sayang pelan-pelan." Nathan membantu wanita itu turun dari ranjang.


"Silahkan duduk Tuan. Nona." Sambil menunjuk kursi didepan nya.


Nathan dan Nandira duduk dan siap mendengarkan keterangan dokter selanjutnya.


"Selamat ya Tuan Nona. Sebentar lagi kalian akan jadi orang tua." Ucap sang dokter tersenyum hangat.


"Terima kasih Dok." Balas Nandira


"Tuan saya mulai sekarang anda harus menjadi suami siaga. Nona sedang hamil muda, usia kehamilan seperti ini sangat rentan, tidak boleh lelah dan jangan melakukan aktivitas yang terlalu berat. Jika Nona meminta sesuatu yang ingin dia makan, anda harus memberikan nya. Jangan heran ketika melihat mood Nona yang suka berubah-ubah karena itu biasanya hormon bawaan dari bayi dalam kandungan nya." Jelasnya panjang lebar "Saya akan berikan beberapa vitamin untuk Nona." Sambil memasukkan beberapa obat kedalam kantong kresek berwarna putih dan menulis aturan minum di masing-masing bungkus obat itu.


"Terima kasih Dokter."


"Sayang."


"Mas."


Nathan berhambur memeluk istrinya dengan erat. Sambil menangis bahagia. Dalam hidupnya tak pernah sedikitpun berpikir akan menjadi seorang Ayah. Bahkan dia sudah memutuskan untuk hidup sendiri tanpa menikah, baginya uang dan pekerjaan adalah kebahagiaan nya.


Namun Nathan salah, ketika bertemu Nandira semuanya berubah. Cinta tumbuh dihatinya. Bahagia seolah membuktikan bahwa dia butuh cinta dan kehadiran seseorang. Nathan berjanji akan menjadi Ayah dan suami yang baik untuk istri dan anak-anaknya nanti.


Nandira juga terisak bahagia. Diusia dua puluh tahun dia akan menyandang gelar menjadi seorang istri dan Ibu. Dia tak pernah bayangkan jika kedatangan nya ke Jakarta membawanya pada bahagia yang tak terkira. Semoga setelah ini dia akan selalu bahagia tanpa ada sesuatu pun yang menghalangi kebahagiaan mereka.


"Terima kasih sayang. Aku akan menjaga kalian berdua aku berjanji." Menghujani wajah Nandira dengan banyak ciuman.


Sang dokter tersenyum simpul. Dia jadi teringat pada masa pertama kali menjadi seorang Ibu seperti Nandira, ada kebahagiaan tak terhingga yang dia rasakan. Menjadi seorang Ibu adalah anugrah terindah yang tidak bisa dirasakan oleh semua wanita didunia. Ada beberapa wanita yang memang tidak tertakdir menjadi seorang Ibu karena mungkin ada rencana Tuhan yang berbeda untuk mereka.


Nathan membawa istrinya keluar dari ruangan dokter kandungan. Tangannya yang satu menggenggam tangan erat Nandira yang memeluk lengan nya. Sedangkan tangan nya yang satu lagi memegang kantong obat vitamin untuk istrinya itu.

__ADS_1


Aris yang menunggu diluar ruangan sontak berdiri dan menyambut kedua pasangan yang terlihat tengah berbahagia itu.


"Aris....."


"Iya Tuan?" Aris langsung membungkuk hormat dan siap melaksanakan apapun perintah Nathan.


"Persiapkan acara mewah untuk menyambut kehamilan istriku. Undang teman-teman dekat nya saja dan jemput kedua mertuaku dikampung pastikan mereka aman dan nyaman." Tintah Nathan.


"Baik Tuan." Jawab Aris.


"Ayo sayang."


Para dokter dan perawat turut bahagia atas kehamilan Nandira meski tadi mereka sempat dibuat jantungan oleh kepolosan dua pasangan itu namun mereka memaklumi saja karena ini pertama kalinya bagi Nathan dan juga Nandira.


"Silahkan Tuan." Aris membuka pintu mobil untuk Nathan sedangkan Nandira sudah masuk duluan karena hanya Nathan yang boleh membuka pintu untuk istrinya itu.


Nandira memeluk lengan suaminya dengan manja dan terus tersenyum bahagia.


"Sayang?" Nathan mengusap kepala wanita itu.


"Senang-senang." Seru Nandira "Sebentar lagi aku akan jadi Mommy dan Mas akan jadi Daddy dan kita berdua akan jadi orang tua." Ucapnya dengan semangat sambil mengelus perut ratanya.


"Iya sayang Mas juga senang banget." sambil mengecup ujung kepala gadis itu.


Aris tersimpul. Dia turut berbahagia atas kehamilan Nandira. Semoga saja Nathan dan Nandira terus dilimpahi kebahagiaan hingga nanti. Karena jujur Aris yang sudah menemani Nathan selama belasan tahun ini begitu tahu bagaimana kehidupan Nathan sebelum ada Nandira cenderung membosankan dan jenuh.


"Mas aku ingin makan Bobba." Pinta Nandira.


"Tapi sa_." Sejenak Nathan terdiam dia langsung ingat pesan dokter tadi untuk mengikuti apapun yang Nandira inginkan.


"Tapi kenapa Mas?" Tanya Nandira melihat suaminya yang diam seperti orang kebingungan.


"Tidak apa-apa sayang." Kilah Nathan "Ris kita cari tempat penjual Bobba." Perintah nya.


"Baik Tuan."


Sebenarnya Nathan ingin menolak apalagi Bobba itu ada es nya. Apakah tidak apa-apa dengan bayi didalam kandungan Nandira? Namun Nathan langsung ingat pesan dokter sehingga dia mengizinkan Nandira meminum minuman yang paling dia benci itu.


Aris menepikan mobilnya ketika melihat toko penjual Bobba yang tidak jauh dari jalan raya.


"Biarkan Aris saja yang beli ya sayang, kau tetap disini."


"Tidak mau. Aku mau nya Mas yang beli." Renggek Nandira mulai lagi.


"Tapi sayang...."


"Pokoknya kalau bukan Mas yang beli aku tidak mau makan." Wanita itu merajuk sambil melipat kedua tangannya didada.

__ADS_1


"Baiklah. Baiklah. Kau disini saja ya." Dia mengecup kepala istrinya "Ris jangan kemana-mana, jaga istriku." Tintahnya.


"Baik Tuan."


Nathan keluar, tak lupa dia memakai kacamata hitam agar tidak terlalu mencolok. Sebenarnya dia malas sekali kalau sudah keluar seperti ini pasti banyak orang-orang yang menatapnya dengan kagum


"Wahhh bukankah itu Tuan Nathan pengusaha kaya itu?"


"Benar itu Tuan Nathan. Dia benar-benar tampan sekali."


"Aku rela menyerahkan diri padanya meski hanya semalam."


"Cihh dia sudah memiliki istri."


"Aku rela jadi istri keduanya. Siapa yang berani menolak pesonanya?"


Nathan bergidik ngeri mendengar bisikan-bisikan para pembeli Bobba itu


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?"


"Aku mau Bobba."


"Rasa apa Tuan?" Tanya penjual Bobba itu dengan ramah.


"Semua rasa saja aku beli."


"Baik Tuan. Silahkan tunggu sebentar."


Menunggu adalah pekerjaan yang paling dibenci oleh Nathan. Bila perlu dalam hidupnya jangan ada kata menunggu.


"Ini Tuan."


Nathan tercenggang ketika melihat ada lima cup Bobba yang dimasukkan kedalam kantong kecil.


"Kenapa banyak sekali?" Protesnya heran


"Tadi anda memesan semua rasa Tuan." Jawab penjual Bobba itu tersenyum manis sambil menatap kagum ketampanan wajah Nathan.


Nathan mendengus kesal, setelah membayar nya dia langsung membawa lima kantong Bobba itu.


Bersambung....


mampir ke karya baru author ya...


Dinikahi Crazy Rich


Love Me Please (Penyesalan suami kejam)

__ADS_1


Benang kusut di pernikahan ku.


__ADS_2