Cinta Manis Sang Presdir

Cinta Manis Sang Presdir
Maafkan aku


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Anara menghela nafas panjang. Dia memfokuskan diri dengan beberapa lembar laporan diatas mejanya. Sejak Ayana menjadi sekretaris Mars, dia sedikit kewalahan mengerjakan laporan seorang diri.


Anara juga sedang tak mau memikirkan hal yang lain. Dia ingin focus pada pekerjaannya. Setelah ini dia akan ke kantor pengadilan mengurus surat perceraian nya dengan Aris. Anara sadar bahwa dia memang tidak pantas untuk suaminya. Biarlah nanti dia bunuh cinta yang perlahan memudar dihatinya. Dia memang salah tidak menceritakan dari awal tentang dirinya hingga membuat rumah tangganya berakhir ditengah jalan. Menyesal pun tidak ada gunanya, mungkin perpisahan adalah jalan terbaik untuk Anara saat ini.


“Ra.” Seorang pria tampan dan muda masuk kedalam ruangan Anara.


“Ehhh, Kak Rangga.” Dia tersenyum ramah “Ada apa Kak?” Anara berdiri dari duduknya.


“Ini, menurutmu bagaimana dengan menu ini? Tadi kebetulan Kakak dapat referensi dari pelanggan, sepertinya ini cocok menjadi salah satu menu utama disini.” Jelas pria bernama Rangga itu.


“Kakak, sudah coba memasaknya? Aku baru lihat Kak. Tapi memang sepertinya menu ini cukup menarik, tapi perlu didesain lebih rapih lagi. Agar menarik hati.” Senyumnya sambil menatap gambar dilayar ponsel Rangga.


“Belum Ra. Rencana Kakak mau masak. Tapi menunggu pendapatmu dulu. Bagaimana pun kau manager disini.” Goda Rangga sambil duduk disoffa.


Anara tersenyum “Tidak harus menunggu persetujuanku Kak. Kalau Kakak mau masak, aku akan apresiasi sekali. Siapa tahu nanti malah menjadi makanan yang banyak disukai pelanggan.” Ucap Anara.


“Hemmm, kau benar.” Seru Rangga menyimpan ponselnya. Rangga adalah salah satu koki andalan direstourant ini.


“Ra.”


Anara dan Rangga menoleh kearah pintu masuk. Tampak Aris berdiri disana dengan tatapan sendu. Dan ada apa dengan penampilannya, kenapa berantakkan sekali?

__ADS_1


“Ris.” Anara sontak berdiri begitu juga dengan Rangga.


“Ra, Kakak permisi.” Tak lupa pria itu menepuk bahu Anara memberikan dukungan lewat tepukkan dibahu itu.


Anara merespon dengan anggukan sambil memaksa senyum. Sedangkan Aris, tangannya terkepal kuat saat melihat tatapan lelaki itu pada istrinya. Rangga pun keluar dari ruangan dan membiarkan pasangan suami istri itu menyelesaikan masalah mereka berdua.


“Ris.” Anara juga menatap suaminya.


Cukup lama keduanya saling tatap. Atas paksaan Ayana, Anara tinggal di apartement adiknya sampai surat perceraiannya dengan Aris keluar. Sebenarnya Anara tidak mau. Tapi Ayana terus memaksa karena Ayana masih tidak terima atas apa yang dilakukan Aris pada Kakak nya.


Aris masuk dan menghampiri Ayana. Sudah tiga hari istrinya itu tidak pulang. Tak ada kabar. Dia terus menunggu Anara, hingga dia memutuskan untuk mencari Anara direstourant tempat istrinya itu bekerja.


“Ada apa?” Tanya Anara menatap suaminya heran “Ris.” Anara menghela nafas panjang “Aku minta maaf karena sudah membuatmu kecewa. Aku tahu salah. Aku tahu aku tidak pantas untukmu. Maaf aku tidak berniat untuk kabur dari rumah. Aku hanya tidak mau terus menyakiti perasaanmu. Setelah aku berpikir baik-baik, mungkin sebaiknya kita berpisah. Kau terlalu baik untukku.” Anara berbalik sambil mengusap pipinya yang basah “Aku melepaskanmu Ris. Kau berhak bahagia dengan wanita baik-baik. Dan wanita baik itu bukan aku. Aku hanya wanita bekas pria lain.” Anara berusaha kuat untuk menangis tapi nyatanya dia hanya perempuan lemah yang tengah patah hati.


Anara harus menelan pil pahit dalam hidupnya. Kebahagiaan yang dia damba-dambakan hanyalah semu. Apa tak ada masa depan untuk wanita yang sudah tak suci sepertinya? Apa dia benar-benar sampah yang harus dibuang pada tempatnya? Dia menyesal. Tapi apakah dengan menyesal bisa mengambil sesuatu yang sudah diambil orang lain.


Aris adalah pria yang sudah berhasil membuatnya lupa pada kesedihan karena kehilangan mantan tunangannya. Tapi kenapa pria ini justru menancapkan duri hingga melukai hatinya lebih parah lagi.


“Ayo kita ke kantor pengadilan bersama-sama.” Ajak Anara melewati Aris.


Keputusannya sudah tepat untuk berpisah dari Aris. Ini jalan terbaik. Dia tidak mau terus-terusan bertahan dengan orang yang selalu memandang masa lalunya.


Tubuh Anara seketika membeku saat Aris memeluknya dari belakang. Wanita itu seperti hilang kesadaran. Saat Aris memeluknya erat sambil menangis dan membenamkan wajahnya dicekuk leher Anara.

__ADS_1


Anara masih terdiam. Dia membiarkan Aris menangis sambil memeluknya dibelakang. Hatinya sakit. Sangat sakit. Air mata ikutan meleleh dipipinya. Memang beberapa hari ini dia terlihat cenggeng dan rapuh. Nyatanya ikhlas tak segampang itu. Dia masih saja berharap suaminya mau menerima dan mencintainya apa adanya.


“Maafkan aku Anara.” Ucap Aris sungguh-sungguh sambil menangis.


“Maafkan aku. Aku egois. Aku egois Anara. Maafkan aku karena sudah menyakitimu dengan sikapku.” Ucap Aris lagi. Anara masih terdiam “Jangan tinggalkan aku Anara. Aku mencintaimu. Sungguh-sungguh mencintaimu. Tolong berikan aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita.” Sambungnya lagi.


Anara memejamkan matanya. Menahan sakit dihatinya. Jika Aris mencintainya kenapa pria ini memperlakukannya seperti seseorang yang terbuang?


“Maafkan aku Anara. Maafkan aku. Maafkan aku.” Aris mengatakan hal itu berulang kali karena hanya melihat istrinya yang terdiam saja.


Anara melepaskan diri dari Aris. Dia menatap pria yang sudah sah menjadi suaminya namun terasa asing dihidup Anara.


“Aris, aku adalah wanita yang sudah hancur. Kenapa kau ingin mempertahankanku? Bukankah aku tidak pantas bersanding dengan pria baik sepertimu? Lepaskan aku Aris, kau berhak bahagia tanpa aku. Aku tak ingin menjadi hantu dimasa depanmu.” Ketahuilah hati Anara hancur ketika mengatakan hal itu. Dia tak sungguh-sungguh ingin melepaskan Aris.


Aris mengenggam tangan Anara “Maafkan aku. Aku tidak mau melepaskamu. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Maafkan aku Anara. Maafkan aku.” Ucap Aris bersungguh-sungguh sambil mengenggam tangan wanita ini “Berikan aku kesempatan untuk memperbaiki rumah tangga kita. Aku sudah menerimamu apa adanya. Aku sadar bahwa aku terlalu egois dan telah membuatmu terluka. Maafkan aku Anara.” Tak peduli seberapa banyak kata maaf yang Aris ucapkan dia hanya ingin menerima maaf dari wanita ini.


Anara tak mampu menahan hatinya. Dia juga tak bisa kehilangan suaminya. Cintanya begitu besar untuk Aris.


“Aku juga mencintaimu Aris. Maafkan aku yang tidak menceritakannya dari awal, aku_.”


“Sttttt, jangan bahas itu lagi. Aku mencintaimu apa adanya. Mulai sekarang tidak ada kata pisah diantara kita.” Aris menarik Anara kedalam pelukannya.


Keduanya saling memeluk dan melepaskan rindu. Cinta nyatanya lebih besar dari ego keduanya. Aris sadar, cinta sesungguhnya adalah ketika bisa mencintai kelebihan dan kekurangan pasangan. Aris berjanji takkan mengungkit masa lalu Anara. Anara akan menjadi wanita yang begitu dia cintai hingga nanti.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2