Cinta Manis Sang Presdir

Cinta Manis Sang Presdir
Lelaki yang sedang jatuh cinta


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Nathan masih duduk didalam mobil sambil memangku laptopnya. Senyumnya menggembang saat melihat wajah sang istri dilayar laptopnya apalagi tampak Nandira yang tengah serius dengan kertas ditangannya.


Nathan menutup laptopnya dan meletakkan benda canggih itu disampingnya. Lalu dia memperbaiki dasi dan jas nya yang sedikit bergeser. Tak lupa dia juga memperbaiki rambutnya yang sedikit berantakkan. Sebentar lagi istrinya akan keluar dan dia harus menyambut wanita itu dengan senyuman manis.


Aris tersenyum gemes, Nathan seperti pria yang baru jatuh cinta saja. Dia benar-benar bucin parah, padahal Nandira juga biasa saja tapi kenapa Nathan malah seperti pria remaja yang sedang jatuh cinta.


“Ris, kau tunggu disini ya? Ingat jaga matamu, jangan melihat istriku terlalu lama.” Ucap Nathan memperingati


“B-baik Tuan.” Aris langsung kikuk. Pria itu memang aneh.


Nathan membuka pintu mobil dan turun dari mobil. Pria itu berdiri disamping mobil dan tak peduli dengan dirinya yang menjadi pusat perhatian.


Tampak Nandira tengah berbincang-bincang dengan seorang wanita berhijab. Kening Nathan berkerut, semudah itu istrinya berkenalan dengan orang lain. Apalagi perempuan itu memakai hijab, tentu mereka berbeda.


“Sayang.” Nathan berjalan menghampiri istrinya.


“Mas.”


Nandira menyambut dengan senyum. Padahal tadi dia sudah berniat menghubungi suaminya itu dan mengatakan bahwa dia sudah selesai ujiannya.


Sedangkan wanita berhijab itu melonggo melihat Nathan. Tentu saja dia mengenal siapa Nathan, pria berpengaruh yang sering muncul ditelevisi dalam wawancara bisnis dan ekonomi.


“Bagaimana ujiannya?” Nathan langsung merangkul bahu wanita itu “Apakah lancar?” Senyumnya menyelipkan anak rambut Nandira.


Nandira mengangguk “Lancar Mas.” Sahutnya antusias “Oh ya Mas perkenalkan ini Kak Zahra, dia ikut ujian yang sama denganku Mas. Kak, ini Mas Nathan suamiku.” Ucap Nandira memperkenalkan kedua orang itu.


“Suami?” Beo Zahra tak menyangka jika Nandira adalah istri Nathan


“Iya Kak, suami aku.” Nandira memeluk lengan suaminya


“Zahra.” Sambil mengulurkan tangannya kearah Nathan. Mimpi apa dia semalam bisa bertemu pria seperti Nathan yang sudah dianggap seleb oleh sebagian orang.


“Nathan.” Tanpa menyambut tangan Zahra


“Sayang, kau pasti lapar, ayo kita makan siang direstourant. Kau sudah lama bukan tidak kesana?” Dengan posessif pria itu melingkarkan tangannya dipinggang sang istri.


“Lapar Mas.” Sahut Nandira

__ADS_1


“Ya sudah ayo.” Ajaknya tersenyum lembut pada wanita yang paling dia cintai ini


“Kak Zahra, aku duluan ya. Semoga kita lulus.” Ucap Nandira


“Iya Ra.” Wanita berhijab itu membalas dengan senyuman hangat.


Zahra tak menyangka jika Nandira adalah istri Nathan. Jujur saja Zahra penasaran siapa istri Nathan, karena berita pernikahan Nathan sudah tersebar namun banyak yang penasaran seperti apa wajah istri dari pria kaya itu. Dalam benak Zahra, istri Nathan adalah wanita berkelas dari keluarga kolongmerat dan memiliki pendidikan diatas rata-rata. Dan tadi dia dibuat terkejut ternyata istri Nathan adalah gadis kampong yang mengadu nasib ke Jakarta, lalu pertemuan tidak sengaja itu membuat Nandira dipersuntung Nathan.


“Dira sangat beruntung menikahi Tuan Nathan. Tidak hanya tampan dan kaya tapi juga baik hati. Andai saja aku, aku pasti jadi Nyonya Besar Hormes.” Gumam Zahra melihat Nathan yang membuka pintu untuk Nandira.


.


.


.


.


Sampai direstourant, Nathan membuka pintu untuk sang istri. Memang sudah lama sekali Nathan dan Nandira tidak berkunjung direstourant milik mereka. Kadang juga hanya menerima laporan dari Aris dan Anara.


Aris mengekor dari belakang. Senyumnya dia menggembang, dia tidak sabar bertemu Anara, meski setiap makan siang mereka selalu makan siang berdua tapi tetap Aris selalu merindukan gadis bernama Anara itu.


“Tapi sayang_.”


“Mas, aku lebih suka segala sesuatu nya yang sederhana, seperti kata Ayah bahagia itu sederhana, cobalah dengan hidup sederhana.” Seru Nandira


Nathan terkekeh pelan “Iya-iya sayang. Ayo.” Nathan menggandeng tangan wanita itu dan membawanya menuju meja yang ditunjuk Nandira.


“Anda ingin pesan makanan apa, Tuan. Nona?” Tanya Aris.


“Ris aku bisa urus sendiri. Pergilah menemui kekasihmu, biar kau tidak jadi obat nyamuk disini.” Celetuk Nathan


Aris menggaruk tengguknya. Namun dia senang karena Nathan ini benar-benar pengertian, apa karena Nathan paham yang namanya jatuh cinta, maka nya pria ini bisa merasakan perasaan Aris.


“Iya Mas Aris, atau bawa saja Kak Nara makan siang bersama kita disini. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya.” Sambung Nandira.


“No sayang, aku ingin makan berdua denganmu.” Tolak Nathan tegas. Enak saja waktu makan berduaan dengan istrinya harus diganggu oleh orang lain.


“Mas jangan begitu. Mas ajak saja Kak Nara ya.” Ucap Nandira, suaminya ini tidak pernah bosan mereka bagai paku lekat dipapan dimana-mana selalu berdua

__ADS_1


“Tapi Nona_.” Aris sudah kikuk melihat wajah masam Nathan


“Tidak apa-apa Mas. Cepat bawa Kak Nara kesini.” Sergah Nandira tidak mau menerima alasan apapun


“Baik Nona.” Aris menurut saja


Wajah Nathan ditekuk kesal. Awas saja nanti Aris, dia harus memberi pelajaran pada pria itu. Padahal Aris tidak salah, Nathah lah yang cemburu luar biasa.


“Mas, kenapa?” Nandira bertanya dengan wajah polosnya, apalagi melihat wajah Nathan yang tampak kesal begitu.


“Tidak. Lapar.” Ketus Nathan memalingkan wajahnya.


“Ohhhh.”


Dan Nandira hanya beroh-ria saja. Nathan semakin kesal. Istrinya ini tidak peka-pekanya sama sekali.


“Sayang.” Renggek Nathan sambil bersandar dibahu istrinya dan merajuk.


“Kenapa Mas?” Kening Nandira berkerut heran “Kau mau es cream?” Tanyanya dengan polos


Nathan menghentak-hentakkan kakinya kesal dibawah meja. Ingin merajuk tapi percuma istri polosnya ini tidak akan paham. Rasanya Nathan ingin guling-guling saja.


“Sayang, aku sedang merajuk.” Bibir Nathan menggercut kesal


Nandira melihat suaminya aneh “Memangnya merajuk kenapa Mas?” Nandira menatap suaminya yang cemberut.


Nandira terkekeh, kenapa pria tampan ini selalu saja bertingkah aneh. Apakah karena pria ini sedang jatuh cinta.


Aris dan Anara membawa nampan dan menuju meja Nathan dan Nandira. Keduanya meminta untuk melayani kedua pasangan suami istri itu. Karena Nathan dan Nandira tidak hanya pemilik restaurant itu tapi juga orang yang begitu mereka hormati.


“Silahkan, Tuan. Nona.” Aris dan Anara meletakkan makanan diatas meja.


“Wahhh. Kak Nara, Mas Aris. Ayo ikut makan.” Ajaknya


Aris dan Anara duduk takut-takut sebab tatapan Nathan begitu tajam pada mereka berdua. Anara sampai menelan salivanya susah payah berusaha agar tidak gugup. Begitu juga dengan Aris. Jika bukan karena Nandira mereka berdua takkan mau makan siang bersama Nathan.


Wajah Nathan datar dan dingin tampak ekspresi. Mungkin egois tapi Nathan sungguh tak suka jika istrinya itu dekat dengan orang lain kecuali dirinya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2