Cinta Manis Sang Presdir

Cinta Manis Sang Presdir
Mangga muda


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Mas ayo pulang." Ajak wanita itu memeluk lengan suaminya dengan manja.


Nathan terkejut "Kenapa harus pulang sayang? Kita kan belum belanja!" Ucap Nathan bingung.


"Aku tidak mau belanja. Aku ingin pulang." Dia masih merenggek seperti anak kecil.


"Iya. Iya. Ayo kita pulang." Nathan berdiri dan mengulurkan tangannya agar wanita itu menyambut nya.


"Ayo Mas." Nandira menyambut uluran tangan suaminya.


"Ada apa dengan istriku. Tadi dia senang sekali ketika diajak jalan. Kenapa sekarang malah ingin pulang?." Nathan mendesah pelan.


"Yakin sayang mau pulang? Tidak mau lihat perhiasan dulu?" Tawar Nathan. Padahal niat hati mengajak istrinya kesini ingin membelikan wanita itu perhiasan mahal.


"Tidak Mas. Aku ingin pulang." Jawab Nandira tak menerima bantahan.


"Baiklah sayang." Senyumnya mengusap kepala istri nya yang memeluk lengannya. Apalagi Nandira sangat pendek jadi Nathan lebih muda mengusap kepala istri kecilnya.


Nathan membuka pintu agar Nandira masuk. Tangannya selalu melindungi kepala istrinya. Dia benar-benar takut Nandira tersandung atau terantuk di kap mobil. Melihat Nandira meringgis kesakitan membuat Nathan merasa gagal menjadi suami.


Nathan menjalankan mobilnya pelan. Dia tidak pernah membawa mobil kencang takut istrinya merasa tak nyaman.


"Mas itu mangga muda bukan?" Nandira melirik ke belakang ketika mereka melewati penjual mangga muda dipinggir jalan.


"Iya sayang kenapa?" Nathan melirik istrinya.


"Aku mau." Renggeknya


"Tidak sayang. Itu tidak baik. Nanti kau bisa sakit maag." Tolak Nathan tegas. Dia memang pria yang menjaga pola makan dan menjaga kesehatan meskipun dia sendiri kadang suka lambat makan.


"Mas, ayolah. Aku ingin sekali makan mangga muda apalagi dicampur dengan sambal terasi dan tumbukkan kacang tanah, pasti segar sekali Mas kalau dimakan siang-siang begini!" Nandira mengerecutkan bibirnya kesal.


"Tetap tidak sayang. Please kali ini jangan minta yang aneh-aneh." Sergah Nathan. Biarlah dia dibilang kejam demi kesehatan istrinya.


"Hiks Mas Nathan jahat. Jahat. Jahat." Dia memukul lengan suaminya yang tengah menyetir dengan pelan


"Sayang. Sayang." Nathan menepikan mobilnya. Kenapa istrinya ini?

__ADS_1


"Mas Nathan jahat hiks. Jahat hiks. Ayah." Wanita itu menangis merenggek.


"Sayang. Ayo dong jangan menangis. Mas tidak jahat. Mas hanya tidak mau kau sakit." Rayu Nathan


"Tidak pokoknya. Mas Nathan jahat." Dia melepas sealbeat nya.


"Sayang kau mau kemana?" Tanya Nathan panik.


"Tahu ahhh." Wanita itu keluar dari mobil sambil menangis. Anehnya tidak ada air mata dipipinya.


Nathan segera keluar menyusul istrinya. Apalagi ini jalan raya bisa bahaya.


"Sayang. Tunggu." Nathan mencengkram tangan istrinya


"Mas jahat." Dia melipat kedua tangannya didada sambil merajuk.


"Aku tidak mau pulang. Aku mau mangga muda." Tegas Nandira merajuk dan tak mau menatap suaminya. Pokoknya dia marah.


Nathan bernafas panjang. Sabar. Dalam hati pria itu mengucapkan kata sabar beberapa kali.


"Iya sayang. Mau mangga muda ya. Ayo Mas belikan." Bujuknya tersenyum lembut sambil mengulurkan tangannya.


"Benar Mas?" Wajah Nandira langsung sumringah.


"Terima kasih Mas. Mas baik dehh." Pujinya sambil memeluk lengan suaminya.


Hati Nathan berbunga-bunga saat istrinya memuju dirinya. Setiap kali Nandira memuji nya meski sederhana, dia selalu merasakan kenyamanan dan bahagia. Meski hal itu terdengar sederhana sekali pun. Apa begini rasanya ketika kita menemukan seseorang yang tepat? Hal-hal sederhana pun bisa membuat bahagia tak terhingga.


"Ayo sayang." Pria itu menggandeng tangan istrinya.


Nathan hampir jantungan saat istrinya keluar dari mobil. Untuk saja Nandira tidak berjalan kearah jalan raya, bagaimana kalau ada mobil atau motor yang lewat dan menabrak Nandira. Nathan takkan pernah memaafkan kecerobohan nya. Seperti nya dia memang harus lebih bersabar menghadapi sifat Nandira yang mood'an. Setelah ini Nathan akan cari tahu tentang keanehan istrinya? Mungkin Aris tahu, nanti dia akan tanyakan pada asisten nya itu.


Keduanya berjalan kearah penjual mangga yang tidak jauh dari sana.


"Sayang pelan-pelan." Tegur Nathan.


"Ayo Mas cepat. Nanti mangga nya habis bagaimana?" Ujar Nandira setengah kesal.


"Sayang kita beli di mall saja yuk. Disana lebih bersih dan terjamin."

__ADS_1


"Tidak mau. Aku mau yang ini." Seru wanita itu.


Sontak semua pelanggan yang membeli mangga itu menyingkir dan memberi ruang kepada dua pasangan yang menghampiri mereka.


"Pak, saya beli semua." Ucap Nathan


"Mas kenapa banyak sekali?" Protes Nandira


"Biar kau tidak minta lagi sayang." Ujar Nathan tersenyum lembut.


"Ck, aku tidak mau. Aku hanya mau dua saja." Lagi-lagi wanita itu merajuk sambil melipat kedua tangannya didada. Sedangkan sang penjual mangga hanya tersenyum sambil memberi hormat.


"Baiklah. Silahkan ambil seberapa yang kau mau sayang." Seru Nathan sambil memaksakan senyum.


Padahal alasannya membeli semua mangga itu agar penjual mangga ini tidak jualan lagi disini besok dan pindah ke tempat dan Nathan berencana membagikan mangga itu kepada semua pembeli yang ada disana, dia takut besok istrinya itu akan meminta lagi.


Nandira mengambil beberapa mangga dan memasukkan nya kedalam plastik.


"Sayang, katanya hanya dua kenapa banyak sekali?" Protes Nathan saat istrinya mengambil beberapa mangga


"Untuk besok Mas. Aku ingin ajak Kak Nara dan Kak Nana bikin rujak. Kami dikampung biasa bikin rujak bersama dan rasanya segar sekali Mas." Sahut wanita itu masih memasukkan beberapa mangga kedalam kantong plastik nya.


"Sayang ini kebanyakan. Kau tidak boleh banyak-banyak makan mangga. Nanti kau sakit perut bagaimana?" Tukas Nathan masih merayu wanita itu.


"Mas ini bagaimana sihh, kan aku bilang untuk membuat rujak besok ini tidak banyak. Lagian aku makan bersama Kak Nara dan Kak Nana, ini malah sedikit Mas."


Nathan mengusap wajahnya kasar. Seperti nya dia harus memusnahkan semua pohon mangga di negara ini.


"Aku akan minta Aris untuk menebang semua pohon mangga di sini. Agar istriku tidak makan mangga lagi. Bagaimana kalau dia sakit? Hatiku juga pasti sakit melihat nya." Batin Nathan kesal dan hanya bisa menggerutu dalam hati.


Sedangkan para pembeli hanya kesem-kesem sambil tersenyum-senyum melihat perdebatan kedua pasangan ini. Meski pernikahan Nathan tidak dipublikasikan tapi sudah ada beberapa media yang berani menyebarkan tentang siapa wanita pendamping Nathan. Meski banyak yang penasaran seperti apa wanita pilihan pria nomor satu itu namun mereka tak berani kepo atau mencari tahu sudah pasti itu bisa mengancam hidup mereka.


"Sayang sudah ya itu sudah banyak." Bujuk Nathan.


"Iya Mas ini sudah cukup." Nandira hendak mengangkat kantong itu.


"Jangan sayang biar Mas saja. Ini terlalu berat." Dengan cepat pria itu mengambil alih kantong dari tangan istrinya.


"Iya Mas." Nandira menurut.

__ADS_1


Setelah membayar mangga yang mereka beli. Nathan segera membawa istrinya pulang. Meski pria itu sempat menggerutu karena mangga yang dibeli Nandira sangat banyak bahkan hampir penuh kantong besarnya. Tapi mau protes apapun percuma. Istrinya itu sedang aneh hari ini.


Bersambung.....


__ADS_2