Cinta Manis Sang Presdir

Cinta Manis Sang Presdir
Pasangan aneh


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Sayang apakah masih sakit?." Nathan memangku Nandira sambil menyelipkan anak rambut wanita itu.


Nandira mengangguk dengan wajah polosnya "Iya Mas. Masih perih." Sahutnya lemas sambil menyenderkan kepalanya didada bidang Nathan.


"Sabar ya sayang, sebentar lagi kita sampai." Ucap Nathan lembut.


Nathan merasa bersalah melihat kondisi istrinya akibat dia yang tak bisa mengontrol nafsunya membuat Nandira kesakitan.


"Tuan sebenarnya Nona sakit apa?." Tanya Aris penasaran


"Untuk apa kau tahu Ris? Kau itu belum menikah mana paham." Cetus Nathan. Tidak mungkin dia mengatakan Nandira sakit apa.


"Maaf Tuan." Aris langsung kikuk.


Sebenarnya jujur saja Aris begitu penasaran penyakit Nandira. Bertanya malah dijawab ketus oleh si Nathan yang tengah bucin itu. Aris maklumi saja apalagi Nathan baru pertama kali jatuh cinta pada seorang wanita.


Sampai dirumah sakit, Nathan langsung turun menggendong istrinya. Dia panik bukan main. Bagaimana tak panik Nandira masih merintih kesakitan.


"Dokter tolong istri saya." Teriak Nathan menggendong istrinya panik


Para dokter dan perawat langsung berhambur kearah pria itu dan menyiapkan segala alat medisnya.


Nathan membaringkan wanita itu dengan pelan sangat pelan takut jika Nandira merintih lagi.


"Sabar ya sayang dokter akan periksa." Sambil mengenggam tangan Nandira dan mengecup punggung tangan wanita itu


"Iya Mas." Nandira mengangguk dengan lemasnya.


"Permisi Tuan saya akan memeriksa Nona." Ucap salah satu dokter muda yang masih tampan. Seperti nya dokter itu baru bertugas dirumah sakit ini.


"Tidak. Mana dokter wanita?." Nathan takkan rela jika pria yang memeriksa istrinya

__ADS_1


"Maaf Tuan, para dokter wanita sedang sibuk dengan pasien yang lainnya." Jelas dokter muda itu sambil membungkuk hormat.


"Tidak bisa." Tolak Nathan tegas "Aris cepat cari dokter wanita kalau tidak kalian semua akan kehilangan pekerjaan." Teriak Nathan sambil mengancam


"Ba-baik Tuan." Aris gegelapan.


Para dokter dan perawat disibukkan dengan mencari dokter wanita termasuk Aris. Mereka tak bisa menolak karena Nathan merupakan pemilik saham terbesar dirumah sakit ini.


"Permisi Tuan." Ucap seolah dokter wanita paruh baya yang terlihat sedang menarik nafas dalam.


"Cepat periksa istriku." Tintah Nathan tak sabar


"Baik Tuan. Saya akan memeriksa istri anda." Dokter wanita itu mendekat kearah brangkar Nandira dia masih berusaha mengatur nafasnya.


"Maaf Nona dimana yang sakit?." Tanya dokter itu lembut tampak sekali wajahnya lelah. Bagaimana tidak, dia sedang kejar-kejaran memeriksa pasien namun harus dikejutkan dengan kehebohan perintah Nathan.


"Ehem, dokter itu anu....."


"Anu apa Nona?." Dokter itu menatap Nandira bingung "Anu apa yang sakit?." Ulangnya sekali lagi, keringat mengucur didahinya


"Iya Dok. Itu bagaimana yaa? Rasanya sakit sekali. Aku sampai tidak bisa menggerakkan kakiku." Tandas Nandira menyambung.


Para dokter dan perawat sejenak mematung seolah sedang tersambar petir dengan penjelasan kedua pasangan suami istri itu. Dan keduanya menjelaskan dengan polos tanpa malu-malu.


Aris menelan salivanya susah payah. Dia sudah dibuat panik setengah mati. Aris kira Nandira benar-benar menderita penyakit berbahaya karena melihat Nathan yang panik ternyata, ahhh sungguh luar biasa pasangan suami istri yang aneh itu.


"Semoga aku nanti tidak begini. Meski belum pernah malam pertama. Setidaknya aku harus belajar dulu. Atau aku menonton film dewasa saja biar paham." Batin Aris


"Bagaimana dokter kenapa diam saja?." Geram Nathan ketika dokter itu tuh hanya diam membisu sambil menatap istrinya.


Sang dokter tersadar dan berusaha menyembunyikan rasa jenggahnya. Jika saja Nathan bukan pemilik saham dirumah sakit ini sudah pasti dia akan mengajak pria itu baku hantam sambil saling kejar-kejaran.


"Begini Tuan, Nona. Hal ini memang biasa dialami oleh wanita yang baru pertama kali melakukan hubungan suami istri. Kenapa sakit? Karena selaput dara itu koyak dan luka hingga menimbulkan rasa perih." Jelas dokter itu sabar. Sang dokter kembali menelan salivanya saat melihat tanda merah dileher Nandira, dia menggeleng melihat pasangan suami istri ini.

__ADS_1


"Lalu bagaimana menghilangkan rasa sakitnya dok? Kasihan istriku." Menatap Nandira dengan penyesalan karena sudah membuat istrinya itu kesakitan "Sayang maafkan aku yaaaaa." Sambil mengenggam tangan Nandira.


"Tidak apa-apa Mas. Kata Ayah tidak boleh menolak permintaan suami, aku tidak mau jadi istri durhaka." Celetuk Nandira.


"Iya sayang iya. Wanita kuat yaaaa." Dia mengusap kepala wanita itu sambil tersenyum hangat


"Jadi bagaimana dokter?." Tanya Nathan sekali lagi melihat kearah dokter yang malah menatap mereka berdua dengan aneh.


"Ehem, sakitnya ini sebenarnya tidak lama Tuan nanti juga bisa hilang sendiri. Tapi karena Nona sangat kesakitan saya sarankan nanti anda boleh mengopresnya dengan air hangat kuku dan saya akan memberikan beberapa obat anti nyeri Tuan supaya luka nya cepat sembuh." Ucap dokter itu memaksakan senyum dibibirnya. Padahal hatinya sudah mengumpat Nathan dengan kasar.


"Tapi dok apakah boleh kami melakukannya lagi? Tapi bagaimana jika nanti luka lagi dan istriku kesakitan?." Tanya Nathan polos dia benar-benar tidak tahu masalah itu.


"Iya Dok. Kalau sakit rasanya saya tidak mau lagi, perih." Imbuh Nandira.


Aris bergidik ngeri. Pria itu memalingkan wajahnya malu. Harusnya dia mengajari Nathan dulu masalah hubungan suami istri agar Nathan tidak kurang pengetahuan seperti ini.


Dokter itu menelan salivanya susah payah "Ehem, begini Tuan sakitnya itu hanya dipertama kali Nona melakukan tapi untuk seterusnya tidak sakit lagi dan juga tidak luka lagi." Ucapnya memaksakan senyum diwajah tuanya.


"Ya sudah karena Nona tidak apa-apa saya permisi dulu. Saya sarankan Nona untuk hari ini istirahat saja dan jangan melakukan aktivitas berat." Pamitnya


"Terima kasih Dok." Sahut kedua pasangan itu kompak.


Nathan bernafas lega ketika sudah memeriksa keadaan istrinya. Dan untungnya wanita itu tidak apa-apa. Bisa mati berdiri Nathan jika Nandira sampai sakit dan dirawat ke rumah sakit.


"Sayang, apakah masih sakit? Hari ini jangan bekerja dulu ya. Aku akan menemani mu beristirahat supaya tidak bosan." Ucap Nathan membelai wajah wanita cantik itu.


"Iya Mas." Nandira menurut saja karena jujur dia memang tidak kuat untuk melakukan aktivitas hari ini seluruh tubuh nya serasa remuk redam.


Aris yang jenggah dengan kedua pasangan aneh itu memilih menunggu dimobil saja. Satu rumah sakit dibuat heboh karena Nathan. Semua berpikir jika Nandira menderita sakit bahaya ehh ternyata hanya masalah hubungan suami istri yang keduanya sama-sama masih polos.


Bersambung.....


Gong Xi Fa Cai semua.....

__ADS_1


Terima kasih udah selalu jalan bareng Nathan dan Nandira. Semoga selalu sehat semua . .


Wkwwkwkwk... Semoga author pas nikah nanti gak gitu ya hihihihi


__ADS_2