
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Mars menggendong istrinya masuk kedalam kamar penggantin. Tangan Ayana melingkar dileher Mars. Dia menatap wajah tampan suaminya.
"Hem, aku berat Mas. Apa kau tidak lelah?" Sebenarnya Ayana kasihan suaminya yang tampak kelelahan.
Mars menggeleng "Kau itu kecil. Sangat ringan. Mana mungkin aku lelah?" Pria itu menarik turun kan alisnya sambil tersenyum devil "Siapkan dirimu, malam ini aku akan membobol gawang mu." Bisik Mars nakal.
"Mas." Ayana menyembunyikan wajahnya didada bidang Mars.
Mars tertawa lebar dan ngakak. Sungguh lucu sekali istrinya ini. Belum juga diserang sudah ketakutan seperti itu.
Mars meletakkan istrinya dengan pelan diatas ranjang. Dia mengelus wajah wanita itu yang masih ditempeli make up tebal.
"Sayang, aku sudah tidak sabar. Bolehkah aku meminta sekarang?" Dia mengusap bibir ranum Ayana. Pria itu meneguk salivanya. Sungguh bibir itu terlihat menggoda.
Ayana mengigit bibir bawahnya "Mas apakah sakit?" Tanya Ayana ragu "Hem tapi pelan-pelan ya?" Sambungnya kemudian dengan wajah merah dan malu.
Mars melepaskan mahkota dikepala istrinya. Dia sayang wanita ini, dia tidak mau menyakiti Ayana hanya karena nafsunya.
"Tapi kalau kau belum siap, aku tidak akan memaksa." Mars tak mau egois. Dia ingin Ayana benar-benar menyerahkan dirinya bukan karena paksaan.
"Aku sudah siap Mas. Hanya saja aku takut." Ujar Ayana gugup "Mas apakah nanti setelah kita melakukan, aku langsung hamil?" Tanya Ayana takut-takut. Dia sudah tak sabar menjadi seorang Ibu.
Mars terkekeh "Aku akan melakukan nya dengan lembut. Jika sakit kau bisa bilang Sayang." Mars melepaskan jepit rambut dikepala istrinya "Hem, semoga kecebong nya langsung jadi ya? Kau benar-benar sudah tak sabar menjadi Mommy." Mars mencolek dagu Ayana.
"Mas."
Ayana benar-benar malu membahas hal-hal seperti ini. Tapi sekarang mereka sudah sah, mau apa saja sudah tak ada lagi yang melarang.
"Mas aku malu." Ucap wanita itu "Ini pertama bagiku Mas. Hem, aku gugup juga." Dia mengusap lehernya.
Mar tersenyum gemes. Sebagai seorang pria, dia benar-benar bahagia karena menjadi yang pertama untuk Ayana.
"Tidak perlu malu. Sekarang kita sudah sah." Mars tersenyum lagi "Kalau kita terus bicara seperti ini, kapan kita mulainya?" Mars mengedipkan matanya jahil.
"Mas." Ayana gugup lagi "Apa boleh tutup mata. Aku malu." Ucapnya.
Mars ngakak mentertawakan kepolosan Ayana "Kalau tutup mata tidak puas Sayang." Mars mengusap kepala wanita ini, mereka masih memakai gaun penggantin.
"Iya Mas."
"Percaya padaku. Aku akan melakukan nya dengan lembut dan pelan." Dia mengecup kening wanita itu.
Lalu terjadilah malam pertama mereka berdua. Meski awalnya Ayana sempat menangis karena kesakitan tapi akhirnya Ayana menikmati permainan Mars yang membuatnya mabuk hingga lupa diri.
__ADS_1
Memang awalnya disakit saat ada sesuatu yang masuk kedalam sana. Namun perlahan, rasa sakit itu berganti dengan rasa nikmat yang tak bisa Ayana jelaskan dengan kata-kata.
Mars ambruk disamping istrinya, dia menumpahkan lahar miliknya kedalam rahim Ayana. Berharap kecebongnya segera tumbuh didalam sana.
"Terima kasih Sayang. Aku mencintai mu." Mars mengecup kening Ayana.
"Mas." Ayana membalas pelukan Mars "Sakit sih tapi lama-lama enak. Rasanya aku mau lagi." Dia tersenyum menggoda.
"Yakin?" Mars sudah ketar-ketir, jakunnya naik lagi. Apalagi mereka sama-sama polos tanpa sehelai benang pun.
"Aku hanya bercanda." Lalu wanita itu ngakak.
"Kau ya..." Mars kembali menindih istrinya lalu terjadilah lagi adengan panas itu hingga keduanya mencapai puncak kenikmatan.
.
.
.
.
Beberapa bulan kemudian......
Ayana menutup mulut tak percaya melihat benda pipih ditangan nya. Terdapat warna merah dengan dua garis disana. Jantung nya berdegup kencang.
"Ak-aku ha-hamil?" Gumamnya berkaca-kaca.
"A-ku hamil?" Air matanya menetes sambil memegang perut rata nya.
"Terima kasih Tuhan. Terima kasih." Dia menangis bahagia.
Ayana tersenyum menatap pantulan dirinya didepan cermin. Dia memakai gaun cantik pemberian Ibu mertua nya. Malam ini adalah malam ulang tahun Mars yang sudah dia rancang jauh-jauh hari.
Mars tidak ingat jika dirinya ulang tahun karena kesibukan nya dalam bekerja. Apalagi beberapa bulan terakhir dia sering keluar masuk kota dalam perjalanan bisnisnya.
"Semoga kau bahagia Mas dengan kehadiran dia disini." Gumamnya sambil tersenyum.
.
.
.
.
__ADS_1
Mars memarkir mobilnya didepan rumah mewah milik nya. Setelah menikah dia memutuskan untuk hidup hanya berdua dengan Ayana. Dia tidak mau diganggu oleh orang lain. Sehingga dia membeli rumah mewah agar istrinya merasa nyaman.
Wajahnya tampak lelah, dasi nya bahkan sudah longgar dan bergeser tak karuan. Apalagi dia tak memiliki asisten jadi cukup kewalahan menyelesaikan segala pekerjaan nya.
Mars masuk. Namun dia merasa aneh karena Ayana tidak ada. Biasanya istrinya itu selalu menyambut nya didepan pintu dengan senyuman.
"Sayang, kau dimana?" Mars meletakkan tas dan jas nya "Para pelayan kemana sih? Istriku mana?" Dia tampak gelisah.
"Sayang, kau dimana. Jangan membuatku panik." Ucapnya.
Mars melangkah masuk keruang keluarga mencari istrinya itu.
"Happy birthday to you happy birthday happy birthday happy birthday dear my husband."
Mars seketika membeku ketika melihat Ayana keluar dari arah dapur dengan membawa cake yang tertanam lilin diatas nya. Senyuman menggembang.
Ada Dennis dan Syentia. Serta Ranti dan Ivan bersama putri kecil mereka yang baru berusia beberapa bulan.
"Selamat ulang tahun Sayangku. Semoga panjang umur. Sehat selalu. Dan menjadi suami terbaik buat aku."
"Sayang."
"Ayo Mas tiup lilin nya." Ayana menyedorkan kue itu "Eitts don't forget to make a wish."
Mars mengangguk, dia melipat kedua tangannya dan berdoa. Mengucap syukur karena kebaikan Tuhan serta dirinya yang diberikan kesempatan bertambah umur satu tahun lagi hari ini.
"Amin." Mars mengucapkan amin.
Lalu dia meniup lilin yang berada diatas kue itu. Dia bahagia. Ini adalah ulang tahun berkesan dan ulang pertama yang dia rayakan bersama istri tercinta nya.
"Mas, ini hadiah dariku. Maaf ya ini sangat sederhana tapi akan membuatmu bahagia selamanya." Ayana memberikan kotak kecil berwarna merah pada suaminya.
"Apa ini Sayang?" Mars membuka kotak itu.
Sedangkan Syentia memegan kue yang belum dipotong itu. Dennis merangkul bahu istrinya. Dia tidak sabar melihat reaksi Mars. Begitu juga dengan Ivan.
"Sayang ini?" Tangan Mars bergetar ketika melihat isi dari kotak itu.
"K-kau hamil?" Matanya berkaca-kaca.
"Iya Mas aku hamil. Kecebong mu sudah tumbuh didalam sini. Ini kerja keras kita berdua dimalam hari. Tidak sia-sia Mas." Celetuk Ayana.
Sedangkan Dennis, Syentia, Ivan dan Ranti hanya bisa menggeleng. Ayana kalau bicara ranjang tidak neko-neko. Dia dan Mars sama saja, sama-sama mesum.
"Terima kasih Sayang. Aku mencintaimu."
__ADS_1
Mars menciumi wajah Ayana dengan banyak ciuman lalu memeluk wanita itu dengan bahagia. Bahagia dia akan menjadi seorang Ayah. Bahagia karena dia tidak hanya akan berdua saja. Akan ada buah hati yang melengkapi kebahagiaan nya dan Ayana.
T A M A T