Cinta Manis Sang Presdir

Cinta Manis Sang Presdir
Bab 1. Mars & Ayana


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Mars William pria tampan dengan sejuta pesona. Tak hanya tampan dia juga kaya raya dan memiliki cabang bisnis yang berkembang pesat di Asia dan Amerika. Dia putra sulung dari pasangan Deninis William dan Syentia William. Pria ini sudah berusia sangat matang yakni 33 tahun. Namun karena trauma masa lalu ditinggal oleh sang kekasih dihari pertunangannya membuatnya enggan membuka hati untuk orang baru, dia takut akan merasakan sakit yang sama.


“Permisi Tuan.”


Seorang gadis cantik masuk kedalam ruangannya membuyarkan lamunan pria tersebut


“Ehem ada apa?” Tanya ketus. Padahal gugup.


“Rindu, Tuan.” Sahut gadis itu asal tapi malah sibuk dengan berkas yang ada ditangannya.


Mars menatap gadis itu tajam. Kenapa gadis ini selalu membuatnya kesal? Dan ini lagi kenapa jantungnya juga berdebar sangat kencang saat gadis itu mengatakan rindu padanya.


“Kau…..”


“Jangan dimasukkin dalam hati Tuan. Saya kalau bicara memang suka bohong.” Dia menampilkan rentetan gigi putihnya “Ini berkas yang anda minta Tuan. Silahkan periksa dan jangan lupa ditandatangani.” Ucapnya sambil memberikan berkas itu pada Mars.


“Apa sudah rangkup?” Mars mengambil berkas itu tapi tatapanya malah terus tertuju pada gadis yang ada didepannya.


“Hem, jangan menatap saya seperti itu Tuan. Awas jatuh cinta. Jatuh cinta sendirian itu sakit lho.” Sambil menutup mulutnya menahan tawa.


Mars tak menanggapi. Dia malah memeriksa berkas yang diberikan oleh sekretarisnya. Meski menyebalkan tapi sekretarisnya ini memang selalu bisa di andalkan jika masalah pekerjaan.


“Ehem, siapkan semuanya kita meeting direstourant Tuan Nathan.” Mars berdiri dari duduknya.


“Sekarang Tuan?”


“Bulan depan.” Jawab Mars kesal “Ya sekarang Ayana. Kau itu melamun terus, lagi memikirkan dokter gadungan itu kan?” Tuduhnya kesal.


“Hem, kok tahu Tuan? Bisa baca pikiran ya?” Goda Ayana sambil ngakak. Kalau membicarakan Galvin pasti emosi Mars menggebu-gebu.


“Kau…..” Mars mengepalkan tangannya


“Iya Ayang jangan marah-marah. Nanti cepat tua. Rugi kalau tua duluan belum nikah.” Celetuk Ayana

__ADS_1


Mars meniup-niup rambutnya menahan emosi. Sedangkan Ayana malah santai sambil mempersiapkan berkas meeting mereka.


“Ayo.” Ajaknya tersenyum manis lebih tepatnya mengejek lelaki itu.


Mars berjalan duluan dan keluar dari ruangan. Setiap hari mereka berdua selalu berdebat. Mars yang memang hobby nya marah-marah. Sedangkan Ayana sukanya membuat orang marah. Jadilah pekerjaan mereka ditambah dengan perdebatan tak berunfaedah setiap hari.


‘Aku harus cari cara supaya Tuan Planet ini memecatku dari sini. Tapi apa ya? Hem, aku punya ide.’ Batin Ayana tersenyum devil sambil kesem-kesem seperti orang yang tidak waras.


Brakkkkkk


Gadis itu menabrak dada bidang Mars. Akibat berjalan sambil mengkhayal dan pikirannya yang licik alhasil saat Mars menoleh dan berhenti disaat Ayana lagi berpikiran untuk membuat Boss nya itu agar memecatnya.


“Ampun dehhh Tuan. Itu dada apa tembok? Keras kali!” Gerutu Ayana mengusap dahinya.


“Makanya kalau berjalan itu jangan mengkhayal.” Omel Mars “Berjalan sejajar.” Tintahnya menatap Ayana tajam.


“Iya Tuan Planet.” Jawab Ayana menyamakan langkah kakinya dengan Mars.


“Apa katamu?” Mars mengepalkan tangannya geram


“Iya Tuan Mars yang terhormat.” Sekali lagi gadis itu membungkuk hormat sambil tersenyum tak berdosa.


Sedangkan Ayana merenggut kesal. Dia membawa tas Mars yang isinya laptop dan beberapa dokumen penting mereka untuk kerjasama bersama klien.


‘Boss tak punya hati. Tidak berperikemanusiaan. Sama sekali tak ada niat dia membantuku. Semoga nanti dia berjodoh dengan gadis bawel sepertiku biar hidupnya susah karena setiap kali diomeli.’ Batin Ayana kesal


Ayana berjalan duluan sambil susah payah mengangkat tas Mars yang berisi laptop itu. Gadis itu terus komat-kamit seperti dukun baca mantra.


“Silahkan masuk Tuan.” Ayana membuka pintu mobil dan mempersilahkan Mars masuk


Mars masuk tanpa mengucapkan terima kasih. Ayana mencibir kesal. Benar-benar Boss tak tahu terima kasih. Meski digaji tapi dia pekerja kompeten yang harus di apresiasi.


Ayana masuk kedalam mobil. Jadi sekretaris Mars itu harus serba bisa. Bisa menyetir. Bisa bela diri, agar bisa melindungi Boss dan jangan ragukan ilmu bela diri Ayana, dia bahkan pernah membuat Kakak iparnya babak belur. Bisa masak, karena setiap hari harus membawakan Mars sarapan pagi, pria itu tidak pernah sarapan dirumah bersama orangtua dan adiknya karena malas selalu ditanya kapan menikah?


“Gadis aneh kenapa kita lewat jalan pintas?” Tanya Mars saat mobil Ayana memasuki jalanan yang sepi. Disini memang jalan pintas yang jarang dilewati orang lain, karena jalanan ini memakan waktu yang cukup lama.

__ADS_1


“Maaf Tuan, untuk menghindari kemacetan saya memilih jalan ini.” Jelas Ayana menoleh ke belakang sambil tersenyum.


“Tapi kita bisa terlambat. Meetingnya jam sepuluh ini sudah setengah sepuluh, bisa memakan waktu satu jam.” Ucap Mars menatap iPad ditangannya.


Ayana menepikan mobilnya “Apa perlu kita putar arah Tuan dan melewati jalanan macet?” Ayana memaksakan senyum liciknya. Padahal dalam hati sudah bersorak gembira.


“Tidak perlu.” Ketus Mars “Kalau sampai terlambat, aku akan menyuruhmu salto dan guling-guling di aspal.” Ancam Mars kesal.


Ayana bergidik ngeri “Maaf Tuan.” Gadis itu tetap tenang dan santai


‘Ayo Tuan Planet marah lah. Dan pecat aku. Biar aku bisa terbebas dari singa berbahaya ini. Semoga setelah ini, Singa Jantan ini, melepaskanku dan aku bisa bebas bekerja direstourant seperti dulu, hiksss kabulkan doa hambaMu yang cantik ini, Tuhan.’ Batin Ayana sambil tersenyum smirk membayangkan Mars memecatnya.


“Kau kemasukkan? Kenapa senyam-senyum tidak jelas?” Tuding Mars melihat sekretarisnya yang senyam-senyum sendirian sambil menyetir


“Tidak Tuan. Saya sedang tersenyum melihat wajah tampan anda di kaca.” Jawab Ayana asal, padahal rasanya dia ingin muntah saat mengatakan hal itu.


“Hemmm, kau baru sadar jika aku ini tampan?” Mars berdehem gugup sambil memperbaiki dasinya dan menyembunyikan senyumnya serta pipi yang bersemu merah.


Ayana memutar bola matanya malas. Dipuji membuat Mars seperti terbang melayang keluar angkasa. Padahal menurut Ayana Boss nya itu biasa saja. Tampan iya. Kaya sudah pasti. Tapi lebih banyak menyebalkan dan yang paling membuat Ayana menggerutu setiap hari adalah Mars yang manja karena makan harus Ayana yang suapi alasannya karena dia sibuk bekerja.


“Kenapa rasanya jalan mobil ini semakin lambat?” Tanya Mars.


“Maaf Tuan.” Ayana menahan tawanya. Dia sengaja mengulur waktu


“Cepat Ayana, klien sudah menunggu disana.” Desak Mars.


“Baik Tuan.” Ayana malah tersenyum


‘Semoga terlambat dan klien sudah pulang, sehingga Tuan menyebalkan ini marah dan aku langsung di depak dari perusahaannya.’ Batin Ayana.


Sementara Mars masih mengomel dibelakang dengan terus menggerutu dan mendesak sekretarisnya agar segera mempercepat kelajuan mobilnya.


Bersambung....


Hai para emak-emak kesayangan...

__ADS_1


Sesuai janji otor kita lanjutkan lagi ke kisahnya Mars dan Ayana..


Jangan lupa dukungannya buat author ya...


__ADS_2