
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Segala persiapan, mulai dari lamaran. Penentuan tanggal pernikahan. Fitting baju penggantin. Cetak kartu undangan. Dekorasi. Ketring makanan hingga hari H. Sementara tempat resepsi telah ditentukan dikediaman mewah William.
Hari ini, Ayana Putri gadis berusia 23 tahun ini akan dipersunting oleh Mars William pengusaha ternama yang berhasil menjajaki dunia internasional dalam hal berbisnis. Perusahaan milik Mars yang memiliki cabang diberbagai Negara mencapai kesuksesan.
Hari ini, Mars William pria tampan berusia 33 tahun ini akan mempersunting kekasih hati yang dia juluki limited edition dan barang mahal karena perjuangan dia mendapatkan hati Ayana tidak lah mudah. Lika-liku perjuangan yang cukup menguras emosi dan kewarasan nya. Mars, melabuhkan pilihan terakhir nya pada Ayana Putri, gadis kampung yang sudah berani mencium nya dan gadis menyebalkan yang selalu membuatnya kesal. Namun siapa sangka jika gadis ini yang akan menjadi teman hidupnya hingga nanti.
Mars yang pernah patah hati begitu dalam karena penghianatan sang kekasih sempat membuat nya trauma memiliki hubungan dengan wanita dan enggan membuka hati hingga pertemuan tak terduga nya dengan gadis bernama Ayana mampu mengubah segalanya. Meski setiap kali bertemu selalu rusuh namun itulah yang membuat hati Mars berlabuh pada Ayana.
Ayana menatap pantulan dirinya didepan cermin besar yang berada tepat didepannya. Dia tak menyangka jika bebek buruk rupa seperti nya bisa secantik bidadari khayangan seperti ini.
Namun wajahnya terlihat sendu dan sedih. Dia hidup sebatang kara. Kakak yang dia miliki satu-satunya kini pergi meninggalkan dia sendirian. Sendirian. Tanpa siapa-siapa. Bahkan dihari bahagia nya, tak ada saudara kandung yang mengucapkan selamat atau sekedar memberikan pelukan hangat.
"Ayah. Ibu. Kak Nara." Lirihnya.
"Sebentar lagi aku akan memiliki teman. Aku tidak sendirian lagi. Semoga kalian bahagia disana melihatku bahagia." Ayana menyeka air matanya.
"Na." Aris masuk kedalam ruang rias Ayana. Dia akan menjadi wali Ayana hari ini.
"Mas." Ayana berbalik.
Aris tersenyum hangat. Melihat wajah Ayana setidaknya bisa sedikit mengobati rindu yang membelenggu dadanya.
"Sudah siap?" Aris mengulurkan tangannya.
"Mas." Mata Ayana berkaca-kaca "Terima kasih Mas sudah mau menjadi saudara ku satu-satunya. Maaf merepotkan mu Mas."
Aris tersenyum "Mas dan Anaya adalah keluarga mu dan kau juga sebentar lagi akan memiliki suami. Kau sama sekali tidak merepotkan Mas. Mas sudah menganggap mu sebagai adik Mas sendiri." Jawab Aris "Ayo, yang lain sudah menunggu." Masih mengulurkan tangannya.
Ayana menyambut uluran tangan Aris. Jantungnya berdegup kencang. Dia benar-benar gugup. Pengalaman pertama nya akan menjadi pengalaman terakhir dalam hidupnya.
Mereka berdua keluar dari ruangan rias. Tangan Ayana melingkar di lengan Aris. Satu tangannya mengangkat gaunnya yang kepanjangan.
Diatas karpet merah. Aris menggandeng tangan Ayana membawanya kepada kebahagiaan. Aris sudah berdamai dengan masa lalunya. Ayana sekarang adalah adiknya. Orang yang juga satu-satunya saudara Aris.
__ADS_1
Disana Mars berdiri disamping seorang pendeta yang akan mentasbihkan pernikahan mereka hari ini. Mata Mars berkaca-kaca, walau wajah Ayana ditutupi cadar namun kecantikan tetap terpancar dari wajahnya.
Pria itu menyeka air mata bahagia nya. Tak menyangka dia akan mengakhiri masa lajang nya dengan seorang wanita yang membuat nya bisa bangkit dari patah hati yang sempat membuat seluruh hidupnya terasa hampa.
Air mata leleh di pipi pria itu. Teringat bagaimana Ayana mengajari nya banyak hal. Ayana membuka mata hatinya melihat dunia bahwa apa yang ada di dunia ini hanya lah kehampaan.
"Tuan Mars, saya serahkan Ayana pada anda." Aris memberikan tangan Ayana pada Mars.
"Terima kasih Tuan."
Mars menyambut tangan kekasihnya itu. Tak bisa dipungkiri jika dia gugup sekali, keringat dingin membasahi dahinya.
Setiap anak perempuan selalu bermimpi ketika dia menikah sang Ayah akan menggandeng tangannya menuju altar pernikahan mengiringi jalannya menuju kebahagiaan. Namun Ayana harus menghapus semua keinginan nya itu karena sudah tak mungkin jika sang Ayah akan menggandeng tangan nya. Dia sudah kehilangan sosok itu sudah sangat lama.
Acara pemberkatan dan janji suci dimulai. Acara sakral yang terjadi sekali seumur hidup itu cukup menguras emosi. Emosi disetiap kali mendengar khotbah dari pendeta yang mentasbihkan pernikahan mereka.
"Silahkan buka cadar istri anda Tuan."
Mars membuka pelan cadar yang menutupi tubuh Mars. Kembali dia berkaca-kaca ketika melihat betapa cantik nya wanita yang telah menjadi istrinya ini. Rasanya dia ingin menangis sepuasnya mengucap syukur karena Tuhan begitu baik memberikan dia wanita terbaik untuknya. Kadang benar, Tuhan mengambil sesuatu yang baik demi memberikan yang terbaik.
Mars mengecup kening Ayana dengan penuh cinta dan sayang. Bahkan air matanya menetes saking bahagianya. Tak pernah Mars merasa sebahagia ini dalam hidupnya.
Acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Banyak tamu yang berdatangan memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai yang tengah berbahagia itu.
"Selamat ya Nak." Dennis memeluk Mars. Akhirnya putra sulungnya ini laku juga.
"Terima kasih Dad."
"Selamat ya Nak." Syentia memeluk Mars dan Ayana bersamaan.
"Terima kasih Mom." Balas keduanya kompak.
"Kak Mars. Kakak ipar selamat ya." Ranti ikut memberikan selamat.
"Selamat Tuan Mars dan Nona Ayana." Ivan juga memberikan selamat.
__ADS_1
Ucapan selamat didapatkan oleh Mars dan Ayana. Ayana merasa menjadi artis dadakan hari ini karena setiap tamu yang naik keatas pelaminan pasti minta foto. Dia sampai kehabisan gaya.
"Kak Nana, selamat." Nandira memberikan pelukan hangat pada Nandira.
"Terima kasih Ra." Senyum Ayana
"Tuan Mars selamat." Nandira juga menyalimi mantan Boss nya itu.
"Terima kasih Ra." Balas Mars tersenyum hangat.
Nathan turut memberikan ucapan selamat atas terselenggaranya pernikahan Mars dan Ayana. Nathan bersyukur akhirnya perjuangan Mars dan Ayana berbuah manis.
"Selamat Mars." Nathan menyalimi Mars "Semoga rumah tangga kalian terberkati." Sambungnya
"Terima kasih Nat. Kau sudah banyak membantuku." Kedua lelaki yang pernah saling bersengketa itu kini terlihat seperti saudara.
"Sama-sama." Balas pelukkan Mars.
Galvin juga naik keatas pelaminan. Benar kata orang-orang, cinta terbaik adalah melepaskan seseorang yang dicintai demi kebahagiaan nya. Galvin sudah berdamai dengan hatinya. Meski pun hingga kini dia tidak bisa melupakan Ayana. Tapi dia yakin seiring waktu berjalan dia akan menemukan seseorang yang juga bisa membuat nya bahagia.
"Na." Galvin tersenyum.
"Mas Galvin." Ayana juga tersenyum. Dan Mars yang pencemburu itu malah melingkarkan tangannya dipinggang ramping Ayana.
"Selamat ya Na. Selamat Kak Mars."
Galvin menyalimi kedua penggantin baru itu bergantian. Jujur hatinya terluka. Tapi dia berusaha untuk terlihat baik-baik saja dan berjanji akan melupakan Ayana dalam hidupnya.
"Terima kasih Mas. Semoga Mas juga bahagia." Balas Ayana.
"Hem, jangan tersenyum padanya Sayang. Nanti dia malah semakin jatuh cinta padamu." Bisik Mars.
Ayana mendelik. Suaminya ini masih saja suka suhuzon pada orang lain. Belum tentu juga Galvin masih menyukai Ayana.
Bersambung......
__ADS_1