Cinta Manis Sang Presdir

Cinta Manis Sang Presdir
Wedding Day Ivan & Ranti


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hari ini adalah hari yang telah dinantikan oleh dua orang berbeda jenis kelamin itu. Setelah persiapan yang direncanakan jauh-jauh hari, akhirnya hari ini keduanya akan menikmati hasil jari jerih payah yang mereka perjuangkan selama ini.


Ranti berjalan memasuki altar pernikahan sambil tangannya melingkar dilengan kekar Dennis sang Ayah. Wajah nya ditutupi dengan cadar. Semua orang penasaran secantik apa wajah yang ditutupi itu.


Ranti berjalan dengan senyum menggembang. Cepritan suara kamera saling bersahutan. Ranti adalah salah satu anak kolongmerat yang perusahaan keluarga nya menduduki perusahaan besar di Indonesia.


Ivan sudah menanti diatas altar. Matanya berkaca-kaca. Jantungnya berdegup kencang. Cinta dalam diam berakhir dipelaminan. Perjuangan yang tidak mudah. Untuk memantaskan diri dengan keluarga Ranti Ivan harus bekerja keras. Meski begitu usaha tak menghianati hasil karena didominasi dengan rasa cinta yang saling merangkul dan menguatkan.


“Ivan.” Dennis menatap calon menantunya “Daddy titip putri Daddy padamu. Jaga dan cintai dia dengan sepnuh hatimu. Dia masih perlu bimbingan. Jadilah suami dan Ayah untuknya. Aku mencintainya. Kau juga harus mencintainya. Aku tetap mencintainya apapun keadaannya, aku takkan menolak kehadirannya. Jika kau sudah tak mencintainya, kembalikan dia padaku.” Dennis menyerahkan tangan putrinya pada Ivan.


Mata Ranti berkaca-kaca. Jujur saja dia gadis yang begitu manja. Kedua orangtuanya juga sangat menyanyangi nya apalagi dia adalah putri bungsu di keluarga William, tentu dia mendapatkan segala kemewahan bagi secara fisik mau pun batin.


“Tentu Dad, terima kasih. Aku berjanji akan menjaganya.”


Acara pemberkatan dimulai dikediaman Mansion mewah keluarga William. Pendeta yang memberkati pernikahan mereka adalah salah satu Pendeta yang melayani digereja palling terbesar di Jakarta.


Mata Ranti kembali berkaca-kaca. Tak pernah terbayangkan dalam benaknya akan menikah dengan assisten sang Kakak. Dulu, dia hanya suka menggoda Ivan saja. Tidak ada niat membayangkan masa depan dengan Ivan. Namun rencana yang Tuhan siapkan untuknya diluar kendali. Saat dia patah hati karena pria yang dicintainya jatuh cinta pada orang lain, Ivan datang menolong dan mengulurkan tangan untuk membantunya. Ivan yang menemaninya menyembuhkan luka. Menyakinkannya bahwa cinta sejati itu masih ada. Ivan yang memeluknya saat dia merasa seluruh dunia menghakiminya, menyakiti dan membuatnya merasa tak berharga. Ivan adalah cintanya. Lelaki kedua yang begitu dia cintai setelah Ayah nya.


Setelah pemberkatan dilanjutkan dengan resepsi. Para tamu udangan berdatangan memenuhi tempat. Kalangan orang-orang kaya yang menjadi rekan bisnis Dennis dan Mars. Namun tetap saja Nathan dan Nandira menjadi tamu yang paling dihormati. Pesona pasangan yang sebentar lagi akan jadi orangtua itu selalu membuat orang lain terkagum-kagum.


Nathan memapah istrinya naik keatas pelamian. Dibelakangnya diikuti oleh Mars dan Ayana yang tampak saling cuek-cuekkan. Boss dan anak buah itu selalu berdebat setiap kali bertemu apalagi Galvin ikut naik ke pelaminan dan mendekati Ayana semakin membuat mood Mars berantakkan.


“Kak Ranti.”


“Dira.”


Kedua wanita itu cepika-cipiki sambil saling memberikan pelukan hangat. Ranti sudah menganggap Nandira sebagai adiknya, apalagi Nandira yang polos membuatnya gemes sendiri, meski serig bikin kesal.

__ADS_1


“Selamat ya Kak.” Wanita itu melepaskan pelukannya


“Hem terima kasih Dira.” Balas Ranti “Apa ada hadiah untukku?” Dia tersenyu menggoda.


“Ada Kak.” Nandira memberikan sebuah paper bag “Ini untuk Kakak dan Mas Ivan.” Serunya


“Wahhhh, terima kasih istri sultan. Kau sungguh baik!” Ranti mencolek dagu Nandira sambil mengambil paper bag itu “Hem, isinya apa ini?” Ranti mengeluarkan kotak kecil dari dalam paper bag itu.


“Obat kuat Kak.” Jawab Nandira polos “Kata Mas Nathan cocok untuk pengantin baru. Biar kuat dan fresh.” Serunya. Ranti dan Ivan saling melihat dan menelan saliva mereka susah payah.


Sedangkan Nathan menghela nafas panjang apalagi melihat tatapan Ranti dan Ivan yang seperti mengintimidasinya. Tadi dia lupa menjelaskan pada istrinya agar jangan dikatakan apa isi dari kadonya.


“Sayang, ayo turun yang lain sudah mengantri.” Bisik Nandira. Dia benar-benar tak enak hati


“Iya Mas.” Dan seperti biasa wanita hamil itu akan menurut.


Mars, Ayana dan Galvin naik ke pelaminan. Mars terus menempel pada Ayana seperti prangko. Dia takkan membiarkan Galvin mendekati gadisnya. Meski pun hingga kini Ayana belum menerima perasaannya tapi bagi Mars, Ayana adalah miliknya dan tidak ada yang bisa merubah hal tersebut.


“Tidak bisa. Aku takkan membiarkan kau menempel pada pembinor itu.” Celetuk Mars sambil berbisik dan melirik Galvin tak suka. Sedangkan Galvin santai-santai saja.


Ayana memutar bola matanya malas. Kenapa Boss nya ini selalu menyebalkan dan membuatnya kesal dimana pun. Dan lagi kenapa cemburu segala mereka hanya sebatas Boss dan anak buah tapi Mars sudah possesif luar biasa.


.


.


.


.

__ADS_1


Setelah acara panjang itu selesai. Ivan dan Ranti kembali ke kamar mereka untuk beristirahat. Acara yang cukup memakan waktu dan tenaga. Namun keduanya begitu menikmati. Apalagi ini adalah moment sekali seumur hidup.


“Lelah?” Ivan meletakkan istrinya dengan pelan.


“Sangat Kak.” Wanita itu memijit betisnya.


“Hem, biar aku pijit ya?” Ivan langsung ambil alih dan mengurut kaki istrinya “Enakkan?” Tanyanya tersenyum simpul. Ivan sampai gagal focus melihat kecantikkan Ranti malam ini. Terlalu sayang jika dilewatkan.


Ranti mengangguk “Kak, kenapa ya Dira itu kalau bicara asal keluar. Itu dia memang polos atau memang asalnya bodoh?” Ucap Rant setengah kesal membayangkan ucapan Nandira tadi.


Ivan terkekeh pelan “Jangan bicara begitu sayang. Kau seperti baru mengenal Dira saja.” Sahut Ivan “Hem, bagaimana kalau aku coba saja obat yang diberikan Dira tadi?” Bisik Ivan menggoda istrinya.


“Kak.” Sudah dipastikan pipinya bersemu merah


“Hem, kau sudah siap sayang?” Tanya Ivan suaranya sudah serak.


Siap tidak siap ya harus siap, pikir Ranti. Lagian sudah hak dan kewajibannya melayani Ivan malam ini. Apalagi ini malam pertama mereka berdua. Pasti aka nada sesuatu baru yang belum pernah dirasakan sebelumnya dan itu akan menjadi kenangan untuk keduanya nanti.


“Apakah sakit Kak?” Ranti mengigit bibir bawahnya membayangkan hal-hal fantasi dikepalanya.


“Nanti kau akan tahu sayang.”


Ivan membaringkan istrinya dengan pelan. Dia menatap Ranti dengan cinta. Sekarang Ranti adalah milik Ivan sesungguhnya. Takkan ada yang memisahkan mereka kecuali sang pencipta.


“Aku akan membuatmu terbang melayang malam ini sayang. Izinkan aku melakukannya ya?” Dia mengecup kening wanita itu dengan sayang.


Lalu terjadilah malam panjang bagi sepasang penggantin itu. Malam pertama yang takkan mereka lupakan hingga nanti. Malam yang menjadi saksi dimana kedunya telah menyatu hingga Ivan ambruk disamping Ranti.


Ivan menarik wanita itu kedalam pelukannya. Dia menyeka keringat didahi Rantia akibat pergulatan panas mereka berdua. Senyumnya mengembang karena sudah berhasil memiliki Ranti dengan seluruh jiwa dan raganya.

__ADS_1


“Terima kasih sayang karena aku yang pertama. Aku mencintaimu hingga nanti.” Dia mengecup ujung kepala Ranti dan ikut terlelap bersama sang istri.


Bersambung......


__ADS_2