
Happy Reading š¹š¹š¹š¹š¹š¹š¹š¹š¹š¹
Disebuah ruangan persalianan. Tampak seorang wanita cantik tengah berjuang melahirkan keempat bayi kembarnya. Sedangkan disampingnya seorang pria menggenggam tangan wanita itu dan berusaha menyalurkan kekuatan dengan kata-kata cinta. Hingga membuat para dokter dan perawat yang bertugas untuk membantu persalinan istrinya tersenyum gemes sambil geleng-geleng kepala. Pasangan ini selalu membuat orang lain tak bisa berkata-kata. Entah karena sama-sama polos atau karena keromantisan mereka yang merasa dunia milik mereka berdua.
āHiks hiks Mas sakit. Kenapa sakit sekali Mas? Rasanya aku tidak mau hamil lagi.ā Ujar Wanita itu sambil menangis mengenggam tangan suaminya dengan kuat.
āHiks Sayang, jangan menangisnya. Aku yang salah karena sudah membuatmu hamil. Tapi aku tidak bisa menahan diri Sayanmg setiap kali melihatmu. Bagaimana ini?ā Sang suami ikutan menangis merasa bersalah karena sudah membuat istrinya hamil dan kesakitan seperti itu.
Para dokter dan perawat kesem-kesem malu sambil menunggu pembukaan sempurna mereka menyiapkan beberapa alat yang dibutuhkan untuk persalinan Nona Muda mereka itu. seperti gunting karena mungkin bagian intinya akan terkoyak lebar apalagi akan melahirkan bayi kembar empat sekaligus. Serta jarum dan benang yang nanti akan digunakan untuk menjahit bagian inti yang koyak itu.
āDokter kenapa istriku bisa kesakitan? Apa ada obat lain yang bisa membuat sakitnya hilang? Aku tidak tega melihatnya.ā Ucap sang suami sambil mengusap air mata dan keringat istrinya yang mengucur
āHemmm, sakitnya tidak lama Tuan. Setelah bayi-bayi anda lahir nanti sakitnya akan hilang.ā Sahut Sang dokter berusaha tersenyum
āNona bersiaplah mengejan. Ini sudah mau pembukaan sepuluh. Tuan semangti istri anda.ā Ucap sang dokter yang sudah bersiap-siap.
Sang suami mengangguk. Dia semakin erat mengenggam tangan istrinya. Kasihan sekali melihat wanita-nya yang kesakitan seperti itu.
āAyo Nona. Sedikit lagi.ā
āAyo Sayang, kau pasti bisa. Kau kuat. Kau cantik. Kau wanitaku.ā Seru sang suami sambil mengenggam kuat tangan istrinya
āArhhhhhhhhh.ā
āArhhhhhhhhh.ā
āOwee owe owe owe.ā Bayi yang pertama lahir. Sang dokter langsung memberikan kepada perawat agar segera dimandikan dan dibersihkan.
āAyo Nona.ā
āArhhhhhhhhhh.ā
āArhhhhhhhhhh.ā
āOwe owe owe.ā Bayi yang kedua juga keluar. Dokter memberikan bayi yang satu itu kepada perawat yang lain.
āAyo Nona.ā Ucap sang dokter.
__ADS_1
āArhhhhhhhhhhh.ā
āArhhhhhhhhhhh.ā
āOwe owe owe owe.ā Bayi ketiga berjenis kelamin laki-laki juga keluar.
āAyo Nona, ini yang terakhir.ā
āMas sakit hik hiks hiks.ā
āAyo Sayang, sekali lagi ya kau pasti bisa.ā Ucapnya mengecup kening sang istri yang sudah berkeringat itu.
āArhhhhhhhhhhhhhhhhh.ā
āOwe owe owe owe.ā Bayi terakhir pun akhirnya keluar.
āSelamat Tuan dan Nona, bayi terakhir anda berjenis kelamin perempuan.ā
Nandira meringgis sambil menangis ketika area sensitifnya dijahit oleh dokter tanpa obat bius. Bahkan bunyi seperti benda meletup terdengar disana saat jarum itu ditarik masuk dan ditarik keluar dokter.
Nathan lagi-lagi menangis kasihan melihat istrinya yang kesakitan itu. Jika bisa dia ingin menggantikan Nandira agar dia bisa merasakan rasa sakit yang dirasakan oleh istrinya.
Nathan berjanji dalam hidupnya. Takkan menyakiti Nandira. Dia sudah melihat perjuangan yang tak mudah untuk istrinya ketika melahirkan buah cinta mereka. Bahkan taruhannya nyawa. Melihat Nandira yang kesakitan membuat Nathan sadar bahwa terlalu banyak hal yang dia lewatkan tentang istrinya. Nathan berjanji akan selalu membuat Nandira bahagia. Dia takkan menyakiti istri kecilnya itu.
Semua orang tampak disibukkan dengan persiapan menyambut kelahiran keempat bayi Nathan dan Nandira. Masing-masing mengambil bagian mereka.
Tampak Anara, Ayana dan Ranti yang juga tampak sibuk menata makanan diatas meja membantu para pelayan yang ditugaskan oleh Mey. Ada Zahra sahabat baik Nandira yang juga tak absen hadir. Sebagai sahabat satu fakultas dia turut bahagia atas kelahiran bayi-bayi Nandira.
Sedangkan Hellena dan Mey sibuk menimang keempat bayi yang diletakkan didalam box itu. Wajah mereka tampak menggemaskan dan lucu. Sehingga membuat kedua wanitu gemes ingin mengigit.
Sedangkan Namsin, Tio dan Aris tampak sibuk menyambut tamu yang diundang seadanya. Ada Mars dan Ivan juga yang berbincang-bincang dengan rekan bisnis Nathan mewakili Nathan yang tengah sibuk mengurus istri tercintanya.
Hellena dan Mey geleng-geleng kepala saja. Nathan semakin posessif meski istrinya sudah melahirkan. Bahkan terkesan lebih peduli kepada istrinya dari pada keempat anaknya. Mungkin karena Nathan tahu jika perjuangan Nandira tak bisa disepelekan.
āSayang, mau aku gendong saja?ā Tanya Nathan kasih melihat istrinya.
āBoleh Mas.ā Seperti biasa Nandira akan menurut seketika.
__ADS_1
Nathan menggendong istrinya keluar dari kamar. Diluar orang-orang sudah ramai menunggu mereka. Malam ini adalah malam penyambutan kelahiran bayi Nandira dan sekaligus pemberian nama yang sudah mereka berdua siapkan jauh-jauh hari.
Semua menatap kearah pasangan yang baru saja menjadi orangtua itu. Ada yang terpesona. Ada yang tersenyum gemes dan tak sedikit juga yang geleng-geleng kepala. Lihatlah Nathan yang menggendong istrinya seperti penggantin baru saja.
āSelamat malam semua. Terima kasih sudah menghadiri acara sederhana penyambutan dan pemberian nama keempat anak kami. Dan bahagia yang tidak bisa saya gambarkan dengan kata-kata karena begitu baik untuk kami berdua.ā Nathan merangkul bahu istrinya. Keempat anaknya digendong oleh Hellena, Mey, Anara dan Ayana.
āNak, silahkan beri nama untuk keempat anak kalian.ā Ucap Namsin tersenyum hangat.
āBaik Ayah.ā Nathan membalas dengan senyum.
āNarendra Putra Hormesā Nathan menatap bayi pertama digendongan Hellena sambil mengusap kepala putra sulungnya itu.
āNickholas Putra Hormes.ā Dia mengusap kepala putra keduanya yang digendong Mey.
āNemeth Putra Hormes.ā Nathan tersenyum mengusap kepala putranya digendongan Anara.
āNatasha Putri.ā Dia tersenyum gemes melihat wajah cantik putrinya.
Semua bertepuk tangan ikut bahagia atas kelahiran bayi kembar empat tersebut.
āSayang, terima kasih.ā Nathan mengecup kening istrinya.
āTerima kasih juga Mas.ā Nandira membalas ciuman Nathan dipipi.
āAaaaaa sweat nya.ā Ranti baper sendiri
Tampak orang-orang terlihat bahagia disana. Saling berebut menggendong bayi-bayi munggil itu. Apalagi wajah mereka yang tertidur nyaman malah terlihat manis dan menggemaskan. Tak kala Nathan kesal anaknya diperebutkan, belum saja keluar kemarahannya Mey sudah terlebih dahulu menyumpal Nathan dengan omelan. Alhasil Ayah empat anak itu hanya bisa menghela nafas panjang.
THE END
Nathaniel Kennedy Hormes.
(Cinta adalah ketika kau tahu kekurangannya dan kau tetap mencintainya. Cinta adalah ketika kau tahu masa lalunya tapi kau tak pernah mempermasalahkan nya. Cinta adalah dia yang mampu menggetarkan hatimu berulang kali dengan tatapan cinta)
Nandira Putri
(Tidak semua hal buruk yang terjadi akan membuat masa depanmu hancur. Aku contohnya, hanya karena kesalahpahaman membuatku menemukan lelaki yang menjadikan aku ratu di istana cintanya)
__ADS_1