
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Ayo sayang." Nathan membuka pintu mobil dan Seperti biasa tangannya akan melindungi kepala Nandira.
"Terima kasih Mas." Ucap wanita itu masuk dan duduk dengan manis disamping kemudi.
Nathan mengitari mobil lalu ikut masuk kedalamnya. Dia menjalankan mobilnya dengan pelan.
"Mas aku rindu Ayah dan Bunda dikampung." Nandira menghela nafas panjang "Kapan ya kita bisa pulang kampung lagi Mas?." Wajahnya tampak sendu.
"Apa kau ingin kita pulang segera?."
"Tapi kata Mas Minggu depan aku sudah test. Lain kali saja deh Mas." Ucapnya memalingkan wajahnya.
Nathan menggenggam tangan wanita cantik itu.
"Tenang. Nanti kita akan pulang kampung setelah semua urusan mu selesai." Sambil mengecup punggung tangan wanita itu.
"Benarkah Mas?." Wajah Nandira langsung sumringah "Kita ke sawah lagi cari belut." Serunya.
Wajah Nathan berubah masam. Sampai kapanpun takkan dia lupakan belut ini. Sungguh keterlaluan sekali sampai berani mengigit jari Nathan ketika pria itu hendak memegang nya karena penasaran.
"Sayang tidak mau." Rajuknya sambil menggeleng dengan bibir menggerecut kesal.
"Memangnya kenapa Mas?." Tanya Nandira heran.
"Tidak apa-apa." Jawab Nathan.
Sampai di mall. Mobil Nathan terhenti. Pria itu turun duluan dan membuka pintu untuk istrinya.
"Mari sayang." Dia mengulurkan tangannya untuk menyambut Nandira agar gadis itu turun dari mobil.
"Iya Mas." Wanita itu turun dan menyambut uluran tangan sang suami.
Nathan sengaja tak meminta pengawal untuk mengawasi nya. Dia tidak mau membuat Nandira merasa tak nyaman.
Para pengunjung mall menatap keduanya dengan iri. Ada yang diam-diam memotret atau sekedar mengabadikan melalui benda pintar itu, bisa jadi untuk simpan atau dipamerkan ke media sosial.
"Sayang kau mau apa? Perhiasan, tas, sepatu atau mobil." Ujar Nathan sambil berjalan masuk dengan Nandira yang memeluk lengan pria itu.
"Aku mau Bobba Mas. Pasti segar kalau diminum panas-panas begini." Nandira sudah membayangkan bagaimana segarnya menyeruput es Bobba yang dingin saat membasahi tenggorokannya
Nathan malah mendelik kearah wanita itu. Dia menawarkan barang-barang mewah dan mahal tapi kenapa istrinya ini malah memilih minum Bobba sungguh aneh dan ajaib sekali Nandira ini.
"Tidak sayang. Es tidak baik untuk kesehatan mu." Tolak Nathan.
"Es cream saja bagaimana?." Sambil menunjuk stand es cream yang tidak jauh dari mereka.
__ADS_1
"Apalagi itu sayang. Tidak boleh." Tegas Nathan.
"Mas masa tidak boleh. Kata Ayah itu segar memang sih Ayah bilang tidak boleh tapi sesekali kan boleh. Ya ya Mas." Wanita itu menggoyangkan suaminya sambil merayu Nathan tak lupa wajahnya yang imut dia tampilkan.
Nathan menghela nafas panjang. Dirinya yang begitu alergi dengan makanan-makanan aneh seperti itu harus menyeimbangi istrinya yang suka makan aneh-aneh.
"Tapi sayang_."
"Sedikit saja Mas. Aku janji." Seru Nandira sambil menunjukkan jari kelingking nya lalu mengaitkannya dengan suaminya
"Sedikit saja Mas." Tutur nya lagi.
"Baiklah. Tapi aku yang pilih." Tegas Nathan menoel hidung istrinya.
"Iya Mas." Nandira mengangguk seperti anak kecil.
Nathan merasa aneh dengan istrinya akhir-akhir ini, tingkah laku Nandira tak seperti biasanya. Istrinya ini bukan wanita manja tapi beberapa hari ini Nandira bersikap tak biasa.
Mereka menuju stand es cream. Nathan memilih es cream vanilla karena Istrinya itu sangat menyukai aroma vanilla.
"Ini sayang makanlah." Mereka duduk sebentar.
"Terima kasih Mas." Wanita itu dengan cepat mengambil es cream dari tangan suaminya.
Nandira makan es cream itu dengan lahap bahkan dia menjilat nya seperti orang yang benar-benar lapar.
"Hehhe iya Mas." Wanita itu malah cenggesan seperti anak kecil.
Nathan menggeleng melihat cara istrinya makan es cream. Selama menikah baru kali ini Nandira minta es cream biasa nya istrinya ini alim-alim saja kenapa sekarang malah terlihat seperti anak kecil.
"Mas mau lagi." Renggek Nandira memeluk manja lengan suaminya.
"Tidak sayang, tadi kau sudah makan dua. Nanti kau sakit perut bagaimana?." Tolak Nathan. Bagaimana jika Nandira sakit perut? Pasti Nathan akan seperti orang gila karena panik.
"Mas jahat hikssss." Dia malah menangis seperti anak kecil sambil mengusap air matanya "Mas Nathan jahat." Menghentak-hentakkan kaki nya kesal.
"Sayang-sayang kenapa menangis. Jangan menangis ya." Nathan merengkuh tubuh istrinya.
"Tidak pokoknya Mas Nathan jahat." Renggek nya menyingkirkan tangan Nathan ditubuhnya
Nandira merajuk seperti anak berusia lima tahun bahkan wanita itu menangis hanya karena suaminya tidak mau memberinya es cream.
"Sayang jangan menangis ya. Baiklah. Baiklah. Mas akan belikan lagi, tapi jangan menangis." Masih membujuk istrinya sambil mengusap air mata wanita itu.
"Beneran Mas boleh minta es cream lagi?." Tangis nya mereda bibirnya mengerucut merajuk.
"Iya sayang boleh." Jawab Nathan "Tapi jangan menangis yaaa?." Ucap Nathan lembut.
__ADS_1
Mereka menjadi pusat perhatian. Namun tak ada yang berani menertawakan tingkah Nandira. Siapa yang berani mentertawakan istri big Boss. Bisa-bisa mereka langsung di depak dari negara ini.
"Tapi aku yang pilih ya Mas?." Ucapnya sambil krasak-krisuk menyeka air matanya.
"Iya sayang. Ayo." Nathan memapah wanita itu berdiri dan menuntunnya kearah stand es cream.
"Sayang kenapa banyak sekali tadi katanya satu?." Protes Nathan saat Nandira mengambil tiga.
"Ini enak Mas. Aku suka." Wanita itu langsung membawa ketiga es cream nya kembali duduk ke kursi.
Lagi-lagi Nathan menghela nafas panjang. Jika Nandira kebanyakan makan es cream nanti wanita itu malah sakit lagi. Tapi dilarang malah merenggek seperti anak kecil.
Nathan mengusap wajahnya kasar. Sebagai suami cinta istri tentu dia tidak mau istrinya kenapa-kenapa.
Nathan melirik es cream yang masih banyak didalam Boss. Pria itu mengumpat kasar.
"Awas saja jika istriku sampai sakit perut, akan kututup pabrik es cream ini." Gerutunya kesal.
Nathan menyusul istrinya dan kembali duduk sambil menemani wanita itu makan es cream.
"Sayang setelah ini sudah ya. Jangan lagi." Rayu Nathan.
"Iya Mas." Sahut nya menurut sambil manggut-manggut dengan es cream ditangannya.
Nandira kembali melahap es cream nya bahkan dia makan sekali tiga. Dia saja tidak tahu kenapa begitu ingin sekali makan benda ini ketika melihatnya.
"Sudah?." Tanya Nathan melihat istrinya yang membuat stik es cream.
"Sudah Mas." Sahut nya.
"Tunggu disini sebentar ya. Jangan kemana-mana?."
"Mas mau kemana?." Tanya Nandira penasaran saat melihat suaminya berdiri.
"Mas mau beli tissue. Tunggu ya sayang."
Nandira mengangguk sambil menunggu suaminya. Gadis itu celingak-celinguk seperti bocah kecil yang mencari mainan. Dia menjadi pusat perhatian saat tangannya ditempeli bekas es cream.
"Sayang." Nathan datang dengan membawa sekotak tissue.
"Iya Mas?." Nandira menghadap suaminya.
"Mas bersihkan ya." Nandira mengangguk.
Nathan membersihkan bekas es cream ditangan istrinya. Nandira makan es cream saja blepotan.
Bersambung....
__ADS_1