
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Ayana mengeliat dibalik selimut tebalnya. Pantulan cahaya sinar matahari menerangi wajahnya.
"Sudah siang ternyata."
Dia belum sadar jika ada yang memeluk nya dengan posessif. Entah kenapa Ayana bisa tak sadar mungkin karena dia terlalu menikmati pelukan itu.
"Tunggu dulu, kenapa perut aku serasa berat?"
Gadis itu secepatnya mengangkat pandangan nya. Matanya membulat sempurna ketika menyadari sang Boss killer tengah memeluk dirinya.
"Aaaaaaaaaaaaaaa." Teriaknya
Tanpa sadar gadis itu menendang sang Boss yang tengah terlelap dengan nyaman.
Brakkkkkkkkkkk
Brughhhhhhhhhh
Mars terjatuh dari ranjang. Lelaki itu terkejut ketika ada yang menendang nya.
"Arggg." Mars meringgis kesakitan dibagian pinggang nya "G-gadis aneh kenapa aku menendang ku?" Dia mengusap pinggang dan pantatnya yang sakit akibat ulah Ayana.
"T-tuan ken-napa kau b-isa tidur di ran-jangku?" Tanya Ayana gugup dia membungkus tubuhnya dengan selimut.
Mars berdiri dengan wajah ditekuk kesal. Dia masih mengantuk masih enak-enak nya bermimpi. Tapi malah dibuyarkan oleh sektaris menyebalkan nya itu.
"Kau benar-benar tak memiliki perasaan." Geram Mars. Entah makan apa gadis ini kenapa tenaganya kuat sekali? Pantas saja Aris sampai babak belur korban amukkan Ayana.
"M-maafkan aku Tuan, sakit ya?" Ayana merasa bersalah "T-tapi bagaimana kau bisa ada diranjangku dan kita_." Ayana menutup tubuh nya.
Mars tersenyum devil saatnya mengerjai gadis bar-bar ini. Salah sendiri sudah membuat pinggang Mars encok.
"Hem kau lupa." Pria itu naik keatas ranjang dan menindih tubuh Ayana.
"T-tuan apa yang kau lakukan? Lepaskan aku." Ayana berusaha memberontak.
Mars malah menatap Ayana yang komat-kamit sambil meminta lepaskan. Tangannya terulur menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Ayana.
Seketika Ayana terdiam. Dia juga menatap mata Mars yang berada diatasnya. Dan lagi jantungnya seperti lari maraton. Kenapa setiap kali menatap mata indah itu dirinya seperti lepas kendali?
Mars mengusap bibir ranum Ayana. Dia senang dan bangga karena dirinya adalah pria pertama yang mengambil ciuman gadis bar-bar ini.
"T-tua_."
__ADS_1
Cuppppppppp
Mars tak tahan untuk tak mengecup bibir ini. Bibir manis yang membuat nya ketagihan. Entahlah, lipstik apa yang dipakai Ayana yang jelas bibirnya akan menjadi milik nya nanti.
Ayana tak menolak dia juga membalas ciuman Mars. Ini bukan pertama kalinya mereka berciuman tapi sudah sering.
Keduanya berciuman hangat, saling ******* bibir satu sama lain.
Mars melepaskan panggutannya setelah merasakan Ayana hampir kehabisan nafas. Dia juga merasakan bagian bawahnya sesak. Tak mau berbuat lebih. Ayana gadis baik-baik yang tidak panta dihancurkan.
Mars menyatukan kening mereka berdua. Lama dan lama keduanya kembali saling menatap satu sama lain.
Mars bangkit dari tubuh Ayana, pria itu terlentang diatas kasur. Dia melirik Ayana yang masih membeku mungkin gadis itu belum sadari syoknya.
"Hem, kau mau lagi?" Godanya tersenyum devil "Lebih dari ini juga bisa?" Tak lupa dia mengedip-ngedipkan matanya jahil.
Ayan tersadar. Dengan cepat gadis itu menggeleng. Selalu dia tak bisa menolak pesona Boss nya ini.
Aya terduduk ini sudah pukul lima pagi. Dia harus bangun menyiapkan bekal dan sarapan pagi untuk Boss nya.
"Mau kemana?" Tanya Mars saat gadis itu turun dari ranjang.
"Salto." Jawab Ayana asal.
Mars terkekeh pelan. Gadis ini selalu bisa menghibur nya. Selalu bisa membuatnya tertawa dan nyaman. Apalagi wajah alami Ayana yang baru bangun tidur itu terlihat kecantikan alami nya.
Ayana tersenyum ketika mengingat ciuman hangat megeka tadi. Dia memegang bibirnya. Manis sekali bibir Mars.
"Ck, kenapa kau jadi mesum juga Ayana?" Gadis itu menggeleng mengenyahkan pikirannya yang sudah berkelana ke mana-mana. Membayangkan roti sobek Mars membuat wajahnya merah seperti udang rebus.
Dia keluar dari kamar mandi untuk masak seperti setiap pagi.
"Astaga." Ayana terkejut ketika melihat Mars berdiri didepan pintu kamar mandi sambil melipat kedua tangannya didada.
"Ada apa Tuan?" Tanya Ayana ketus.
"Aku mau mandi, siapkan air hangat dan handuk." Tintah Mars
"Baik Paduka Raja. Perintah anda akan saya laksanakan segera." Ucap Ayana jenggah sambil membungkuk hormat.
Jadi sekretaris pekerjaan dan sekretaris pribadi. Ayana harus menyiapkan segala keperluan Mars. Apapun tentang Mars, Ayana harus tahu.
Ayana menyiapkan air hangat untuk Mars. Ini bukan pertama kalinya Mars menginap di Apartement ayana sudah sering tapi ini pertama kalinya mereka tidur diranjang yang sama.
Kamar di Apartement ini ada lima kamar tamu dan kamar utama serta kamar pembantu juga ada. Jadi Mars sudah menganggap Apartement mewah Nathan ini sebagai rumah paling nyaman untuk dia pulang.
__ADS_1
"Ck, aku seperti sudah memiliki suami saja! Apa-apa harus aku yang turun tangan. Aku heran, kenapa dia tak bisa mengurus diri sendiri?" Gerutu Ayana sambil mengambil pakaian Mars didalam almari.
Setelah menyiapkan segala keperluan Mars. Gadis itu melengang keluar dari kamar sebelum Mars meminta nya yang aneh-aneh lagi salah satunya memasang dasi. Dia jenggah karena lelaki itu curi-curi kesempatan memeluk pinggang nya.
Ayana berkutat didapur dengan alat-alat masaknya. Dia koki andalan jadi setiap masakkannya selalu membuat Mars candu.
Mars menghampiri Ayana dengan meneteng jas dan dasinya. Ahh dia selalu ingin Ayana yang memasang dasinya.
"Ehem." Mars berdiri dibelakang Ayana.
Ayana mendengus kesal. Sudah pasti meminta nya memasang dasi dan jas nya.
"Pasang sendiri saja Tuan kau lihat sendiri aku sedang sibuk." Ketus Ayana dengan terus "Kau seperti anak kecil saja." Protes Ayana.
Mars malah terkekeh. Dia melipat kedua tangan didada sambil melihat Ayana yang sibuk memasak sambil mengomel.
Mars tersenyum. Mereka seperti pasangan suami istri saja. Terlihat manis dan juga menggemaskan.
"Kau masak apa?" Lelaki itu berbisik ditelinga Ayana
"Ohh astaga Tuhan." Ayana berjingkrak kaget sambil mengelus dadanya "Kau ingin membunuhku?" Ayana memincingkan matanya kesal.
"Tidak. Mana bisa aku hidup tanpamu." Dia mencolek dagu Ayana dengan senyuman jahil.
"Tuan." Ayana menatap tajam.
Keduanya sarapan seperti biasa dan tak lupa Ayana membungkuskan bekal untuk makan siang untuk mereka berdua.
Bersambung.....
Hai guyssssss.....
Makasih yang udah ikutin...
Part ini kita akan bahas tentang Bang Mars dan Dedek Ayana ya.... Hshhe
Jangan lupa selalu support karya author yang lain... Karena tanpa kalian author hanya butiran debu hiks hiks hiks
Jangan lupa buat lik dan komen ya Mak-mak...
Jaga juga kesehatan kalian dimana pun berada...
Jangan lupa makan...
Jaga mata
__ADS_1
jaga hati
dan jaga jiwa....