
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹
"Ayo sayang." Ajak Nathan
"Iya Mas." Nandira memeluk lengan suaminya dengan sayang.
Aris dan Anara menyusul dari belakang. Tampak keduanya saling tersenyum sumringah sambil malu-malu. Apalagi Aris baru pertama kali ini dia menggandeng tangan wanita. Karena selain sibuk bekerja dia juga seolah tak memikirkan masalah hubungan asmara.
"Tuan Mars. Kak Nana." Sapa Nandira.
Keduanya menggangguk sambil memaksakan senyum.
Mars menatap Nandira dalam. Dulu dia pikir wanita yang digandeng Nathan ini lah yang akan menjadi pendamping hidupnya. Namun belum juga mengatakan cinta dia malah sudah dibuat patah hati oleh sebuah kenyataan pahit.
Sedangkan Ayana menatap kearah tangan Anara yang memeluk lengan Aris. Keduanya tampak serasi dan cocok. Meski wajah mereka sama tapi kenapa Aris dan Anara tampak lebih cocok? Dari pada dia dan Mars yang selalu rusuh setiap hari.
"Mungkin aku harus melepaskan Tuan Mars. Bukankah cinta terbaik adalah merelakan seseorang yang disayang demi kebahagiaan nya?" Batin Ayana
"Ehem." Nathan berdehem untuk memecahkan keheningan "Apa kabar Tuan Mars?" Memasang senyum ramah sambil mengulurkan tangannya
"Kabar baik Tuan. Anda apa kabar juga?" Mars menyambut uluran tangan Nathan.
"Baik." Balas Nathan.
"Mari Tuan, silahkan masuk. Sebentar lagi acara akan dimulai." Ajak Mars mempersilahkan tamu terhormat nya masuk.
Nathan dan Nandira adalah tamu terhormat yang diundang khusus oleh orangtua Mars. Karena Nathan merupakan rekan bisnis Dennis.
Ketiga pasangan itu masuk. Nathan dan Nandira berjalan paling depan. Mars dan Ayana berada ditengah sedangkan paling belakang ada Aris dan juga Anara.
Mars dan Ayana tak saling bicara meski tangan Ayana memeluk lengan Mars. Entah kenapa perasaan keduanya tiba-tiba canggung tak terkendali. Mungkinkah karena sedang sama sedang patah hati.
Mereka langsung disambut ramah oleh kedua orangtua Mars dan Ranti.
"Tuan Nathan." Sapa Dennis menyalimi Nathan "Apa kabar Tuan?" Tanya nya tersenyum ramah.
"Saya baik Tuan. Perkenalkan ini istri saya Nandira." Sambil memperkenalkan istri cantiknya.
Dennis tampan terkejut. Kapan Nathan menikah kenapa tiba-tiba sudah punya istri.
__ADS_1
"Hai Paman, perkenalan saya Dira. Senang berkenalan dengan anda." Sambil mencium punggung tangan Dennis. Seperti biasa dia akan sopan pada siapapun.
Dennis tersenyum hangat seperti nya istri Nathan ini masih sangat muda. Terlihat sekali dari wajah dan gaya bicara nya.
Syentia mencari Mars dari tadi dia tidak sabar melihat wajah calon menantunya itu.
"Wahhhh ini calon menantuku?" Seru Syentia langsung memeluk Ayana.
Ayana terkejut bukan main jika saja Mars tidak menahan tubuh gadis itu sudah pasti Ayana akan terjungkal ke belakang.
"Ehhhh iya Bik." Gadis itu membalas pelukkan Syentia padahal dalam hatinya sudah mengumpat kasar.
"Mom, hati-hati. Ayana bisa jatuh kalau kau begitu memeluknya." Protes Mars. Kenapa dia panik kalau Ayana akan terjatuh.
Syentia melepaskan pelukannya "Maafkan Mommy ya sayang? Mommy tidak sengaja! Saking senangnya. Apa kau baik-baik saja?" Sambil meneliti tubuh Ayana wajahnya terlihat panik.
"Tidak Bik." Ayana tersenyum kaku.
"Jangan panggil Bibi, karena aku calon Ibu mertua mu jadi panggil Mommy saja ya." Ujar Syentia tersenyum hangat.
"Iya Mom." Sahut Ayana memaksakan senyum.
"Dira....." Ranti berhambur kearah Nandira "Apa kabarmu?" Dia memegang tangan Nandira
"Terima kasih Ra."
Ranti beralih pada Mars dan Ayana dia tersenyum menggoda kearah dua orang yang tengah salah tingkah itu. Apalagi tampak Syentia begitu menyukai Mars. Membuat Ranti semakin yakin untuk menjodohkan Mars dan Ranti.
"Cieee. Na, akhirnya datang juga." Seru Ayana "Bagaimana Daddy dan Mommy baik kan?" Bisiknya "Percayalah setelah ini kalian pasti akan didesak untuk segera menikah." Ranti terkekeh pelan ditelinga Ayana.
Ayana mencebik kesal. Ini semua karena ide nya Ranti yang meminta dia bertanggungjawab karena telah mencium Mars hingga membuat Ayana terjebak dengan Tuan Planet itu.
Acara dimulai. Tampak para sahabat dan keluarga besar turut memeriahkan acara ulang tahun putri kolongmerat itu.
Acara peniupan lilin dimulai. Sebelum meniup lilin tak lupa Ranti mengucapkan doa dan harapannya semoga diusianya yang bertambah dia semakin dewasa dalam segala hal dan apa yang dia cita-citakan bisa tercapai sesuai keinginan.
Ivan tersenyum menatap gadis cantik itu. Dari kecil mereka sudah terbiasa bersama. Kebetulan orangtua Ivan bersahabat baik dengan keluarga Dennis sehingga Ivan begitu dekat dengan Mars dan Ranti hingga dia menjadi asisten Mars dan mengabdi disana.
Potongan pertama Ranti berikan kepada kedua orangtuanya secara bergantian.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun ya sayang." Dennis mengecup kening anak gadisnya itu.
"Terima kasih Dad." Balas Ranti berkaca-kaca. Hidupnya serasa sempurna memiliki orangtua yang begitu mencintai dirinya.
"Selamat ulang tahun anak Mommy. Semoga selalu sehat ya Nak dan kurangi cerewet nya ya." Syentia memeluk putri bungsunya itu. Ranti memang manja karena dia begitu menyanyangi putrinya itu .
"Terima kasih Mom." Balas Ranti mencium kedua pipi Syentia.
Dan suapan ketiga Ranti berikan pada Mars. Kakak tersayang nya. Kakak menyebalkan dan Kakak yang selalu melindungi nya dalam segala hal.
"Selamat ulang tahun bawel." Mars mencubit hidung gadis itu.
"Kakak." Ranti mencebik kesal.
"Sini peluk Kakak dulu." Ranti memeluk Kakaknya itu "Selamat ulang tahun adik bawel Kakak. Sehat terus dan jangan manja." Celetuk Mars.
"Terima kasih Kak. Aku menyanyangi mu."
"Kakak juga menyayangi mu." Balas Mars.
"Dan suapan terakhir untuk orang paling spesial yang sudah menyempatkan dirinya untuk datang ke acara ulang tahun saya kali ini."
Ranti berjalan kearah Ivan dan Galvin yang berdiri berdekatan. Senyum mengembang dikedua pipi gadis itu. Malam ini Ranti begitu cantik dengan gaun mewah yang melekat ditubuh ramping nya. Gadis ini memang pencinta fashion jadi tidak heran jika penampilan nya terlihat memukau.
Jantung Ivan berdegup kencang bahkan telapak tangannya terasa dingin saking gugupnya. Entah kenapa jantungnya tergelitik dengan ucapan Ranti. Dia memang memiliki rasa pada gadis ini namun dia sadar mereka terlalu jauh berbeda.
"Kak Galvin terima kasih ya Kak sudah datang."
Deg
Ivan menatap lekat Ranti yang menyuapi Galvin sambil saling melihat dengan senyuman damba.
Hancur berantakkan sudah samua harapan yang dia ukir tentang Ranti. Ternyata benar, tahu diri lebih penting dari pada percaya diri.
"Selamat ulang tahun ya dan semoga selalu dalam lindungan Tuhan." Galvin mengusap kepala Ranti.
"Terima kasih Kak." Balas Ranti.
Ivan menunduk malu. Perasaan nya yang tadi melayang tinggi terbang keluar angkasa. Namun dalam sekejap tubuhnya dihempaskan dengan kasar hingga jatuh dan hancur berkeping-keping.
__ADS_1
Bersambung....
Tak bosan-bosannya author ingatin buat kasih dukungan pada setiap karya author. Makasih semua. LoveUloveUloveU........