Cinta Manis Sang Presdir

Cinta Manis Sang Presdir
Cinta sejati


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹


Nathan menggedong istrinya keluar dari rumah sakit setelah membuat heboh satu rumah sakit dan membuat para dokter dan perawat gegelapan akibat ulah pria itu.


"Sayang apakah masih sakit?." Tanya nya sambil menatap Nandira yang bersandar dengan nyaman didadanya


Nandira mengangguk "Masih Mas. Tapi kata dokternya tadi kan tidak lama sakitnya." Sahut wanita itu tersenyum kearah suaminya.


Nathan terkekeh pelan. Kehadiran Nandira dalam hidupnya membuatnya merasa memiliki dunia dan wanita tu berhasil menyakinkan nya jika semua akan baik-baik saja.


"Silahkan Tuan." Aris membuka pintu agar Nathan masuk.


Nathan masuk dan meletakkan Nandira dengan pelan disamping bangku penumpang lalu menutup pintu mobil itu kembali. Dia mengitari mobil dan membuka pintu samping Nandira sambil duduk disamping wanita itu.


Aris melajukan mobilnya dengan pelan. Drama pagi yang hampir membuatnya jantungan, harusnya pagi ini mereka sudah ada meeting jam sepuluh pagi dan ada beberapa agenda proyek baru yang akan ditinjau oleh Nathan. Tapi kalau sudah begini mana mau Nathan berangkat ke kantor apalagi melihat kondisi Nandira.


"Kita langsung pulang Ris." Tintahnya sambil mengusap kepala Nandira.


"Baik Tuan." Sahut Aris mengangguk paham


"Ris urus semua surat resign istriku diperusahaan Mars. Urus denda kontrak yang ditandatangani istriku."


"Baik Tuan." Sahut Aris lagi.


"Mas aku masih mau bekerja?." Nandira menatap suaminya dengan tatapan memohon.


"Tidak sayang kau tidak boleh lagi bekerja. Mulai sekarang kau hanya fokus pada ku dan kuliahmu, sebentar lagi kau akan masuk kuliah. Uang ku banyak kau mau pakai untuk apapun takkan habis jadi jangan repot-repot untuk bekerja, paham?." Sambil menyelipkan anak rambut istrinya itu.


Nandira menggeleng "Tapi aku sudah biasa bekerja Mas. Kalau tidak kerja badanku suka pegal-pegal." Ucap wanita itu.


"Ya sudah kalau begitu kau bekerja saja denganku ya. Jadi sekretaris ku. Bagaimana?." Tawarnya. Nathan tak rela jika Nandira masih bekerja dengan Mars.


"Iya Mas. Tidak apa-apa yang penting aku bisa bekerja dengan Mas. Terima kasih Mas." Wanita itu memeluk suaminya dengan manja dan sayang.


"Sama-sama sayang." Nathan mengecup ujung kepala wanita itu.


Aris hanya geleng-geleng kepala saja. Apakah begitu juga nanti jika dia menemukan cinta sejatinya? Bucin parah tak ada obatnya.


Nandira yang tak paham maksud suaminya melarang nya bekerja dengan polosnya mau menjadi sekretaris pria itu. Padahal Nathan hanya tidak mau Nandira dan Mars semakin dekat takut jika pria itu menyukai istrinya nanti.

__ADS_1


Sampai dirumah besar Nathan. Dia kembali menggendong istrinya padahal Nandira sudah bisa berjalan sendiri namun pria itu takut istrinya kesakitan lagi.


"Ris kembalilah ke kantor. Urus semua urusan kantor hari ini. Jangan lupa pantau restourant. Bantu Anara dan Ayana." Tintahnya sambil berjalan keluar.


"Baik Tuan. Saya permisi." Aris membungkuk hormat dan kembali ke dalam mobil.


"Bik Yam."


"Iya Tuan?." Wanita paruh baya itu segera menghampiri Nathan dan tak lupa selalu hormat pada pria yang menjadi Tuan-nya itu.


"Buatkan istriku bubur ayam yang enak dan tolong nanti antar dikamar ya." Perintahnya.


"Baik Tuan."


Nathan membawa istrinya masuk kedalam kamar. Dia bisa bernafas lega karena Nandira tidak lagi meringgis kesakitan, mungkin memang benar sakitnya tidak lama tapi Nathan yang panik itu malah tidak peduli sama sekali.


"Sayang istirahat lah." Nathan meletakkan wanita itu diatas ranjangnya "Apakah masih sakit?." Pertanyaan yang sama seperti tadi


"Masih Mas tapi tidak separah tadi. Mungkin sebentar lagi sakitnya hilang." Jawab wanita itu.


"Ya sudah istirahat ya. Aku mau ganti baju dulu. Apa kau mau ganti pakaian?." Ujarnya sambil mengelus lembut rambut wanita itu.


"Iya Mas. Nanti saja Mas." Senyum Nandira.


"Iya Mas."


Nandira berbaring, wanita itu memang merasakan tubuhnya remuk redam dan area sensitif nya yang sakit dan nyeri.


"Memang sakit sih. Tapi lama-lama malah enak. Apa begitu ya kalau berhubungan suami istri?." Gumam nya.


Nandira bahkan tak menyadari saat banyak bercak merah dilehernya akibat ulah Nathan. Wanita itu tak berusaha menutupi leher nya dan begitu juga dengan Nathan yang malah dengan senang melihat leher istrinya karena hal itu mengingatkannya pada malam panas mereka kemarin.


Yang malu setengah mati Aris. Rasanya Aris ingin ganti majikkan saja. Kenapa dia harus memiliki dua majikkan yang sama-sama polos dan aneh? Untungnya drama rumah sakit tidak berlangsung lama dan tidak masuk media karena Aris sudah mengancam siapapun yang berani menyebarkan hal itu ke media maka dia takkan segan-segan menghancurkan hidup orang itu.


.


.


.

__ADS_1


.


"Sayang ayo makan dulu." Nathan membawa nampan berisi semangkuk bubur yang masih hangat.


"Iya Mas." Wanita itu duduk dan bersandar.


"Masih sakit?."


Nandira menggeleng "Sudah tidak Mas. Benar kata dokter sakitnya bisa hilang sendiri." Jawabnya


"Ya sudah ayo makan. Biar Mas suapi."


Nandira mengangguk dan menerima suapan dari suaminya. Nathan tersenyum ketika melihat istrinya makan dengan lahap. Pasti istrinya ini sudah lapar sebab tadi pagi-pagi langsung ke rumah sakit dan tidak sempat sarapan.


"Buburnya enak Mas. Ini pasti masakkan Bik ayam?." Sambil menunjukkan jempol tangannya


"Iya sayang. Kau suka?." Nathan menyelipkan anak rambut istinya.


"Suka Mas."


Setelah makan Nathan memberikan obat anti nyeri pada istrinya. Meski sebenarnya tidak perlu karena Nandira sudah tidak kesakitan lagi tapi Nathan takut jika sakit di area sensitif Nandira nanti malah kambuh lagi.


"Mas."


"Iya sayang kenapa?." Menyenderkan kepala Nandira didadanya


"Terima kasih Mas sudah merawat mu. Aku mencintaimu Mas, cup." Satu ciuman hangat mendarat dipipi Nathan


Nathan langsung berbunga-bunga. Wajahnya memerah seperti tomat masak. Kenapa senang sekali mendengar kalimat sederhana yang memiliki arti luas itu?


"Mas juga mencintaimu sayang. Sangat mencintai mu. Janji ya apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkan Mas sendirian. Mas tidak akan sanggup hidup tanpa kau disisi Mas." Nathan memeluk istri kecilnya dengan sayang.


"Iya Mas aku janji tidak akan meninggalkan Mas. Kan aku mencintai Mas. Kata Ayah kalau kita mencintai pasangan kita, kita harus tetap setia bersamanya dan jangan pernah menyakiti nya apalagi meninggalkan nya." Melingkarkan tangannya dipinggang Nathan dan memeluk pria itu.


"Terima kasih sayang." Keduanya saling berpelukan dan meresapi rasa cinta yang menggelora dihati keduanya.


Pertama kali jatuh cinta bagi keduanya. Tidak pernah sebelum nya merasakan getaran seperti saat ini membuat cinta keduanya seolah manis seperti gula.


Nathan sungguh merasa bersyukur memiliki Nandira. Gadis sederhana dan gadis kampung yang telah berhasil membuatnya jatuh cinta. Sebelum kehadiran Nandira, Nathan merasa hari-hari nya mati dan selalu sepi karena tak ada satu orang pun yang paham akan perasaan kesepian pria itu. Namun kini dia telah menemukan seseorang yang membuat hari-hari nya bahagia.

__ADS_1


Bersambung......


Bahagia itu sederhana. Ketika aku menemukanmu dan menjadikan mu pilihan hidupku......


__ADS_2