Cinta Manis Sang Presdir

Cinta Manis Sang Presdir
Terpesona.


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Ting


Satu notifikasi masuk kedalam ponsel Mars. Pria itu tengah asyik berkutat dengan setumpukkan berkas dimejanya sambil membubuhkan beberapa tanda tangan.


Dia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengirim pesan.


Kening pria itu berkerut ketika melihat nama adiknya. Dengan penasaran dia membuka foto yang dikirim oleh Ranti.


Mars memerhatikan foto yang diambil secara candid itu.


"Cantik." Dia tersenyum lebar "Ehem, ternyata gadis kampung itu cantik juga." Gumamnya dengan senyuman lebar.


"Ck, apa yang aku pikirkan. Gadis kampung itu sama sekali tidak cantik." Ketusnya meletakkan lagi ponselnya.


Namun bayangan Ayana masih saja terngiang-ngiang dikepala pria tampan itu. Entah kenapa pesona gadis kampung yang dia lihat di ponselnya tadi benar-benar berbeda dari biasanya.


"Ahhh kenapa gadis itu sama sekali tidak hilang dari kepala ku?." Gerutu Mars mengusap wajahnya kasar "Apa dia menggunakan pelet untuk menarik perhatian ku?." Tuduhnya pikiran nya mulai berkelana kemana-mana.


"Ck, tidak bisa dibiarkan ini." Desahnya.


Mars kembali melanjutkan pekerjaannya. Namun lagi-lagi bayangan Ayana yang difoto tadi sambil tersenyum manis membuat nya tak konsentrasi. Pria itu beberapa kali mengumpat kasar tapi tetap saja bayangan Ayana masih melayang-layang dikepala dan pikirannya. Dia berusaha menepis bayangan gadis itu dan lagi sama seperti tadi bayangan Ayana tersenyum malah selalu terlintas dipandangan matanya.


Drt drt drt drt drt


Dengan kesal pria itu kembali meraba ponselnya.


"Ada apa?." Cetus nya


"Tidak usah ketus begitu Kak." Ujar suara diseberang sana "Kak, aku tunggu Kakak makan siang di restourant biasa. Sekalian ajak calon suamiku ya Kak." Seloroh Ranti


Mars mencebik kesal mendengar ucapan adiknya.


"Kakak belum lapar."


"Yakin Kakak belum lapar? Ya sudah Kak aku ajak Tuan Aris saja menemani Ayana. Aku dengar-dengar dari Ayana dia menyukai Tuan Aris, siapa tahu Tuan Aris juga menyukainya jadi mereka jadian, lalu pacaran lalu menikah...."


Tut tut tut ut tut


Mars langsung mematikan sambungan ponsel adiknya. Nafas pria itu tampak memburu. Kenapa dia merasa panas saat mendengar Ayana menyukai Aris?


"Ada apa denganku?." Gerutunya kasar.


Pria itu meninggalkan berkasnya begitu saja dan berjalan keluar dari ruangan.


"Siang Tuan."


"Van kita makan siang."

__ADS_1


Kening Ivan berkerut heran. Jarang sekali Mars mengajaknya makan siang biasanya pria itu selalu makan siang sendiri didalam ruangannya.


"Iya Tuan."


Ivan mengikut saja karena kalau bertanya bisa-bisa dia disemprot oleh pria itu. Dan lagi kenapa wajah Mars tampak marah, apa yang membuat pria itu marah? Perasaan dia tidak melakukan kesalahan hari ini! Semua berjalan lancar.


"Cepat sedikit Ivan." Desak Mars.


"B-baik Tuan." Jawab Ivan gegelapan sambil mempercepat kelajuan mobil nya.


"Ada apa dengan Tuan? Kenapa dia terlihat emosi? Apa yang Tuan marah kan?." Batin Ivan penasaran


"Awas saja gadis kampung itu kalau berani-berani makan siang dengan Aris. Akan aku kurung dia." Batin Mars kesal.


Mobil Ivan berhenti didepan restourant mewah yang menjadi langganan mereka sekarang. Restorant ini menjadi salah satu restourant yang pengunjung nya bertambah setiap hari.


Tampak Mars berjalan tak sabar. Wajahnya seperti sedang emosi dan marah. Entah apa yang membuatnya marah, Ivan saja sampai bingung. Mau bertanya takut malah jadi sasaran kemarahan Tuan-nya itu.


.


.


.


.


"Sudah kau diam saja jangan banyak tanya." Cetus Ranti "Ohhh ya nanti Kakak ku akan datang bersama calon suamiku. Jadi kau harus bersikap manis ya padanya. Usahakan jangan berdebat seperti biasa, katamu kau ingin bertanggungjawab atas ciuman itu jadi kau juga harus membuat Kakak ku jatuh cinta." Seru Ranti.


Ayana memutar bola matanya malas "Cihh, kau pikir mudah menaklukkan hati Kulkas seperti Kakakmu? Lagian aku tidak menyukai Kakak mu kenapa kau memaksa sekali?." Proses Ayana yang sama sekali tidak tertarik dengan Mars.


"Jangan begitu Ayana. Awas lho benci bisa jadi cinta. Belajar lah jatuh cinta pada Kakakku. Dia sebenarnya baik ya meskipun menyebalkan dan dingin tapi dia peduli. Aku yakin jika dia jatuh cinta padamu, maka dia akan bucin seperti Tuan Nathan." Oceh Ranti.


"Ya ya baiklah itu terserah padamu." Ucap Ayana mengalah


"Tapi kau benar-benar cantik Ayana. Aku yakin Kakak ku pasti akan langsung terpesona melihatmu nanti." Goda Ranti sambil menaik turunkan alisnya.


Pilihan Ranti jatuh pada Ayana. Dia merasa Ayana cocok menjadi Kakak iparnya. Gadis itu tidak jauh beda dengan Nandira, hanya saja Ayana tidak polos kalau Nandira masih terlalu polos. Ayana bisa dewasa dan bisa menyesuaikan lingkungan serta yang pasti berisik sekali dan sangat cocok dengan kepribadian Mars yang dingin dan cuek bebek itu.


"Ranti." Mars menghampiri meja mereka berdua.


"Ehhhh Kakak." Ranti berdiri menyambut Kakak nya itu "Calon suami.." Hendak memeluk Ivan tapi Mars lebih dulu menarik baju adik nya


"Jangan genit." Tatapnya tajam


"Kakak." Kesal Ranti mengerucutkan bibirnya kesal.


Ayana ikut berdiri menyambut kedatangan dua pria yang sedari tadi mereka tunggu.


"Selamat siang Ayang ehh salah selamat siang Tuan Mars." Ayana menepuk bibirnya ketika salah ucap sambil tersenyum cenggesan.

__ADS_1


"Cie Ayang, cieeeeeee." Ledek Ranti.


"Minta kartu Blackcard Kakak." Ancam Mars menengadahkan tangannya.


"Heheh tidak jadi. Ayo Kakak ku tertampan silahkan duduk Kak." Sambil menuntun Mars duduk. Mars duduk dengan wajah kesalnya.


"Ayo calon suami duduk." Ranti menarik tangan Ivan agar pria itu duduk. Ivan tak sempat menolak karena Ranti sudah menarik nya.


Mars menatap Ayana dari ujung kaki sampai ujung rambut. Kenapa gadis itu malah lebih cantik dari pada di fotonya? Dandanan sederhana dan natural itu pas dengan paras wajah Ayana.


"Ehem, jangan terus dilirik Kak. Nanti malah jatuh cinta." Sindir Ranti sambil cekikikan pelan.


"Mimpi." Kilahnya.


Ayana tak menanggapi. Bagaimana bisa dia membuka hati dan membuat pria ini jatuh cinta padanya? Sementara dimana mereka bertemu selalu saja berdebat satu sama lain.


"Calon suami ayo silahkan dimakan." Ranti menambahkan beberapa menu dipiring Ivan sambil tersenyum malu.


"Terima kasih Ranti." Ivan malah tidak enak. Dia dan Ranti terlalu banyak perbedaan.


"Ehem, Tuan bagaimana apakah aku sudah cantik hari ini?." Ayana mengedipkan matanya jahil sambil menggoda pria itu.


"Biasa saja." Ketus Mars sambil memasukkan makanan didalam mulutnya. Padahal hatinya berkata lain.


Ayana mendengus kesal. Kata Ranti Kakak nya pasti akan terpesona kenapa respon pria itu biasa saja.


"Tenag saja Na. Kalau Kakakku tidak menyukai mu kan masih ada Tuan Aris, siapa tahu dia membalas cintamu." Celetuk Ranti santai.


Mars menatap adiknya tajam. Tanpa sadar pria itu mencengkram sendok ditangan nya dengan kuat. Kenapa hatinya panas ya?


**Bersambung.....


Haiiii para kesayangan otor...


Mohon maaf baru update... Tadi mati lampu karena kita pake orbit yang harus disambungkan dengan listrik jadi otor gak update tadi.....


Okehhh makasih buat kalian semua....


Dinikahi Crazy Rich


Love Me Please


Benang kusut di pernikahan ku......


Siapa yang kangen Anara sama Aris???


Siapa juga yg kangen sama kepolosan kedua pasutri???


Okehhh yuk ikutin terus kisah mereka ya para cintaku.... love u love u**...

__ADS_1


__ADS_2