Cinta Manis Sang Presdir

Cinta Manis Sang Presdir
Ciuman pertama


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹


Keluarga Nandira menerima dengan baik kedatangan Nathan. Meski harus melewati beberapa pertanyaan dari Namsin dan Wati akhirnya Nathan berhasil menyakinkan kedua mertuanya bahwa dia sungguh mencintai Nandira.


Semua hutang keluarga Nandira juga dilunasi oleh Nathan. Asset-asset seperti kebun dan sawah dikembalikan kepada keluarga Nandira. Nathan juga menyiapkan segala sesuatunya untuk mertua dan adik iparnya.


Meski sempat ditolak oleh Namsin namun Nathan berhasil membujuk dan merayu bahwa yang dia lakukan karena dia tidak mau mertua nya hidup kekurangan.


Paman Sam bersama beberapa pengawal dan bodyguard yang bertugas menjaga Nandira dan Nathan, kembali lebih dulu ke kota. Karena Nathan tidak mau Ayah mertua dan Ibu mertuanya merasa tak nyaman dengan kehadiran anak buahnya.


Aris tetap setia menunggu. Asisten setia itu turut bahagia melihat kebahagiaan Tuan-nya. Aris bersyukur Nathan menyadari perasaan nya lebih dulu sebelum terlambat dan sebelum Nandira menjadi milik orang lain.


"Mas, bangun". Nandira membuka jendela orden kamarnya.


Nathan mengeliat dibalik selimut tipis kamar Nandira. Pria itu merasakan badannya pegal-pegal karena tempat tidur Nandira sangat kecil.


"Mas". Nandira duduk dibibir ranjang "Sudah pagi, ayo bangun. Aku sudah siapkan sarapan untuk Mas". Ujarnya


Nathan duduk sambil mengumpulkan nyawanya. Wajah bantalnya membuat nya terlihat begitu lebih tampan dari biasanya.


"Jam berapa?".


"Jam tujuh Mas". Sambil melipat selimut sang suami "Aku sudah siapkan air panas untuk Mas mandi. Nanti mandi nya di kamar mandi dapur saja ya. Maaf ya Mas disini hanya ada satu kamar mandi". Ujar Nandira "Tapi bersih kok Mas, Mas tidak perlu takut ada bakteri". Tuturnya lagi.


Nathan tersenyum hangat. Dia menarik gadis itu hingga jatuh kedalam pelukan nya.


"Mas". Nandira terkejut bukan main.


"Selamat pagi sayang. Morning kiss nya mana?". Nathan menyelipkan anak rambut Nandira. Meski gadis kampung tapi Nandira sungguh lah cantik bak boneka Barbie.


"Morning kiss?". Kening Nandira berkerut heran, dia berada diatas dada suaminya "Morning kiss itu apa?". Gadis itu tampak berpikir keras "Morning itu pagi, kiss itu ciuman. Apa ciuman pagi Mas?". Tanyanya polos.


Nathan ngakak apalagi melihat wajah bingung istrinya yang justru terlihat begitu menggemaskan. Rambut Nandira yang sebahu serta poni yang bertengger membuatnya terlihat manis sekali pagi ini.


"Iya sayang".


Cup cup cup cup cup cup.


"Mass geli...". Nandira tertawa lepas


"Habisnya kau ini menggemaskan sekali sihh, ciuman pagi saja tidak tahu". Ujar Nathan menciumi wajah istrinya.

__ADS_1


"Hahaha, Mas hentikan". Nandira berusaha menghindari tapi Nathan sudah mengunci tubuh gadis itu.


"Bolehkah cium disini?". Sambil mengusap bibir merah muda Nandira.


"Boleh Mas". Dengan polos nya gadis itu mengangguk "Ehhh Mas mau apa?". Nandira menahan dada suaminya


"Katanya boleh cium?". Kening Nathan berkerut heran sambil geleng-geleng kepala.


"Apa tidak jijik Mas, aku belum gosok gigi. Mas juga belum?". Seru Nandira.


Nathan kembali ngakak. Astaga, kenapa gadis ini polos sekali sih? Seperti nya Nathan harus bersabar untuk mengajari istrinya. Boro-boro bercinta masalah ciuman saja urusannya panjang kali lebar kali tinggi seperti ini.


"Tidak sayang". Sambil menyelipkan anak rambut Nandira "Cukup pejamkan matamu dan biar aku yang bermain. Buka mulutmu ya?". Ujarnya lagi.


"Iya Mas". Sahut gadis itu menurut.


Nathan mengecup bibir Nandira. Gadis itu benar-benar memejamkan matanya. Dia membuka mulut nya dengan polos. Nathan tak menyia-nyiakan kesempatan itu dia bermain sepuasnya dibibir Nandira.


Gadis itu benar-benar hanya diam tidak membalas tidak juga menolak. Dia bahkan tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


Nathan melepaskan panggutan bibirnya. Dia mengusap bibir istrinya yang basah akibat ulahnya.


"Bagaimana?". Dia menatap wajah Nandira yang memerah.


Entah kenapa Nathan merasa senang mendengar jika ini ciuman pertama istrinya. Sebagai lelaki yang menginginkan wanita baik-baik tentu dia bangga karena Nandira bisa menjaga diri dan menyerahkan dirinya sepenuhnya untuk suaminya.


"Mau lagi?". Nathan tersenyum devil.


"Boleh dehh Mas sekali lagi". Sahut Nandira mengangguk.


Nathan rasanya Ingin guling-guling dikasur sambil tertawa lepas. Bisa jadi keuntungan tersendiri untuknya mengerjai istri polosnya itu.


Kembali pria itu ******* bibir istrinya. Seperti tadi Nandira membuka mulutnya tanpa ada perlawanan. Matanya terpejam. Membiarkan Nathan mengakses rongga mulutnya.


Nathan melepaskan ciumannya setelah dia merasakan Nandira mulai kekurangan oksigen.


"Mas kok rasanya kayak sudah bernafas ya?". Tanyanya.


"Pertama-tama begitu. Tapi nanti tidak lagi".


Nandira turun dari atas tubuh suaminya. Dia memperbaiki penampilan nya yang sedikit berantakan akibat ulah Nathan. Tak bisa Nandira bohongi jika berciuman itu nikmat. Dia belum pernah. Bahkan mendengar cerita saja tidak pernah.

__ADS_1


"Mas mau mandi?". Nandira mengeluarkan pakaian suaminya didalam koper.


"Iya setelah mandi baru kita sarapan. Kau juga belum mandi kan?".


"Iya Mas belum". Jawab Nandira menyiapkan pakaian suaminya.


"Bagaimana kalau kita mandi berdua?". Tawar Nathan tersenyum devil.


"Kamar mandi nya kecil Mas. Tidak muat kita berdua. Mas mandi duluan saja. Nanti aku menyusul". Jawab Nandira.


Nathan mendengus kesal. Habis sudah angan-angan nya untuk mandi berduaan dengan istrinya. Seperti nya Nathan perlu merenovasi rumah mertuanya ini. Membuat kamar mandi yang baru dan yang lebih besar dari ini.


Nathan membulatkan matanya menatap kamar mandi kecil dirumah istrinya. Dia pikir ada buth up disana ternyata hanya ada baskom besar yang berisi air. Ada ember kecil juga berisi air panas yang disiapkan Nandira untuk suaminya.


Nathan berjinjit seolah tak mau menginjak lantai kamar mandi itu padahal lantainya bersih karena Hellena pagi-pagi sudah membersihkan kamar mandinya.


"Sudah mandi nya Mas?". Tanya Nandira ketika suaminya masuk kedalam kamar.


"Sudah". Sahut Nathan.


"Itu pakaian mu Mas. Aku mandi dulu. Baru kita sarapan. Ayah dan Bunda sudah menunggu di meja makan". Imbuhnya.


"Iya sayang". Nathan memaksakan senyum.


Pria itu mengambil pakaian yang disediakan istrinya. Kamar Nandira memang tidak besar. Tapi kamar ini rapih dan bersih. Seperti nya Nandira ini memang gadis yang rapih dan rajin.


Nathan menatap piala-piala Nandira yang berjejer rapih diatas lemari. Dia tidak menyangka jika istri polosnya itu juga berprestasi.


"Bagaimana jika aku daftarkan Dira kuliah? Sayang bakatnya di sia-siakan". Gumamnya


Ada banyak kejutan yang Nathan tidak tahu tentang kehidupan Nandira. Keluarga istri nya itu hangat dan ramah. Nathan bahagia diterima ditengah keluarga ini. Setidaknya dia merasa memiliki keluarga lagi.


"Dad. Mom. Sekarang aku sudah bahagia bersama istriku. Semoga kebahagiaan ini tidak berlalu begitu saja". Gumamnya sambil menyisir rambutnya.


Nandira masuk kedalam kamar dengan pakaian lengkap. Tadi dia memang membawa pakaian ke kamar mandi.


"Kau lucu sekali memakai baju itu. Apa tidak bawa baju?". Ujar Nathan menatap istrinya yang memakai celana pendek sampai lutut dan baju yang kedodoran.


"Iya Mas. Aku tidak sempat kembali ke rumah. Tapi pakaian ku disini masih banyak kok". Sahut Nandira memperbaiki bajunya.


"Ya sudah ayo sarapan sudah ditunggu yang lainnya". Ajak Nandira

__ADS_1


"Ayo sayang". Sambil mengandeng tangan Nandira.


Bersambung......


__ADS_2