
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
“Mas biar aku suapin?” Tawar Nandira.
Wajah Nathan langsung berubah tadinya yang dingin dan datar tanpa ekspresi menjadi sumringgah.
“Iya sayang.” Pria itu menghadap kearah istrinya
Aris dan Anara menggeleng saja sambil tersenyum kesem-kesem. Keduanya memang tak malu mengumbar kemesraan didepan banyak orang.
“Mas lapar?” Nathan mengangguk dengan antusias, dia menatap istrinya tak berkedip.
“Sangat lapar sayang.”
Nathan paling suka yang namanya disuapi Nandira. Dimanja-manja seperti itu membuatnya merasa memiliki Ibu kembali. Nandira memang bukan sosok dewasa tapi Nandira adalah sosok polos yang memperlakukan Nathan seperti anak kecil. Sehingga Nathan merasakan hatinya sangat tersentuh oleh perlakukan istri kecilnya.
Aris dan Anara menjadi penonton saja. Terkadang iri juga dengan kemesraan dua orang itu.
‘Mereka tampak bahagia? Kenapa aku jadi ingat mantan tunanganku.’ Batin Anara.
“Apa kau mau aku suapi juga?” Bisik Aris menggoda ketika melihat Anara yang melamun.
Anara terkejut, wajahnya langsung merah merona “Arissssss.” Gadis itu menjadi salah tingkah sendiri.
Setelah makan siang bersama Nathan membawa istrinya pulang. Dia tidak mau lagi berlama-lama disini bisa jenggah dia nanti kalau Nandira lebih akrab dengan Anara dan Aris.
“Sayang kita langsung pulang saja ya?” Nathan mengusap rambut panjang istrinya “Bagaimana kabarnya hari ini? Apa dia baik-baik saja?” mengusap perut rata istrinya “Aku tak sabar menanti kelahirannya nanti.” Ucapnya
“Dia baik-baik saja Mas. Aku juga tidak sabar, wajahnya pasti mirip aku.” Seru Nandira, tak sabar dia akan melahirkan buah cinta mereka nantinya.
“Mana bisa begitu wajahnya harus mirip aku! Aku yang bekerja keras malam hari.” Bantah Nathan tak rela jika anaknya akan mirip dengan wajah sang istri
“Kan aku yang menggandungnya Mas.” Ujar Nandira
“Tapi kalau si adikku tidak memasukimu kau tidak akan bisa hamil sayang.” Nathan tetap tak mau kalah
“Kalau tidak ada aku, Mas juga tidak akan bisa masuk.” Seloroh Nandira.
__ADS_1
Aris yang duduk dibangku depan menelan salivanya kasar. Kedua orang ini sudah biasa membicarakan hal vulgar didepannya. Meski tak asing namun Aris tetap saja kikuk dan merasa tak nyaman. Sungguh aneh sekali kedua orang ini tidak ada malu-malunya membahas masalah ranjang.
Keduanya malah asyik berdebat dan Aris menjadi pendengar saja sambil focus menyetir dengan pelan. Sebab Nathan bisa mengamuk jika membawa mobil terlalu kencang takut jika istrinya nanti malah kesakitan perutnya.
“Sayang biar aku gendong.” Nathan menyelipkan tangannya disela kedua kaki Nandira
“Tapi aku berat Mas.”
“Mas kuat. Kau tidak boleh lelah.” Nathan mengangkat tubuh wanita itu dan menggendongnya
“Ris, kembalilah ke kantor persiapkan semua data meeting besok.” Tintahnya
“Baik Tuan.” Aris membungkuk hormat.
Aris menggeleng saja melihat Nathan yang menggendong Nandira dengan tangan Nandira yang melingkar dileher sang suami. Keduanya tampak seperti penggantin baru saja. Padahal sebentar lagi sah menjadi orangtua.
“Kadang mereka menggemaskan dan aneh tapi kadang mereka juga memberi pelajaran bahwa kalau bertemu orang yang tepat itu pasti akan merasa sebahagia Tuan Nathan dan Nona Nandira.” Gumam Aris.
Pria itu kembali masuk kedalam mobil dan melanjutkan pekerjaan Nathan yang menumpuk dikantor. Akibat memiliki Boss yang sedang bucin membuatnya harus menjadi korban.
“Untung digaji kalau tidak mending aku ajak Nara jalan-jalan.” Aris tersenyum sambil geleng-geleng kepala
“Kira-kira kalau aku lamar Nara, apa dia akan menerima lamaranku ya? Hubungan kami masih baru. Aku takut Nara malah menolakku.” Aris menghela nafas panjang “Aku tahu jika Nara masih memikirkan mantan tuangannya. Ternyata tak segampang yang aku pikirkan, kupikir Nara akan mudah menerimaku.” Aris mendesah pelan, mencintai seseorang yang masih terjebak dengan masa lalunya itu sangat sulit. Begitulah yang dirasakan oleh Aris.
Mey turun dari pesawat bersama suami dan kedua anaknya. Ketika mendengar kehamilan sang Kakak ipar dia langsung terbang ke Indonesia karena dia tidak mau melewatkan moment bahagia Kakak iparnya itu.
“Sabar sayang.” Tio geleng-geleng kepala “Apa kau sudah mengatakan pada Nathan kalau kita pulang ke Indonesia?” Sambil menyeret koper ditanganya.
“Aku sudah tidak sabar bertemu Dira sayang. Ahhh tidak sia-sia usaha Kak Aris. Akhirnya kecebong Mas Nathan akan menetes.” Wanita itu sambil ngakak dan tertawa lebar “Dan aku sengaja tidak memberitahu Mas Nathan bahwa aku akan pulang ke Indonesia. Aku ingin memberi kejutan pada mereka berdua.” Seru Mey.
“Memangnya kecebong itu apa Mom?” Tanya Alex yang menggandeng tangan Tio. Sedangkan Aurel menggandeng tangan Mey.
Mey menggaruk tengguknya “Hem, itu sayang bayi kecil.” Jawabnya asal
“Wahhh apa kami akan punya adik kecil Mom?” sambung Aurel
“Iya sayang, kalian akan punya adik kecil dan itu anaknya Uncle Nathan dan Aunty Dira.” Seru Mey sambil tersenyum sumringgah.
__ADS_1
Sedangkan Tio hanya mendengarkan sambil tersenyum mendengar percakapan ketiga orang itu. Dia sempat kaget ketika Mey mengajaknya pulang ke Indonesia.
Mereka masuk kedalam mobil taksi yang sudah dipesan Mey dan dia sengaja tidak minta jemput Aris karena dia ingin memberi Kakaknya kejutan dengan kedatangannya.
Hingga mobil yang membawa mereka masuk kedalam gerbang Mansion mewah Nathan. Mey sudah tersenyum sumringgah sungguh dia benar-benar tak sabar bertemu dengan Kakak iparnya itu.
“Selamat datang, Tuan dan Nyonya.” Sapa para pelayan yang langsung menyambut kedatangan mereka
“Terima kasih Bik.” Sahut Tio
“Bik Kak Nathan dan Dira dimana?” Tanya Mey
“Mereka ada didalam Nyonya.” Sahut Bik Yum kepala pelayan disini.
Mereka masuk dan koper mereka dibaw oleh para pelayan laki-laki masuk kedalam Mansion mewah kediaman Nathan itu.
“Kak Nathan.”
“Mey.” Gumam Nathan “Kau, kapan kau datang?” Pria itu langsung menyambut adik dan suami adiknya
“Baru saja Kak.” Sahut Mey “Dimana Kakak Ipar?” Mey celinggak-celingguk mencari keberadaan Nandira.
"Ck bukannya menanyakan kabar Kakak dulu." Nathan memutar bola matanya malas.
"Kakak kan baik-baik saja. Kenapa harus aku tanyakan?" Cetus Mey.
"Tan."
"Tio." Keduany saling bersalaman
Tio dan Nathan adalah sahabat sejak duduk dibangku sekolah menengah atas. Namun saat lulus keduanya kuliah ditempat yang berbeda. Tio mengambil ilmu kedokteran di Harvard University, sedangkan Nathan menetap di Indonesia dan mengambil ilmu bisnis di Universitas Indonesia
Bersambung........
Makasih buat yang udah ikutin....
Siapa nih yang kangen Mars dan Ayana. Ayo kita liat kisah mereka lagi...
__ADS_1
Love U love U guys..........
Jangan lupa dukungan buat author. Mon maaf belum bisa update banyak karena hp author sedang rusak dan bermasalah. Ini aja pinjam hp Mama. Hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks.