
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Mars melangkah dengan wajah kesalnya. Perutnya yang tadi lapar jadi tidak berselera.
Langkah kaki pria itu terhenti saat melihat Nathan membuka pintu mobil untuk Nandira istrinya. Dan Nandira membalas dengan senyuman dan tatapan cinta yang tak pernah Mars lihat selama ini.
"Tuan". Ivan ngos-ngosan mengejar Mars. Nafasnya tersengal-sengal.
Ivan ikut melihat Nathan masuk kedalam mobil. Dalam hati Ivan juga masih bertanya-tanya tentang hubungan Nathan dan Nandira.
"Silahkan Tuan". Ivan membuka pintu mobil.
Mars masuk dengan wajah yang masih kesal. Dia membuka jas nya dan melemparnya asal. Pria itu menggulung kemeja nya sampai siku. Mood nya hari ini benar-benar kacau balau.
"Ivan kita langsung pulang". Tintah Mars.
"Tapi Tuan_".
"Aku Boss nya Ivan". Mars menatap Ivan tajam "Batalkan semua meeting. Ganti saja semua kerugian mereka. Aku sedang tidak mood kembali ke kantor". Tatapnya tajam
"B-baik Tuan". Ivan kikuk dan melaksanakan saja perintah Mars.
Mars melipat kedua tangannya didada. Kesal. Geram. Gemes.
Dia baru patah hati karena tahu kalau Nandira istri Nathan. Hatinya remuk redam bak ditikam oleh ribuan pisau. Dan tadi kenapa gadis itu sampai bisa menciumnya.
"Arghhh sial...". Umpat Mars mengusar wajahnya kasar.
"Anda baik-baik saja Tuan?". Ivan melirik Mars yang tampak frustasi.
"Iya". Ketus Mars malas.
"Ck, dasar gadis sialan. Berani-berani nya dia menciumku didepan banyak orang". Geram Mars dalam hati mengepalkan tangan nya kuat.
Bayangan Ayana masih terngiang dikepala pria itu. Sialnya lagi jantungnya berdegup kencang saat mengingat ciuman mereka itu. Ini bukan pertama kalinya Mars ciuman, tapi kenapa begitu membuat jantungnya berdebar tak karuan.
"Kenapa bayangan gadis itu tidak bisa hilang dari pikiran ku? Sial". Beberapa kali pria itu mengusap wajahnya frustasi.
Ivan melirik Mars yang tampak frustasi di belakang nya. Asisten itu ingin bertanya tapi takut jika Mars malah marah dan mengamuk nanti. Maklum Mars itu bisa berubah-ubah seperti bunglon.
"Van, kembalilah ke kantor. Kerjakan semua pekerjaan. Jangan kembali sebelum selesai. Dan jangan menelpon jika ada urusan karena aku sedang tak ingin bicara dan jangan mengirim pesan karena aku tidak suka membaca". Tintahnya menutup pintu mobil dengan kasar.
__ADS_1
Brakkkkkkkkkkk
Ivan berjingkrak kaget sambil mengelus dadanya sabar.
"Dia seperti pria patah hati saja". Ivan geleng-geleng kepala.
Ivan kembali melanjutkan perjalanan nya menuju kantor. Sudah resiko memiliki Boss yang mood'an.
Ivan memarkir mobilnya. Sejenak pria itu menangkap bayangan mobil Nathan yang berhenti di lobby dan Nandira keluar dari mobil mewahnya.
"Sebenarnya mereka ada hubungan apa sih? Kenapa menempel seperti pasangan suami istri?". Gumam Ivan terdengar seperti tak suka.
Ivan keluar dari mobil. Dia sampai melupakan Ranti pulang dengan siapa, lihat saja nanti pasti gadis itu akan ceramah dan mengomel panjang kali lebar kali tinggi.
"Ra".
"Ehhh Mas Ivan". Sapa Nandira saat bertemu Ivan di lift.
"Baru selesai makan siang?". Sambil menekan tombol lift
"Iya Mas". Sahut Nandira "Tuan Mars kemana? Tidak kelihatan!!". Sambung Nandira yang dari tadi tidak melihat Mars.
"Tuan istirahat dirumah kurang enak badan". Sahut Ivan asal. Dia melirik Nandira, Apakah gadis itu akan khawatir jika tahu Mars kurang sehat?
"Ra". Panggil Ivan sekali lagi.
"Iya Mas kenapa?". Sambil menenteng tas kecilnya.
"Sebenarnya kau memiliki hubungan apa dengan Tuan Nathan? Kalian akrab sekali seperti pasangan suami istri?". Tanya Ivan yang tak mampu membendung rasa penasarannya. Dari kemarin dia menanyakan hubungan Nathan dan Nandira. Namun belum sempat dijawab gadis itu
Nandira terkekeh pelan "Tentu saja aku akrab dengan Mas Nathan, Mas. Dia kan suamiku". Jawab Nandira jujur apa adanya.
Nathan terkejut. Pria itu bahkan menatap Nandira tak percaya.
"Suami? Sejak kapan kau menikah?". Ujar Ivan. Diluar nalar memang
"Empat bulan yang lalu Mas". Jawab Nandira tersenyum hangat setiap kali mengingat wajah tampan Nathan dia suka salah tingkah sendiri.
Dan Ivan tak menyangka jika Nandira adalah istri Nathan. Bagaimana bisa kapan Nathan dan Nandira menikah? Tidak ada pemberitaan nya di media sosial. Memang beberapa bulan yang lalu Nathan sempat dikabarkan menikah secara diam-diam. Namun tak ada media yang berani mengungkapkan jika istri Nathan adalah Nandira.
"Apa Tuan sudah tahu jika Dira adalah istri Tuan Nathan? Pantas saja wajahnya kesal begitu!!". Batin Ivan
__ADS_1
"Apa Tuan Mars sudah tahu?".
Nandira mengangguk "Sudah Mas". Jawab gadis itu.
Ivan menghela nafas panjang. Sudah pasti Tuan nya itu patah hati. Meski Mars tidak bilang jika dia menyukai Nandira tapi Ivan bisa lihat dari gerak-gerik Mars jika dia menyukai gadis tersebut.
.
.
.
.
Mars masuk kedalam kamarnya dengan wajah merah padam seperti naik pitam.
Pria itu melempar jas nya asal. Lalu berhambur kearah kamar mandi. Tubuhnya bau akibat makanan yang menempel dibajunya. Kemeja putih itu juga terlihat ternoda dan pasti akan sangat sulit membersihkan nya.
Mars menguyur tubuhnya dibawah shower. Membiarkan tubuh kekar itu dibersihkan tanpa menyisakan kotoran bekas makanan tadi.
"Sial". Dia lagi-lagi mengumpat "Kenapa aku terbayang-bayang dengan ciuman tadi?". Gumamnya "Gadis itu harus bertanggungjawab. Dia sudah membuatku malu". Mars mengepalkan tangannya dengan kuat.
Setelah membersihkan diri pria itu segera keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian santai.
Mars duduk disoffa sambil menghembuskan nafasnya kasar. Pria itu memijit-mijit pelipisnya yang terasa berdenyut sakit.
"Bagaimana ini? Kenapa bayangan gadis itu masih saja terngiang dikepalamu?". Ujar Mars bernafas panjang.
Bayangan Ayana belum juga menghilang. Bayangan gadis itu mencium bibirnya. Bayangan senyum gadis itu benar-benar melekat dibayangan Mars.
Mars memegang bibirnya bekas ciuman Ayana. Tanpa sadar sudut bibir pria itu tertarik, kenapa dia jadi salah tingkah sendiri? Kenapa hatinya juga berdebar kencang tak seperti biasanya?
"Dasar gadis aneh". Pria itu geleng-geleng kepala ketika mengingat perkataan Ayana.
"Dia masih mengaku karena galau saat menabrakku. Benar-benar polos". Lagi-lagi pria itu hanya menggeleng saja dengan gemesnya.
Mars menatap langit-langit kamarnya. Seketika pria itu teringat kembali pada Nandira. Gadis yang sudah diam-diam mencuri hatinya. Namun gadis yang dengan lantang mematahkan jiwanya.
"Aku tidak menyangka jika Dira adalah istri Nathan. Betapa beruntungnya Nathan memiliki istri seperti Dira". Mars menutup wajahnya dengan tangan kanannya.
"Dimana mereka bertemu? Nathan terlihat begitu mencintai istrinya. Kenapa aku merasa sangat iri? Aku tidak pernah bahagia selama ini. Tidak pernah ada wanita yang bisa membuatku tertarik selain Dira. Namun lagi-lagi semua wanita sama hanya datang untuk mematahkan". Ungkapnya dengan sendu
__ADS_1
Mars mellengang menuju ruang kerjanya. Mana bisa pria itu hanya diam saja. Dia harus tetap melakukan pekerjaan nya dirumah karena itu adalah pekerjaan yang tak pernah membuatnya bosan.
Bersambung....