
Di sebuah hotel mewah yang dekat dengan pantai Alvian dan Rena sedang menikmati bulan madu mereka.
Alvian tampak lelah begitu juga dengan Rena, ia kelihatan lelah sekali.
"Mas, apa kamu masih mikirin Laras?" Rena duduk di sebelah Alvian yang sedang bengong di tepi ranjang tempat tidur.
"Tidak sayang, apa kamu sedang cemburu?" jawab Alvian sambil balik bertanya.
"Aku tidak cemburu mas, aku hanya berpikir kenapa Laras tidak hadir di acara pernikahan kita? Apa dia tidak rela aku menikah denganmu, apa Laras begitu mencintaimu mas?" Rena menyandarkan kepalanya di bahu Alvian.
"Mungkin ia sibuk, sudahlah jangan bahas masalah Laras," jawab Alvian karena tidak mau menyakiti hati Rena.
Alvian dan Rena menatap lekat, kini kedua mata mereka saling bertemu dan keduanya sama-sama melempar senyum bahagia.
"Mas....." Rena dan Alvian saking mendekatkan bibirnya mereka, lalu mereka saling menautkan bibirnya dan mereka saling berciuman dengan mesra.
Sambil berciuman, kedua tangan Alvian membuka satu persatu kancing baju tidur milik Rena.
"Mas kado dari para sahabatmu belum di buka," lirih Rena setelah Alvian melepaskan ciumannya.
__ADS_1
"Biarkan saja! Mas mau buka kamu saja," sahut Alvian dan ia menyusupkan kepalanya di leher jenjang milik Rena. Kini baju tidur Rena sudah terlepas dari tubuhnya.
Alvian sangat bernafsu tapi pakai cinta dan perasaan, Alvian dan Rena sangat bergairah di atas ranjang tempat tidur, kini adegan panas terus berlanjut hingga Alvian mencapai tujuannya dan tanpa lama langsung mengarap milik Rena, hingga keduanya sama-sama mencapai puncaknya.
Malam pertama yang sangat indah, di landasi dengan cinta dan kasih sayang.
Tidak satu kali, mereka kembali melakukannya setelah satu jam istirahat dan pergulatan panas itu kembali mereka lakukan. Milik Rena yang masih segelan dan itu membuat Alvian ketagihan sekali.
****
Davin dan Nara hanya berdua di rumah Alvian, biasanya ada Alvian tapi Alvian sedang menikmati bulan madunya dengan istri barunya.
"Senang, baguslah kalau Kak Daniel sudah menemukan kebahagiaan," sahut Nara yang terus fokus dengan tontonnya.
"Manda itu gadis di masa lalu Daniel, dulu dia sangat mencintai Manda, akhirnya mereka kembali bersama lagi," kata Davin penuh rasa syukur.
Lebih baik Daniel kembali dengan gadis masa lalunya, daripada ia harus terus mengharapkan cinta dari Nara, kan aku tidak rela sama sekali.
"Kamu jangan memikirkan Daniel lagi!" ujar Davin dengan tegas pada Nara, apalagi mereka akan segera menikah.
__ADS_1
"Apa salahnya? Kak Daniel itu tampan, ia baik dan pernah ada di dalam hatiku," goda Nara sengaja membuat Davin marah.
Davin langsung melotot, enak saja Nara mengatakan hal seperti ini. Awas saja nanti jika sudah sah, aku akan cepat-cepat menghamilimu agar kamu tidak bisa macam-macam dengan laki-laki lain, termasuk Daniel.
Sedikitpun aku tidak rela jika Nara melirik laki-laki lain, karena dalam hatinya tidak boleh ada yang lain dan hanya aku saja.
"Jangan puji-puji laki-laki lain! Kamu hanya boleh memuji calon suamimu saja!" protes Davin pada Nara.
Nara hanya tertawa kecil, dasar Davin dari dulu kalau sedang cemburu itu lucu dan sangat menggemaskan sekali, membuat Nara ingin sekali menciuminya tapi Nara tidak mau nanti Davin kesenangan lagi.
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
Mampir yuk kak ke karya teman-teman Asti 🤗
__ADS_1