Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Alvian terbaring lemah


__ADS_3

"Alvian......." teriak Daniel, melihat Alvian terbaring dengan wajah pucat.


"Al, bangun!!"


Daniel terus berusaha membangunkan Alvian tapi Alvian tidak kunjung bangun, membuat Daniel sangat kawatir pada sahabatnya itu.


Daniel melihat ke arah sekeliling, betapa terkejutnya Daniel melihat banyak botol minuman keras. "Dasar b*d*h, pasti Alvian mabuk sudah tahu kamu tidak kuat minum," batin Daniel dalam hatinya.


Tanpa menunggu lama Daniel langsung memanggil bantuan untuk membawa Alvian ke mobilnya, setelah itu Daniel dan Nara langsung pergi membawa Alvian ke rumah sakit.


Di dalam mobil Nara terlihat panik, melihat wajah sang bos begitu pucat membuat Nara juga takut.


"Dia terlalu banyak minum padahal dia tahu kalau dia tidak bisa minum banyak," Daniel berdecak kesal. Entah ada masalah apa pada sahabatnya ini? Sampai-sampai Daniel tidak tahu dan tidak ada di sampingnya saat Alvian mungkin sedang butuh teman.


"Wajahnya pucat sekali kak, aku takut Bos Alvian kenapa-kenapa," kata Nara tatapan matanya begitu kawatir.


"Mudah-mudahan saja dia tidak apa-apa," sahut Daniel yang merasa sangat kawatir dalam hatinya.


"Apa ini gara-gara Laras? Laras kenapa kamu tidak mau melihat Alvian yang begitu tulus mencintaimu?" batin Daniel dalam hatinya.


Sesampainya di rumah sakit Alvian langsung di bawa oleh para suster untuk melakukan pemeriksaan, sedangkan Daniel dan Nara duduk di ruang tunggu dengan perasaan yang sama-sama kawatir.


Tiba-tiba ponsel milik Daniel berbunyi, Daniel merogok saku celananya lalu melihat ponsel miliknya ternyata ada pesan dari Laras.


"Daniel, nanti pergi makan siang bersama ya! Aku tunggu!"


Membaca pesan dari Laras, Daniel mendengus kesal dan enggan membalas pesan dari Laras itu.


Di kantor sambil berkerja Laras tampak gelisah, biasanya Daniel langsung membalas pesannya tapi ini sudah setengah jam berlalu tidak ada balasan dari Daniel.

__ADS_1


"Daniel kemana?"


"Kenapa, dia tidak membalas pesanku?"


"Daniel, apa aku telpon saja? Iya aku telpon saja!"


Laras akhirnya menelpon Daniel, tapi Daniel lagi-lagi enggan mengangkat telpon Laras.


Laras berdecak kesal, sungguh betapa kesalnya pada Daniel yang sedang tidak tahu kenapa? "Apa Daniel sedang bersama Nara? Awas saja kamu Nara, jika kamu mendekati Daniel atau merebut Daniel dariku," batin Laras tidak terima.


*****


Davin yang baru saja selesai dengan meeting dia membuka ponselnya, lalu Davin membaca pesan dari Daniel.


"Vin, ke rumah sakit sekarang! Alvian sedang di rawat dirumah sakit!"


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Davin sampai di rumah sakit, Davin langsung buru-buru mencari Daniel dan akhirnya menemukan Nara yang sedang duduk sendirian di ruang tunggu.


"Gadis kampung, mana Daniel?" tanya Davin tiba-tiba bahkan Davin langsung duduk di sebelah Nara tanpa permisi.


"Kak Daniel sedang menemui Dokter, kita tunggu saja!" Sahut Nara dengan malas, apalagi mengingat kejadian waktu itu membuat Nara kesal pada Davin.


Davin melihat ke arah Nara, lalu dia menatap Nara dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Ternyata gadis kampung ini cantik juga," puji Davin dalam hatinya.


"Gadis kampung, apa terjadi pada Al?" tanya Davin, yang selalu saja menyebut Nara dengan sebutan gadis kampung.


"Aku punya nama, dasar cecungguk!" Nara tidak terima, dia terlihat semakin kesal.

__ADS_1


"Aku lupa dengan namamu, jawab apa yang terjadi pada Al?" Davin malah tersenyum kecil, sungguh membuat Nara semakin kesal.


Nara menceritakan kejadian di Apartemen tadi pada Davin, membuat Davin mengangguk paham.


"Al, sudah tahu kamu bukan aku yang jago minum, apa kamu itu cari mati." Celetuk Davin, dia kawatir pada Alvian tapi juga kesal dengan Alvian.


Setelah berbicara dengan Dokter dan mengetahui kondisi Alvian baik-baik saja, Daniel rasanya sangat lega hanya saja Alvian harus di rawat di rumah sakit sampai Alvian pulih.


Daniel keluar dari ruangan Dokter, lalu dia duduk di sebelah Nara, kini posisi Nara berada di tengah-tengah kedua laki-laki tampan.


"Bagaimana kak?" tanya Nara.


"Iya, bagaimana Nil?" sambung Davin.


"Alvian harus di rawat dirumah sakit, karena minum terlalu banyak," jawab Daniel dengan raut wajah lemas.


Daniel dan Nara mengangguk paham, lalu mereka sama-sama masuk ke dalam ruang rawat Alvian.


Mereka melihat Alvian terbaring lemah, sungguh rasanya tidak tega sekali, hanya karena seorang Laras yang tidak pernah perduli akan cintanya Alvian sampai menyakiti dirinya sendiri.


"Al, tidak biasanya dia seperti ini." Kata Davin, tatapan matanya begitu dalam pada Alvian yang sedang terbaring lemah.


"Iya Vin, aku juga tidak tahu." Jawab Daniel, kini Daniel duduk di sofa.


Nara dan Davin juga melakukan hal yang sama, kini mereka bertiga dengan kompak menjaga Alvian dirumah sakit.


BERSAMBUNG 🤗


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2