Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Ada yang sedih & ada yang bahagia


__ADS_3

Malam yang begitu terang bulan dan penuh dengan bintang-bintang yang menghiasi langit malam ini membuat suasana hati Davin cukup nyaman.


Ia mengajak Nara ke taman kota untuk jajan sekalian mencari angin segar di malam hari.


Davin dan Nara duduk di bawa pohon yang rindang, mereka berdua makan bakso pedas sambil minum es jeruk. Rasanya enak sekali di malam-malam seperti ini menikmati malam berdua bersama dengan calon istri.


"Sayang, apa kamu masih ada perasaan untuk Daniel?" tanya Davin curiga.


"Tidak, kenapa kamu menanyakan itu? Bukankah sudah aku jawab aku mencintaimu bukan Kak Daniel," jawab Nara seraya menyedot es jeruknya.


"Aku hanya memastikan saja," ujar Davin dengan jujur.


"Vin, pernikahan itu bukan untuk main-main, aku juga tidak akan mencintai dua laki-laki di dunia ini," pungkas Nara, ia melihat sorot mata Davin penuh dengan kecurigaan. Wajar saja sih, kan Daniel masih berharap pada Nara.


Davin tersenyum sumringah, lalu dengan lembut ia mencium pipi Nara. "Kamu hanya boleh mencintaiku saja untuk selamanya," pintanya pada Nara .


"Iyalah, memangnya aku mau mencintai siapa lagi? Lagian juga sebentar lagi kita akan segera menjadi suami-istri," tegas Nara pada Davin.


Davin dan Nara kembali menikmati makanannya dengan penuh kenikmatan, rasanya lega sekali karena wanita yang akan di nikahinya hanya mencintai Davin seorang.

__ADS_1


****


Rena dan Alvian ada di rumah Alvian, mereka duduk di atas genteng, malam yang begitu indah ini di nikmati oleh mereka berdua. Tapi ada-ada saja pacaran saja di atas genteng, mungkin biar tidak ada yang tahu.


"Al, apa wanita itu yang sudah membuat kamu susah move-on selama ini?" tanya Rena, mengingat kejadian siang tadi yang membuat hatinya cukup cemburu.


"Laras maksudnya. Sayang, aku sudah tidak mencintainya lagi, hatiku hanya milikmu dan minggu depan kita akan menikah. Apa kamu meragukan cintaku?" tatapan mata Alvian begitu dalam pada Rena.


Rena terdiam, apakah cemburuku berlebihan? Bahkan aku meragukan calon suamiku sendiri, Rena ingat Alvian hanya mencintaimu saja! Rena menyakinkan hatinya sendiri.


"Aku tidak pernah meragukan cintamu, hanya saja aku tidak mau suatu saat cintamu di bagi-bagi, karena aku ingin menjadi wanita satu-satunya dalam hidupmu untuk selamanya." Rena membalas tatapan mata Alvian dengan tulus.


Alvian tersenyum kecil, saat ia mengajak Rena untuk menikah, saat itu juga Alvian yakin kalau Rena adalah wanita terbaik dan Laras hanya bagian dari masa lalunya. Jika ia saat ini muncul kembali, Alvian hanya menganggapnya sebagai cobaan menjelang pernikahannya dengan Rena .


****


Di saat para sejoli lainya sedang menikmati kebahagiaan mereka masing-masing, di sisi lain ada hati yang terluka dan belum ada obatnya.


Daniel hanya diam sambil memegang gelas yang berisi minuman memabukkan, malam ini ia tampak kacau, tidak seperti Daniel yang biasanya.

__ADS_1


"Nar, aku mencintaimu, kenapa harus Davin?" lirih Daniel yang sudah agak mabuk, dan lagi-lagi meminum minuman haram itu.


"Kenapa kamu tidak memilih aku?"


"Aku lebih dulu mencintaimu," tak berhenti Daniel berceloteh dan ia hendak minum lagi, namun belum sempat meminum minuman haram itu tiba-tiba tangannya di pegang oleh seseorang.


Daniel menoleh ke seseorang itu, ia menatapnya dalam diam.


"Hanya karena seorang wanita, kamu menjadi gila Dan," kata seorang itu pada Daniel.


"Kamuuu......"


Daniel tampak lunglai, tiba-tiba ia tertawa kecil melihat seorang itu.


"Sudah, jangan minum lagi!" larangnya dengan sinis.


"Ini benaran kamu," ujar Daniel lunglai.


Entah siapa yang datang?

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2