Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Gadis lain untuk Al


__ADS_3

Malam menunjukkan pukul 7 malam, Davin dan Nara sedang bergegas untuk pulang ke rumahnya Alvian, namun sebelum mereka pulang Davin mengajak Alvian ke tempat biasanya mereka nongkrong.


"Vin, kita mau kemana?"


"Al, sudah aku katakan, aku ingin mengenalkanmu dengan temanku."


Davin sambil menyetir ia fokus dengan jalanan yang malam ini agak macet, dan Alvian duduk di jok belakang dengan raut wajah yang masih agak galau, sedangkan Nara duduk di jok sebelah Davin.


"Nara," panggil Alvian dengan nada lembut.


Mendengar nada lembut Alvian saat memanggil Nara yang saat ini sudah sah menjadi kekasihnya, hati Davin agak meronta-ronta tidak rela. "Suaranya begitu lemah lembut, padahal biasanya tidak seperti ini," gumam Davin dalam hatinya.


"Iya bos?" dengan nada lembut juga Nara menyahuti panggilan dari Alvian.


Hati Davin semakin meronta-ronta, bagaimana bisa Nara berbicara dengan laki-laki lain dengan nada selembut ini? Padahal saat berbicara padanya Nara cukup ketus dan galak, Davin semakin terlihat cemburu padahal Alvian tidak melakukan apa-apa, ia hanya ingin mengajak Nara mengobrol saja.


"Nar, kamu kan sudah mengenal Laras cukup lama, menurutmu Laras itu orangnya bagaimana?" tanya Alvian, membuat Nara menelan ludahnya dengan kasar.


"Dia sangat baik bos, waktu pertama kali aku kesini, dia juga yang memberikan tumpangan untukku, ya pokoknya dia gadis yang baik, hanya saja dia terlalu terobsesi dengan apa yang ada di perasaannya dia saat ini," jawab Nara dengan nada lembut, Nara mengingat kejadian beberapa waktu lalu saat Laras mengusir dirinya dari dalam rumahnya, hanya karena masalah percintaan.


"Sudahlah Al, kamu harus move on! Kamu tahu, selama ini yang dicintai oleh Laras itu adalah Daniel bukan kamu," ujar Davin dengan nada kesal, kenapa Alvian ini susah sekali move on nya? Kenapa Laras juga harus datang ke cafenya Alvian lagi?


Davin menghentikan mobilnya di depan club yang biasanya mereka nongkrong.


Davin turun lebih dulu, lalu ia membukakan pintu mobil untuk Nara, dan Alvian juga sudah turun dari dalam mobilnya.

__ADS_1


"Davin," panggil seorang gadis cantik berambut panjang dan berkulit putih sambil melambaikan tangannya kepada Davin.


Davin menoleh, lalu ia membalas lambaian tangannya.


"Rena," sahut Davin, ia mengandeng tangan Nara berjalan menghampiri Rena dan Alvian berjalan di belakang dua sejoli itu.


Alvian diam-diam memperhatikan Rena, ternyata Rena itu cantik juga, kelihatannya dia orangnya asik.


"Sudah lama menunggu?" tanya Davin pada Rena.


"Belum Vin, aku baru beberapa menit sampai, oh iya ayo kita masuk dulu ya," ajak Rena dan mereka semua masuk ke dalam club itu.


Mendengar musik jedag-jedug Nara tampak tidak nyaman, apalagi Nara itu gadis yang berasal dari kampung dan tempat seperti ini sangatlah tidak cocok dengan dirinya, namun karena ada Davin jadi Nara terus berpegangan tangan Davin.


"Ini siapa Vin?" tanya Rena, melihat Nara terus memegang tangan Davin dengan erat.


"Oh iya, kenalkan ini kekasihku, namanya Nara," kata Davin dan Nara mengulurkan tangannya pada Rena, Rena pun menyambut baik uluran tangan Nara. "Kenalkan, aku Rena," kata Rena sambil tersenyum.


"Aku Nara," kata Nara yang tersenyum pada Rena juga.


"Vin, bukannya aku yang mau di kenalkan dengan seorang gadis, tapi kenapa kamu malah ngenalin Nara?" sindir Alvian, membuat Davin tertawa kecil.


"Tenang Al, aku tidak lupa itu," ujar Davin pada Alvian.


"Oh iya, kenalkan ini Alvian, laki-laki galau yang aku ceritakan padamu," kata Davin yang diiringi dengan candaan.

__ADS_1


Rena tersenyum cukup manis, ia mengulurkan tangannya pada Alvian dan di sambut baik oleh Alvian, kini mereka saling berkenalan.


Sebelum mempertemukan Alvian dengan Rena, Davin memang menelpon Rena lebih dulu, bahkan Davin menceritakan para Rena, kalau Alvian itu laki-laki yang sedang galau karena seorang gadis, membuat Rena tertawa saat berbincang di telpon dengan Davin.


"Oh iya, Nona Rena, aku tidak segalau seperti yang Davin ceritakan padamu," tutur Alvian dan Rena malah tertawa.


"Tidak apa-apa, jika kamu sungguh galau, nanti aku sembuhkan rasa galau itu," canda Rena yang diiringi tawa.


"Memangnya kamu sudah bawah obatnya Ren?" sambung Davin dengan jail.


"Sudahlah Vin," sahut Rena.


Kini mereka duduk berempat, mereka juga memesan minuman namun Rena dan yang lainnya tidak memesan minuman yang membuat mereka mabuk, mereka hanya memesan jus jeruk dan cemilan untuk teman minum jus.


Kini sambil menikmati makanan dan minumannya, mereka saling bercerita dan bercanda, hingga tidak terasa ternyata waktu sudah cukup malam dan mengharuskan mereka berpisah untuk pulang.


Karena sudah malam, Davin menyuruh Alvian mengantar Rena pulang, karena Rena kesini di antar oleh supirnya dan supirnya langsung pulang karena harus pergi ke rumah sakit untuk menjenguk anaknya.


Akhirnya Alvian pun mau mengantarkan Rena, ya sekalian pdkt siapa tau cocok?


Alvian mengantar Rena, Davin dan Nara pun pulang naik taksi.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2